Selasa, 10 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Siapkan Mitigasi, Indonesia Diprediksi Alami Hawa Panas dan Curah Hujan Tinggi

Minggu, 26 Maret 2023
A A
Ilustrasi kekeringan. Foto MrsBrown/pixabay.com.

Ilustrasi kekeringan. Foto MrsBrown/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Fenomena cuaca ekstrem di Indonesia cenderung meningkat karena dampak perubahan iklim yang sudah mulai dirasakan masyarakat. Seperti meningkatnya frekuensi bencana banjir, bencana kekeringan, dan mundurnya masa musim penghujan. Bahkan banyak lembaga internasional memprediksi dalam rentang 20 tahun ke depan, dampak perubahan iklim yang ditimbulkan jauh lebih parah karena terjadi kenaikan suhu global yang lebih tinggi.

“Suhu diprediksi akan meningkat dan hawa panas di mana-mana di belahan bumi ini,” kata Dosen Laboratorium Hidrologi dan Klimatologi Lingkungan, Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM), Andung Bayu Sekaranom dalam seminar bertajuk “Prediksi Musim; Antara Variabilitas dan Perubahan Iklim” di ruang Auditorium Merapi Fakultas Geografi UGM pada 24 Maret 2023.

Sementara negara-negara yang berada di daerah tropis dan subtropis, salah satunya Indonesia, selain mengalami peningkatan temperatur, juga akan mengalami peningkatan curah hujan. Tingkat curah hujan hingga 2100 akan semakin tinggi.

Baca Juga: Dampak Pembukaan Jalur Tambang di Desa Wadas, Pemukiman Warga Dilanda Banjir

“Ada kaitannya dengan bencana sehingga perlu mitigasi,” tegas Andung.

Perubahan iklim dapat berpotensi menjadi katalis perubahan cuaca ekstrem yang terjadi dalam jangka pendek. Namun sering terkendala keterbatasan data untuk dianalisis. Di tingkat masyarakat, persepsi terkait dampak perubahan iklim dapat berbeda-beda karena faktor usia, lokasi tempat tinggal dan tingkat pendidikan sehingga penting adanya konfirmasi persepsi dengan data.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BMKGCuaca EkstremFakultas Geografi UGMhawa panaskenaikan suhu globalpeningkatan curah hujanperubahan iklim

Editor

Next Post
Dampak pembukaan jalur tambang di Desa Wadas, pemukiman warga dilanda banjir. Foto Ist.

Ancaman Bencana Hidrometeorologi, Gempadewa: Hentikan Tambang

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi rumah adat Sumatra Barat. Foto IndrabinYusuf/pixabay.com.Program Gentengisasi, Pakar Ingatkan Rumah Tradisional di Indonesia Tak Seragam 
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi makanan daging. Foto johnstocker/freepik.com.Diet Karnivora Tidak Aman, Ini Risikonya
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi kelelawar di pepohonan. Foto ignartonosbg/pixabay.com.Pakar Ingatkan, Virus Nipah Berpotensi Menular Antarmanusia
    In Rehat
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, 6 Februari 2026. Foto BPBD Tegal.Bencana Tanah Bergerak di Tegal, Dua Ribu Lebih Warga Mengungsi
    In Bencana
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Ilustrasi manusia terdampak cuaca panas ekstrem. Foto Franz26/pixabay.com.Dampak Cuaca Ekstrem, Suhu, Banjir dan Longsor Meningkat 16 Tahun Terakhir
    In News
    Jumat, 6 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media