Rabu, 21 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Satu Tahun Tolak PSN Rempang Eco City, Warga Rempang Kembali Diintimidasi

Rabu, 18 September 2024
A A
Masyarakat Pulau Rempang tetap menolak penggusuran dan proyek pabrik kaca. Foto Instagram Walhi Riau dan LBH Pekanbaru.

Masyarakat Pulau Rempang tetap menolak penggusuran dan proyek pabrik kaca. Foto Instagram Walhi Riau dan LBH Pekanbaru.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Masyarakat Pulau Rempang, Batam diintimidasi dan menjadi korban tindak kekerasan belasan orang berpakaian preman pada Rabu, 18 September 2024. Sebanyak tiga orang warga mengalami luka dan belasan lainnya menjadi korban pemukulan.

Salah satu korban mengalami luka di bagian pelipis akibat dipukul dengan helm dan seorang lagi wajahnya lebam setelah dipukul dengan kayu. Sedangkan korban lainnya, seorang perempuan, tangannya terkilir akibat ditarik secara paksa.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun Tim Advokasi Solidaritas Nasional untuk Rempang dari warga, intimidasi dan kekerasan yang dialami warga Pulau Rempang terjadi di administrasi Kampung Sembulag Hulu. Tepatnya di jalan arah masuk ke kawasan Goba sekitar pukul 10.45 WIB.

Baca Juga: Gempa Dangkal Sesar Garsela M 5.0 Guncang Kabupaten Bandung dan Garut

Kejadian bermula saat warga tengah berjaga di masjid di jalan masuk ke Goba. Di sana mereka didatangi belasan orang berpakaian preman. Dalam rombongan tersebut, ada juga anggota polisi yang berseragam.

Mereka menyampaikan kepada warga, bahwa kawasan tersebut adalah wilayah kerja mereka. Warga yang tetap bertahan dan berjaga mengalami intimidasi dan tindak kekerasan oleh belasan orang berpakaian preman yang didampingi anggota kepolisian. Sebelumnya warga juga mengalami teror dan alat peraga tentang penolakan PSN Rempang Eco City, dirusak.

Dokumentasi video dari warga setempat yang dihimpun Tim Advokasi menyorot ketegangan yang terjadi saat perwakilan dari kelompok orang berpakaian preman melancarkan aksi intimidatif dengan membentak ibu-ibu yang bertahan di lokasi.

Baca Juga: Polistirena, Jenis Plastik yang Umum Dipakai Sekaligus Cemari Air dan Tanah

“Dan kami menduga sebagian dari belasan orang berpakaian preman tersebut adalah anggota TNI,” kata juru bicara Tim Advokasi Solidaritas Nasional untuk Rempang, Even Sembiring dalam siaran tertulis tertanggal 18 September 2024.

Terkait intimidasi tersebut, Tim Advokasi Solidaritas Nasional untuk Rempang menyampaikan sejumlah seruan. Pertama, hentikan cara-cara intimidasi atau kekerasan pada masyarakat. Kedua, hentikan pembangunan PSN Rempang Eco City. Ketiga, meminta pada kepolisian untuk melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat sebagaimana tugas pokok dan fungsinya. Keempat, mengambil tindakan hukum terhadap pelaku kekerasan terhadap warga Rempang.

Hak masyarakat adat tidak dihormati

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Amnesty International IndonesiaMasyarakat AdatPulau Rempang BatamRempang Eco CityTim Advokasi Solidaritas Nasional untuk Rempang

Editor

Next Post
Guru Besar Senior Bidang Rekayasa Kegempaan / Bangunan Tahan Gempa UII, Prof. Sarwidi. Foto Dok. Pribadi.

Sarwidi, Ini Langkah Nasional ke Depan Mensikapi Indonesia Rawan Gempa Bumi

Discussion about this post

TERKINI

  • Aktivis Greenpeace Indonesia membentangkan spanduk raksasa di Monumen Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Selasa, 20 Oktober 2026. Foto Greenpeace Indonesia.Dua Tahun Rezim Prabowo, Aktivis Greenpeace Bentangkan Spanduk ‘Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah’
    In News
    Selasa, 20 Oktober 2026
  • Bencana Sumatra. Foto Walhi.Tidak Tetapkan Bencana Sumatra Sebagai Bencana Nasional, Prabowo Digugat
    In News
    Senin, 19 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Mitigasi Krisis Iklim, Suhu Permukaan Meningkat Tren Curah Hujan Menurun
    In Lingkungan
    Sabtu, 17 Oktober 2026
  • Ratusan Perempuan Adat dari berbagai wilayah Nusantara berkumpul dalam Temu Nasional (Temunas) IV di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Foto Dok Perempuan AMAN.Temunas IV Perempuan AMAN: Perempuan Adat Perkuat Kepemimpinan dan Kedaulatan
    In News
    Jumat, 16 Oktober 2026
  • Gedung KPK | kpk.go.id.OTT KPK di BNPB, Kepala BNPB Langsung Diganti
    In News
    Kamis, 15 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media