Minggu, 15 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Stasiun Lapangan Geologi UGM, Dulu Dibangun Pertamina Kini Kementerian PUPR

Sabtu, 11 Mei 2024
A A
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono meresmikan Stasiun Lapangan Geologi UGM di Bayat, Klaten, 11 Mei 2024. Foto UGM.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono meresmikan Stasiun Lapangan Geologi UGM di Bayat, Klaten, 11 Mei 2024. Foto UGM.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono bersama Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika Dwikorlita Karnawati meresmikan Stasiun Lapangan Geologi Prof. R. Soeroso Notohadiprawiro Universitas Gadjah Mada di Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Sabtu, 11 Mei 2024. Dukungan sarana dan prasarana pendidikan Ilmu Teknik Geologi adalah bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) unggul.

“Saya harap pembangunan prasarana belajar mengajar ini dapat meningkatkan mutu pendidikan dan lingkungan belajar, sehingga tercipta SDM unggul untuk membangun Indonesia yang mampu bersaing di kancah internasional,” kata Basuki.

Basuki sendiri adalah lulusan Geologi UGM. Dalam pidato sambutannya, ia mengisahkan kenangan 50 tahun lalu saat menjadi mahasiswa. Ia pun sempat terisak saat melihat wajah dosen-dosennya yang pernah mengajarnya dulu juga ikut hadir menyaksikan peresmian itu.

Baca Juga: Hingga Sepekan Kabupaten Konawe Utara Masih Dilanda Banjir

“Di Bayat ini, ada para guru kami, saya masih ingat semua,” kata Basuki seraya menyebutkan satu persatu dosennya yang ikut hadir. Tak lupa, ia menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas jasa para dosen yang telah mendidiknya itu.

Menurut Basuki, bantuan pembangunan stasiun lapangan geologi dari Kementerian PUPR itu belum sebanding dengan jasa para dosen yang telah mendidik para geolog yang telah ikut berperan membangun bangsa.

Stasiun lapangan itu juga bisa digunakan perguruan tinggi dari luar negeri yang sudah menjalin kerja sama dengan Departemen Teknik Geologi, Fakultas Teknik UGM.

Baca Juga: Bencana Alam Luwu, Akses Darat Terbuka Logistik Dipasok ke Desa-desa di Latimojong

“Laboratorium lapangan ini bukan untuk UGM saja, tapi bisa dipakai untuk kegiatan internasional dari universitas luar negeri. Sebab Bayat bisa menjadi contoh pusat geopark,” papar dia.

Wakil Rektor UGM Bidang Pendidikan Wening Udasmono membanarkan. Ia berharap bangunan itu dapat bermanfaat bagi masyarakat dan mahasiswa yang turut mendedikasikan ilmu geologi.

“Di wilayah sini juga masih banyak situs dan batuan-batuan tua yang luar biasa,” kata Wening.

Baca Juga: RUU Perubahan Iklim Sempat Masuk Prolegnas Prioritas 2023

Pembangunan Stasiun Lapangan Geologi UGM merupakan proyek Kementerian PUPR secara multiyears melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Tengah pada tahun 2023 hingga 2024.

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Tengah Kuswara mengatakan pembangunannya mencakup pekerjaan struktur, arsitektur, mekanikal dan plumbing, elektrikal hingga lansekap bersumber dari dana APBN senilai Rp13,8 miliar.

Proses pengerjaannya bersamaan dengan pembangunan Kampus Lapangan Geologi UGM di Karangsambung dengan Kontraktor Pelaksana PT Nindya Karya dan PT Ciria Expertindo Consultant-PT Gapssary Mitra Kreasi-CV Polaris (KSO) selaku Manajemen Konstruksi.

Baca Juga: Banjir dan Longsor Luwu, Operasi Udara Evakuasi Warga Sakit dan Pasok Logistik

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Jurusan Teknik Geologi UGMKementerian PUPRProf R Soeroso Notohadiprawirosolar panelStasiun Lapangan Geologi UGM

Editor

Next Post
Kondisi dampak banjir lahar dingin Gunung Marapi di Simpang Manunggal, Kecamatan Lima Kaum, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Foto BPBD Tanah Datar.

Bencana Banjir Bandang dan Lahar Dingin Sumatera Barat 28 Orang Tewas

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi ikan mati massal. Foto akbarnemati/pixabay.com.Ikan Dewa Mati Massal di Kuningan, Apa Penyebabnya?
    In Rehat
    Kamis, 12 Februari 2026
  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 serukan pelaksanaan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.KPA Kritik Peran Bank Tanah, Menghidupkan Lagi Kepemilikan Tanah Negara Masa Kolonial
    In Lingkungan
    Rabu, 11 Februari 2026
  • MMA dan PPLH LRI sepakat menguatkan peran adat dalam mengelola hutan di Aceh. Foto Dok. IPB University.Kuatkan Kembali Panglima Uteun untuk Jaga Kelestarian Hutan Aceh
    In News
    Rabu, 11 Februari 2026
  • Lokasi pertambangan dekat dengan sebuah danau (L) dan Teluk Weda (R) di Indonesia Timur pada 2023. Foto Climate Rights International.Jatam Tegaskan, Empat Perusahaan Tambang di Maluku Utara Harus Ditindak Tegas, Tak Sekadar Denda
    In Lingkungan
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Ilustrasi sistem saraf pusat manusia yang meliputi otak dan sumsusm tulang belakang. Foto VSRao/pixabay.com.Virus Nipah Menyerang Sistem Saraf Pusat yang Percepat Perburukan Klinis
    In Rehat
    Selasa, 10 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media