Rabu, 26 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Sebagian Sumber Gempa Bumi 2021 Sifatnya Merusak Belum Teridentifikasi

Kamis, 6 Januari 2022
A A
Dampak gempa bumi di Jember, Jawa Timur, pada 16 Desember 2021. Foto BPBD Jember.

Dampak gempa bumi di Jember, Jawa Timur, pada 16 Desember 2021. Foto BPBD Jember.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Berdasarkan catatan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), telah terjadi 26 kali gempa bumi yang bersifat merusak (destructive earthquake) di Indonesia sepanjang 2021. Jumlah itu disebut yang tertinggi dalam kurun 20 tahun terakhir.

“Merusak artinya mengakibatkan korban jiwa, kerusakan bangunan, kerusakan lingkungan dan kerugian harta benda,” kata Koordinator Mitigasi Gempa Bumi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Supartoyo yang dilansir dari laman esdm.go.id, Selasa, 4 Januari 2022.

Gempa bumi merusak diawali peristiwa di Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah pada 4 Januari 2021 dan diakhiri kejadian gempa bumi Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku pada 30 Desember 2021. Kejadian tersebut mengakibatkan jumlah korban jiwa 119 orang meninggal dan 6.803 orang luka-luka.

Baca Juga: Catatan Bencana Alam Tahun 2021

Sebagian besar peristiwa gempa 2021 bersumber dari sesar aktif dan beberapa bersumber dari zona penunjaman.

“Namun ada juga yang sumbernya tidak teridentifikasi sebelumnya,” kata Supartoyo.

Seperti gempa bumi Tehoru, Maluku Tengah tertanggal 16 Juni 2021, gempa bumi Mamasa tanggal 22 Juli 2021, gempa bumi Tojo-Una-Una (tanggal 26 Juli 2021 dan 28 Agustus 2021), gempa bumi Brebes tanggal 28 September 2021, gempa bumi Bangli-Karangasem tanggal 16 Oktober 2021, gempa bumi Ambarawa tanggal 23 Oktober hingga awal bulan November 2021, gempa bumi Seram Utara tanggal 4 November 2021, dan gempa bumi Kepulauan Selayar tanggal 14 Desember 2021.

Baca Juga: Erupsi Gunung Semeru Hari Ini Setinggi 1,5 Km dengan Jarak Luncur Mencapai 5 Km

Juga terjadi gempa bumi swarm (swarm earthquake) pada 23 Oktober hingga awal bulan November 2021 yang mengakibatkan kerusakan bangunan di daerah Ambarawa, Kabupaten Semarang. Menurut BMKG, gempa bumi swarm ini diakibatkan sesar aktif berarah utara – selatan.

“Sesar aktif ini tidak teridentifikasi sebelumnya,” kata Supartoyo.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Badan GeologiBMKGGempa bumigempa dan tsunamigeologilempeng tektoniklikuifaksi tanahPeta KRBSupartoyo

Editor

Next Post
Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.

Antisipasi Iklim Ekstrem, BMKG Muktahirkan Data Normal Hujan

Discussion about this post

TERKINI

  • Upaya pemadaman karhutla di Kalimantan, 23 agustus 2026. Foto Dok. BNPB.Karhutla Kalimantan, Legislator: Warga Lokal Tak Bisa Terus Disalahkan, Cabut Izin Korporasi yang Terlibat
    In News
    Senin, 24 Agustus 2026
  • Penanganan karhutla di Lampung Timur, 21 Agustus 2026. Foto Dok. BNPB.Karhutla Berulang Bukan Fenomena Iklim, Walhi: Akibat Negara Salah Urus Tak Sampai Akar Masalah
    In Lingkungan
    Senin, 24 Agustus 2026
  • Titik-titik api karhutla di Pulau Kalimantan. Foto Istimewa.Hukuman Korporasi Pembakar Hutan Kalimantan: Cabut Izin dan Pulihkan Lingkungan!
    In News
    Minggu, 23 Agustus 2026
  • Pembangunan On The Rock di kawasan Pantai Watubolong di KBAK Gunungsewu di Kabupaten Gunungkidul, 8 Agustus 2026. (Foto Instimewa)Akses Dibatasi, Negara Harus Investigasi Perizinan Ekspansi Industri Wisata di Pantai Watubolong
    In News
    Minggu, 23 Agustus 2026
  • Visual pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, 20 Agustus 2026. (BNPB)Karhutla Ancaman Serius: Utamakan Penjagaan Sebelum Api Datang, Bukan Pencegahan
    In Bencana
    Sabtu, 22 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media