Sabtu, 23 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Bencana Alam Luwu, Akses Darat Terbuka Logistik Dipasok ke Desa-desa di Latimojong

Jumat, 10 Mei 2024
A A
Penanggulangan dampak bencana alam Luwu, Sulawesi Selatan, BNPB menggandeng komunitas off road dari IOF Pengcab Luwu, memasok logistik ke desa-desa di Kecamatan Latimojong yang sulit dijangkau. Foto BNPB.

Penanggulangan dampak bencana alam Luwu, Sulawesi Selatan, BNPB menggandeng komunitas off road dari IOF Pengcab Luwu, memasok logistik ke desa-desa di Kecamatan Latimojong yang sulit dijangkau. Foto BNPB.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Salah satu faktor penentu cepat atau lambatnya penanganan dampak bencana alam di masa tanggap darurat adalah akses jalan atau penghubung ke lokasi terdampak bencana alam, seperti yang terjadi di Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan.

Dampak bencana alam Luwu, berupa banjir dan longsor yang terjadi pada Jumat, 3 Mei 2024, menerjang 13 wilayah kecamatan di Kabupten Luwu. Kecamatan Latimojong merupakan wilayah yang paling terdampak bencana alam Luwu, hingga memutus akses menuju sejumlah wilayah desa di Latimojong.

BNPB sebelumnya melaporkan, dampak bencana alam Luwu menelan korban jiwa sebanyak 12 orang. Delapan korban meninggal dunia warga Kecamatan Latimojong, empat korban lainnya warga Desa Poringan di Kecamatan Suli Barat.

Baca Juga: Banjir dan Longsor Luwu, Operasi Udara Evakuasi Warga Sakit dan Pasok Logistik

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan hingga Kamis, 9 Mei 2024, wilayah yang sebelumnya tak dapat dijangkau akibat akses jalur darat tertimbun, tertutup material longsor, kini sudah dapat dilalui.

Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Fajar Setyawan menyatakan bahwa dari 12 desa yang terdampak di Kabupaten Luwu, satu desa kini sudah dapat diakses melalui jalur darat.

“Desa Kadundung sudah bisa kita lewati jalur darat, kita bergerak cepat untuk langsung mendistribusikan bantuan,” ujar Fajar pada Kamis, 9 Mei 2024.

Baca Juga: RUU Perubahan Iklim Sempat Masuk Prolegnas Prioritas 2023

Upaya penanganan dampak bencana alam Luwu terus dilakukan BNPB secara intensif. Guna menjangkau wilayah yang sulit dilalui untuk distribusi logistik bagi warga terdampak, BNPB melakukan operasi udara.

Selain menggunakan Helikopter Bell BNPB dan Helikopter AW Polri, upaya memasok kebutuhan logistik ke wilayah terdampak yang sulit diakses jalur darat, BNPB menggandeng komunitas off road dari IOF Pengcab Luwu.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Banjir dan Longsor Luwubencana alam LuwuKabupaten LuwuKecamatan Latimojong

Editor

Next Post
Hingga sepekan Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, masih dilanda banjir. Foto BPBD Kabupaten Konawe Utara.

Hingga Sepekan Kabupaten Konawe Utara Masih Dilanda Banjir

Discussion about this post

TERKINI

  • Teknologi untuk riset kualitas udara. Foto Dok. BRIN.BRIN Teliti Kualitas Udara Tiga Kota, Bandung Lampaui Batas Aman
    In Lingkungan
    Jumat, 22 Mei 2026
  • Presiden Prabowo Subianto saat akan menyampaikan pidato pada Rapat Paripurna DPR RI ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026, 20 Mei 2026. Foto Kris/BPMI Setpres.Cabut PP 21/2026, Potensi Kerusakan SDA Sulit Dipertanggungjawabkan
    In Lingkungan
    Jumat, 22 Mei 2026
  • Ilustrasi kualitas udara di kota besar yang memburuk. Foto Yamu_Jay/Pixabay.com.Walhi: Pantauan Kualitas Udara Lima Kota Besar Indonesia Memburuk
    In News
    Rabu, 13 Mei 2026
  • Ilustrasi tikus pembawa virus. Foto Bergadder/Pixabay.com.Mengenal Hantavirus, Penyakit Zoonosis dengan Rantai Penularan Utama dari Tikus
    In Rehat
    Rabu, 13 Mei 2026
  • Mengapati dan mendokumentasikan letusan Gunung Sakurajima di Jepang pada 2013 dari jauh. Foto Dok. Mirzam Abdurrachman.Erupsi Dukono, Pentingnya Pemahaman Risiko dan Peringatan Dini yang Mudah Dipahami
    In Rehat
    Selasa, 12 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media