Jumat, 13 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Satu Tahun Represi, PTUN Putuskan Tambang Andesit di Wadas Tak Berkekuatan Hukum

Rabu, 8 Februari 2023
A A
Patung kepalan tangan "Wadas Melawan" di Desa Wadas. Foto dok. Gempadewa.

Patung kepalan tangan "Wadas Melawan" di Desa Wadas. Foto dok. Gempadewa.

Share on FacebookShare on Twitter

Anis dari kelompok perempuan Wadas yang menolak tambang, Wadon Wadas menegaskan penambangan akan menyebabkan warga jatuh miskin karena kehilangan tanah pertaniannya. Hasil ganti rugi yang telah diterima sebagian warga yang tidak menolak hanya akan digunakan untuk membeli barang-barang konsumtif, seperti mobil dan perabot rumah tangga.

Baca Juga: Memitigasi Bencana di Garis Pantai Kota Padang

“Warga kehilangan mata pencaharian yang berkelanjutan sebagai petani. Semua barang konsumtif yang dibeli bisa hilang dalam sekejap dan tidak bisa menghidupi warga,” kata Anis.

Untuk menandai proses perjuangan warga Wadas menolak tambang andesit yang merusak alam dan merampas tanah pertanian, mereka juga diresmikan patung penanda perjuangan itu. Patung berupa tangan berukuran jumbo yang tengah mengepal itu adalah karya para pemuda Wadas. Patung itu dipajang di sebuah ruas jalan desa di Dusun Randuparang.

Baca Juga: Longsor di Tambang Pasir Gekbrong 3 Pekerja Meninggal, BNPB Ingatkan Dampak Gempa Cianjur

“Patung ini kami buat sebagai tanda bahwa kami terus berjuang untuk menolak rencana pertambangan itu,” kata tokoh pemuda Wadas, Siswanto.

Bagian pergelangan tangan patung itu dililit kain hitam bertuliskan “Wadas Melawan” dengan cat putih. Sementara di bawah patung disajikan aneka hasil bumi yang tumbuh subur di tanah Wadas. Ada durian, pepaya, nenas, rambutan, pisang, sirsak, petai, dan aneka sayuran, juga kerajinan dari anyaman bambu.

Baca Juga: Ini Pemicu Longsor di Toraja Utara, 155 Warga Mengungsi

Wadon Wadas pun menyerukan yel-yel secara serentak. “Kami Wadon Wadas tetap konsisten menolak rencana penambangan di Desa Wadas. Wadon Wadas melawan! Wadon Wadas menolak tambang! Wadon Wadas berdaulat! ”

Selama tiga hari, sejumlah rangkaian kegiatan telah disiapkan. Seperti mujahadad, pentas kesenian tradisional Baongan, pentas musik, pasar solidaritas dan live sablon, mural, dan pameran karya seni serta dokumentasi perjuangan warga Wadas. Gempadewa berharap publik datang dan ikut menyuarakan perjuangan warga Wadas yang menolak perselingkuhan pemerintah dan oligarki dalam menambang batu andesit di desa mereka. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Bendungan BenerGempadewapenambangan andesitWadas MelawanWadon Wadas

Editor

Next Post
Gunung Karangetang Siaga. Foto vsi.esdm.go.id.

Gunung Karangetang Siaga, Perhatikan Imbauan Badan Geologi Berikut Ini

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi ikan mati massal. Foto akbarnemati/pixabay.com.Ikan Dewa Mati Massal di Kuningan, Apa Penyebabnya?
    In Rehat
    Kamis, 12 Februari 2026
  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 serukan pelaksanaan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.KPA Kritik Peran Bank Tanah, Menghidupkan Lagi Kepemilikan Tanah Negara Masa Kolonial
    In Lingkungan
    Rabu, 11 Februari 2026
  • MMA dan PPLH LRI sepakat menguatkan peran adat dalam mengelola hutan di Aceh. Foto Dok. IPB University.Kuatkan Kembali Panglima Uteun untuk Jaga Kelestarian Hutan Aceh
    In News
    Rabu, 11 Februari 2026
  • Lokasi pertambangan dekat dengan sebuah danau (L) dan Teluk Weda (R) di Indonesia Timur pada 2023. Foto Climate Rights International.Jatam Tegaskan, Empat Perusahaan Tambang di Maluku Utara Harus Ditindak Tegas, Tak Sekadar Denda
    In Lingkungan
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Ilustrasi sistem saraf pusat manusia yang meliputi otak dan sumsusm tulang belakang. Foto VSRao/pixabay.com.Virus Nipah Menyerang Sistem Saraf Pusat yang Percepat Perburukan Klinis
    In Rehat
    Selasa, 10 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media