Kamis, 29 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

BMKG Bantah Operasi Modifikasi Cuaca Jadi Pemicu Ketidakstabilan Cuaca

Rabu, 28 Januari 2026
A A
Proses operasi modifikasi cuaca (OMC). Foto Dok. BMKG.

Proses operasi modifikasi cuaca (OMC). Foto Dok. BMKG.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta TNI Angkatan Udara, secara resmi memulai Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Jawa Barat. Operasi ini berlangsung dari 25 hingga 29 Januari 2026 dengan berpusat di Pangkalan TNI AU (Lanud) Husein Sastranegara, Bandung.

Direktur OMC BMKG, Budi Harsoyo, menjelaskan langkah strategis ini diambil sebagai upaya antisipasi terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan melanda sejumlah titik di Jawa Barat dalam beberapa hari ke depan. Operasi ini bertujuan untuk memitigasi risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, dengan cara meredistribusi atau mengurangi curah hujan tinggi sebelum masuk ke wilayah padat penduduk atau area rawan bencana.

TNI Angkatan Udara mengerahkan satu armada pesawat Cassa 212 dengan nomor registrasi A-2107 dalam operasi hari ini. Tim melaksanakan sorti satu pada pukul 09.50 WIB dengan fokus menyemai awan di wilayah Jatiluhur.

“Langkah ini secara spesifik membantu proses evakuasi dan distribusi bantuan logistik di daerah terdampak tanah longsor, khususnya di Desa Pasir Langu, Cisarua,” kata Budi, Senin, 26 Januari 2026.

Baca juga: Tahun 2026 Lebih Panas, Habis Banjir Bandang Terbitlah Karhutla di Sumatra

Sementara ada narasi beredar di media sosial, bahwa OMC memiliki risiko dan seperti bom waktu apabila dilakukan terus menerus. Risiko bencana lain yang dapat ditimbulkan adalah membuat kondisi cuaca tidak stabil dan membentuk cold pool (kolam dingin), memindahkan atau menumpuk air di wilayah tertentu sehingga membuat banjir besar, dan memberikan rasa aman yang palsu.

Pihak BMKG membantah narasi itu. OMC yang dilakukan di Indonesia merupakan upaya mitigasi bencana yang terukur dan berbasis sains. Langkah ini diambil sebagai respons paralel terhadap penurunan daya dukung lingkungan dan meningkatnya ancaman perubahan iklim.

Sementara cold poll merupakan fenomena meteorologi yang sepenuhnya alami. Fenomena ini terjadi saat air hujan menguap di bawah awan badai, mendinginkan udara, dan menciptakan massa udara padat yang jatuh ke permukaan.

Setiap kali terjadi hujan secara alami – tanpa campur tangan manusia – cold pool pasti terbentuk secara alami. Mengaitkan fenomena ini sebagai efek samping yang berbahaya dari OMC dinilai BMKG adalah kekeliruan sains. Sebab OMC dengan teknik penyemaian awan (cold seeding) tidak menumbuhkan awan baru dan hanya bekerja pada awan yang sudah ada di alam.

Baca juga: Korban Longsor Cisarua Mendapatkan Bantuan dan Dana Tunggu Hunian

Implementasi OMC pun bertujuan murni untuk mitigasi bencana dan perlindungan masyarakat dengan menambah atau mengurangi curah hujan. Bukan pemicu cuaca tidak stabil.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BMKGCold PoolCuaca EkstremOMCoperasi modifikasi cuaca

Editor

Next Post
Pakar Gempa Bumi UGM, Gayatri Indah Marliyani. Foto researchgate.net.

Gayatri Marliyani, Kemungkinan Aktivitas Sesar Opak Akibat Tekanan dari Gempa Pacitan

Discussion about this post

TERKINI

  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Karhutla 2026, HRWG Tuntut Pemerintah Transparan Soal Data Lahan Terbakar dan Mengusut Pihak Bertanggungjawab
    In Lingkungan
    Senin, 26 Oktober 2026
  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
  • Aktivis Greenpeace Indonesia membentangkan spanduk raksasa di Monumen Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Selasa, 20 Oktober 2026. Foto Greenpeace Indonesia.Dua Tahun Rezim Prabowo, Aktivis Greenpeace Bentangkan Spanduk ‘Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah’
    In News
    Selasa, 20 Oktober 2026
  • Bencana Sumatra. Foto Walhi.Tidak Tetapkan Bencana Sumatra Sebagai Bencana Nasional, Prabowo Digugat
    In News
    Senin, 19 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Mitigasi Krisis Iklim, Suhu Permukaan Meningkat Tren Curah Hujan Menurun
    In Lingkungan
    Sabtu, 17 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media