Selasa, 27 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Sofyan Sjaf, Membangun Desa Berdasarkan Al-Quran adalah Membangun Ekologi

Ciri desa yang ideal adalah berbasis pada solidaritas dan berorientasi pada keadilan.

Sabtu, 7 Maret 2026
A A
Sosiolog Pedesaan IPB University, Prof. Sofyan Sjaf. Foto Ipb University.

Sosiolog Pedesaan IPB University, Prof. Sofyan Sjaf. Foto Ipb University.

Share on FacebookShare on Twitter

“Sudahi penebangan hutan dan pembuangan sampah sembarangan. Alam jangan dirusak (fasad) dan jangan dieksploitasi secara berlebihan (israf),” terang Penulis buku Involusi Republik Merdeka itu.

Baca juga: Dugaan Kriminalisasi Warga Sagea – Kiya, Jatam: Pasal 162 UU Minerba Melanggengkan Praktik SLAPP

Ia juga mengingatkan pesan dalam QS An-Nahl ayat 112, bahwa sebuah negeri yang makmur bisa runtuh akibat kufur sosial.

Solusinya, Sofyan merumuskan tiga fondasi utama dalam membangun desa, yakni tauhid, khalifah (manusia sebagai pengelola, bukan pemilik mutlak), dan amanah. Ia juga menggarisbawahi tiga rumusan krusial yang wajib dihindari.

“Ekonomi tanpa ekologi berujung pada eksploitasi. Ekologi tanpa keadilan memicu konflik. Dan desa tanpa tata kelola akan menghasilkan ketimpangan,” tegas dia.

Melalui pendekatan tauhid dan ekologis ini, ia berharap ke depan dapat terwujud Desa Berkah, yakni desa yang dicirikan dengan ekologi yang terjaga, distribusi ekonomi yang adil, solidaritas sosial yang kuat, serta tata kelola yang partisipatif. [WLC02]

Sumber: IPB University

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Al QuranFakultas Ekologi Manusia IPB UniversityPembangunan DesaSofyan Sajf

Editor

Next Post
Presiden RI Prabwo Subianto dan Presiden AS Donald Trumph. Foto White House/Setpres.

Walhi: Perjanjian Dagang Resiprokal Indonesia-AS Melanggengkan Krisis Iklim

Discussion about this post

TERKINI

  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
  • Aktivis Greenpeace Indonesia membentangkan spanduk raksasa di Monumen Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Selasa, 20 Oktober 2026. Foto Greenpeace Indonesia.Dua Tahun Rezim Prabowo, Aktivis Greenpeace Bentangkan Spanduk ‘Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah’
    In News
    Selasa, 20 Oktober 2026
  • Bencana Sumatra. Foto Walhi.Tidak Tetapkan Bencana Sumatra Sebagai Bencana Nasional, Prabowo Digugat
    In News
    Senin, 19 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Mitigasi Krisis Iklim, Suhu Permukaan Meningkat Tren Curah Hujan Menurun
    In Lingkungan
    Sabtu, 17 Oktober 2026
  • Ratusan Perempuan Adat dari berbagai wilayah Nusantara berkumpul dalam Temu Nasional (Temunas) IV di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Foto Dok Perempuan AMAN.Temunas IV Perempuan AMAN: Perempuan Adat Perkuat Kepemimpinan dan Kedaulatan
    In News
    Jumat, 16 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media