Sabtu, 16 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Status Awas, Warga Sekitar Gunung Ibu Lakukan Evakuasi Mandiri

Kamis, 16 Januari 2025
A A
Erupsi Gunung Ibu di Halmahera Barat, 15 Januari 2025. Foto Magma Indonesia.

Erupsi Gunung Ibu di Halmahera Barat, 15 Januari 2025. Foto Magma Indonesia.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Sebanyak 120 warga desa di wilayah rawan bencana erupsi Gunungapi Ibu melakukan evakuasi mandiri dengan mengungsi sementara ke Pos Pengungsian di Gereja Tongotesungi di Desa Akesibu Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, Kamis, 16 Januari 2025. Upaya tersebut merupakan respon kesiapsiagaan masyarakat atas kenaikan status level Gunung Ibu dari level Siaga ke level Awas per 15 Januari 2025.

Sementara Gunung Ibu kembali erupsi pada 16 Januari 2025 pukul 15:454 WIT. Tinggi kolom letusan teramati sekitar 1500 meter di atas puncak (sekitar 2825 meter di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat. Erupsi terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi 98 detik.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) mengeluarkan rekomendasi perluasan kawasan rawan bencana Gunung Ibu dalam radius 5 km dan sektoral 6 km dari bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif.

Baca juga: Korupsi Timah, KIKA Serukan Lawan Upaya Kriminalisasi terhadap Bambang Hero

Sementara perluasan sektoral ancaman lahar dan lava pijar yang direkomendasikan Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Ibu meliputi enam desa di Kecamatan Tabaru, yakni Desa Sangaji Nyeku, Desa Sosangaji, Desa Tuguis, Desa Togoreba Sungi, Desa Borona, dan Desa Todoke.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menerjunkan tim asesmen awal ke Halmahera Barat guna koordinasi penanganan darurat erupsi bersama BPBD dan pemerintah daerah setempat. Tim ini dipimpin Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Raditya Jati.

BPBD Halmahera Barat bersama pemerintah daerah setempat melakukan upaya kesiapsiagaan berupa pembagian masker kepada masyarakat serta mempersiapkan titik pengungsian sementara. Ada lima titik pengungsian yang telah siap digunakan untuk menampung hingga 3.000 pengungsi, meliputi Gereja Tongotesungi di Desa Akesibu, Gereja Tua Gemih Sion di Desa Akesibu, SMKS Anak Negeri di Jalan Bionuri Akesibu, Kantor Desa Tongute Sungi, juga SD Inpres 18 di Jalan Bionuri Desa Akesibu.

Baca juga: Setelah Tangerang, KKP Segel Pagar Laut di Perairan Bekasi

Dari lima titik pengungsian tersebut, satu titik telah terisi, yaitu di Gereja Tongotesungi. Di lokasi ini terdapat 63 KK atau 120 jiwa pengungsi yang terdiri dari 46 anak, 11 balita, 21 lansia, 42 dewasa. Para pengungsi berasal dari Desa Sangaji Nyeku, Tuguis, Togoreba Sungi, Soasangaji, Borona, dan Todoke.

Ada penggembungan tubuh Gunung Ibu

Sehubungan dengan aktivitas vulkanik di Level Awas, Badan Geologi meminta masyarakat di sekitar Gunung lbu dan pengunjung/wisatawan tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati dalam radius 5 kilometer dan sektoral 6 km dari arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Badan Geologi Kementerian ESDMBNPBevakuasi mandiriGunung IbuKabupaten Halmahera Barat

Editor

Next Post
Pemerintah menghentikan pemasangan pagar laut diperairan Tangerang, Banten, 9 Januari 2025. Foto Dok. KKP.

Proyek Pagar Laut, Komisi II DPR Tegaskan Menteri ATR Jangan Lepas Tangan

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi kualitas udara di kota besar yang memburuk. Foto Yamu_Jay/Pixabay.com.Walhi: Pantauan Kualitas Udara Lima Kota Besar Indonesia Memburuk
    In News
    Rabu, 13 Mei 2026
  • Ilustrasi tikus pembawa virus. Foto Bergadder/Pixabay.com.Mengenal Hantavirus, Penyakit Zoonosis dengan Rantai Penularan Utama dari Tikus
    In Rehat
    Rabu, 13 Mei 2026
  • Mengapati dan mendokumentasikan letusan Gunung Sakurajima di Jepang pada 2013 dari jauh. Foto Dok. Mirzam Abdurrachman.Erupsi Dukono, Pentingnya Pemahaman Risiko dan Peringatan Dini yang Mudah Dipahami
    In Rehat
    Selasa, 12 Mei 2026
  • Salah satu jenis anggrek Merapi. Foto Dok. TNG Merapi.Anggrek Merapi, Beraroma Wangi dan Mampu Bertahan Saat Erupsi
    In Rehat
    Selasa, 12 Mei 2026
  • Ilustrasi ,krisis air bersih. Foto Andres_maura_ph/Pixabay.com.Pemerintah Harus Antisipasi Krisis Sampah dan Air Bersih Dampak Godzilla El Niño 2026
    In Lingkungan
    Senin, 11 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media