Sabtu, 30 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Sejumlah Negara Mulai Berlakukan Transisi Endemi Covid-19, Indonesia Pilih Hati-hati

Senin, 21 Februari 2022
A A
Ilustrasi aktivitas publik masa pandemi Covid-19. Foto TheOtherKev/pixabay.com.

Ilustrasi aktivitas publik masa pandemi Covid-19. Foto TheOtherKev/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Negara lain sudah perhitungkan dampak dan solusi

Wakil Direktur Pendidikan dan Penelitian Rumah Sakit (RS) UNS, dokter Tonang Dwi Ardyanto membenarkan, masyarakat di negara kawasan United Kingdom (UK) misalnya, sudah berani melonggarkan prokes bagi warganya. Lantaran negara tersebut telah memiliki perhitungan yang jelas akan dampak serta solusi yang akan terjadi ke depan. Adapun masyarakat Indonesia yang sudah tervaksinasi dengan lengkap baru 48 persen, sehingga sikap hati-hati dan taat akan prokes sangat perlu untuk diketatkan.

“Karena masyarakat Indonesia masih ada yang abai akan pentingnya proses dengan dalih untuk membentuk herd immunity,” kata Tonang.

Padahal ketika ditelisik melalui sudut pandang ilmiah, herd immunity istilah yang sering dipakai dalam bidang peternakan. Pemahaman herd immunity tidak bisa diterapkan untuk manusia. Upaya taat pada prokes bukan berarti herd immunity akan terbentuk, melainkan untuk mencegah risiko perburukan.

Baca Juga: Apakah Vaksin Efektif Mencegah Penularan Varian Covid-19, Ini Simulasinya

Di sisi lain, masyarakat Indonesia mempertanyakan efektivitas vaksin booster mengingat orang yang terinfeksi Covid-19 terus melonjak. Tonang menjelaskan, ketika vaksin disuntikkan melalui lengan otot akan membentuk antibodi di paru-paru. Namun dalam membentuk antibodi di saluran nafas relatif rendah. Dengan demikian, masih ada risiko untuk terinfeksi Covid-19. Yang harus dilakukan ialah mengontrol kesehatan sebagai upaya membatasi virus yang akan masuk ke tubuh.

“Kalaupun nantinya terkena Covid-19 kembali, akan mengalami gejala ringan karena sudah kuatnya antibodi yang terbentuk di paru-paru,” jelas Tonang sebagaimana dilansir dari laman uns.ac.id, 10 Februari 2022.

Dengan demikian, lanjut Tonang, semua orang yang telah tervaksinasi memungkinkan dapat terinfeksi Covid-19 kembali. Proporsinya diestimasikan sebesar 3 persen secara nasional atau 10 persen untuk kondisi Jakarta berdasarkan simulasi hitungan sederhana yang telah dilakukan Tonang.

“Sekali lagi perlu ditegaskan, vaksin untuk mencegah gejala. Bukan mencegah adanya infeksi,” imbuh Tonang.

Tonang pun berpesan agar masyarakat tak abai menerapkan prokes.

“Dengan percepatan vaksin, prokes yang senantiasa dijaga, bukan tidak mungkin kasus terinfeksi Covid-19 di Indonesia akan berkurang dan kondisi pandemi segera menghilang,” kata Tonang. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: BPJS KesehatanCovid-19endemikomorbidlansiapandemivaksinasi booster

Editor

Next Post
Ilustrasi gula. Foto pasja1000/pixabay.com.

Kelebihan Gula dan Garam Jadi Biang Penyakit, Ini Tips Mengontrolnya

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media