Negara lain sudah perhitungkan dampak dan solusi
Wakil Direktur Pendidikan dan Penelitian Rumah Sakit (RS) UNS, dokter Tonang Dwi Ardyanto membenarkan, masyarakat di negara kawasan United Kingdom (UK) misalnya, sudah berani melonggarkan prokes bagi warganya. Lantaran negara tersebut telah memiliki perhitungan yang jelas akan dampak serta solusi yang akan terjadi ke depan. Adapun masyarakat Indonesia yang sudah tervaksinasi dengan lengkap baru 48 persen, sehingga sikap hati-hati dan taat akan prokes sangat perlu untuk diketatkan.
“Karena masyarakat Indonesia masih ada yang abai akan pentingnya proses dengan dalih untuk membentuk herd immunity,” kata Tonang.
Padahal ketika ditelisik melalui sudut pandang ilmiah, herd immunity istilah yang sering dipakai dalam bidang peternakan. Pemahaman herd immunity tidak bisa diterapkan untuk manusia. Upaya taat pada prokes bukan berarti herd immunity akan terbentuk, melainkan untuk mencegah risiko perburukan.
Baca Juga: Apakah Vaksin Efektif Mencegah Penularan Varian Covid-19, Ini Simulasinya
Di sisi lain, masyarakat Indonesia mempertanyakan efektivitas vaksin booster mengingat orang yang terinfeksi Covid-19 terus melonjak. Tonang menjelaskan, ketika vaksin disuntikkan melalui lengan otot akan membentuk antibodi di paru-paru. Namun dalam membentuk antibodi di saluran nafas relatif rendah. Dengan demikian, masih ada risiko untuk terinfeksi Covid-19. Yang harus dilakukan ialah mengontrol kesehatan sebagai upaya membatasi virus yang akan masuk ke tubuh.
“Kalaupun nantinya terkena Covid-19 kembali, akan mengalami gejala ringan karena sudah kuatnya antibodi yang terbentuk di paru-paru,” jelas Tonang sebagaimana dilansir dari laman uns.ac.id, 10 Februari 2022.
Dengan demikian, lanjut Tonang, semua orang yang telah tervaksinasi memungkinkan dapat terinfeksi Covid-19 kembali. Proporsinya diestimasikan sebesar 3 persen secara nasional atau 10 persen untuk kondisi Jakarta berdasarkan simulasi hitungan sederhana yang telah dilakukan Tonang.
“Sekali lagi perlu ditegaskan, vaksin untuk mencegah gejala. Bukan mencegah adanya infeksi,” imbuh Tonang.
Tonang pun berpesan agar masyarakat tak abai menerapkan prokes.
“Dengan percepatan vaksin, prokes yang senantiasa dijaga, bukan tidak mungkin kasus terinfeksi Covid-19 di Indonesia akan berkurang dan kondisi pandemi segera menghilang,” kata Tonang. [WLC02]
Discussion about this post