Rabu, 22 Juli 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Sugeng Sapto: Sedimentologi – Stratigrafi untuk Eksplorasi dan Mitigasi Bencana

Kamis, 18 Januari 2024
A A
Guru Besar Bidang Sedimentologi-Stratigrafi FT UGM, Prof. Sugeng Sapto Surjono. Foto researchgate.net.

Guru Besar Bidang Sedimentologi-Stratigrafi FT UGM, Prof. Sugeng Sapto Surjono. Foto researchgate.net.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Guru Besar Bidang Sedimentologi-Stratigrafi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Sugeng Sapto Surjono menjelaskan, sedimentologi dan stratigrafi akan senantiasa mengiringi proses peradaban manusia dalam pemenuhan banyak kebutuhan dan upaya menghindari bencana.

Memahami dengan baik karakteristik batuan sedimen di kerak Bumi akan menuntut seseorang untuk lebih bijak melakukan eksplorasi. Sementara mengenali proses sedimentasi akan mengajari sesorang untuk lebih mawas diri pada setiap potensi bencana yang mungkin terjadi.

“Terkait dengan eksplorasi sumber daya, saya lebih fokus pada eksplorasi minyak dan gas bumi. Begitu pula pada bidang bencana geologi juga lebih spesifik pada bencana sedimenter. Keduanya merupakan bidang sedimentologi-stratigrafi terapan yang selama ini lebih banyak bersinggungan dengan aktivitas saya,” ujar Sugeng saat menyampaikan Pidato Pengukuhan sebagai Guru Besar dengan judul “Sedimentologi-Stratigrafi Untuk Eksplorasi Sumber Daya dan Mitigasi Bencana Geologi” di Balai Senat UGM pada 5 Desember 2023 lalu.

Baca Juga: 5 Provinsi Jadi Prioritas Nasional Simulasi Penanggulangan Bencana

Sugeng menuturkan siklus pembentukan batuan sedimen berupa erosi, transportasi sedimen, pengendapan dan pembatuan terus berlangsung hingga sekarang. Ketika proses sedimenter, terutama erosi, transportasi, dan pengendapan sedimen berlangsung secara berlebihan dan bersinggungan dengan kepentingan manusia. Hal tersebut akan mengakibatkan ada bencana, misalnya erosi yang masif, banjir, tanah longsor, banjir lahar dan sebagainya.

Sementara proses erosi dan sedimentasi yang tidak terkendali di suatu Daerah Aliran Sungai (DAS) dapat menyebabkan terjadinya pendangkalan waduk secara lebih cepat.

“Secara singkat dapat dikatakan, sisi potensi negatif dari proses sedimentasi bagi manusia adalah bencana sedimenter itu sendiri,” ucap Sugeng yang menjabat Wakil Dekan Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan Fakultas Teknik UGM.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: DASGuru Besar FT UGM Prof Sugeng Sapto Surjonominyak dan gas bumisedimentologistratigrafi

Editor

Next Post
Petas satelit soalpotensi cuaca ekstrem di wilayah Pulau Jawa pada 20-27 Januari 2024. Foto Dok. BMKG.

Pulau Jawa Waspada Hujan Lebat dan Ombak Tinggi 20-27 Januari

Discussion about this post

TERKINI

  • Dampak diberlakukannya penutupan TPA Piyungan mulai 23 Juli hingga 5 September, sejumlah tumpukan sampah mulai terlihat di Kota Yogyakarta. Foto Forpi Kota Yogyakarta.Proyek PSEL Yogyakarta Ditunda, Mengapa Konsorsium Pemenang Tender Sudah Diumumkan?
    In News
    Selasa, 21 Juli 2026
  • Ilustrasi regenerasi pohon. Foto Agnieszka/Pixabay.com.Mekanisme Regenerasi Pohon dan Nilai Spiritual Ekologis dalam Al-Qur’an
    In IPTEK
    Senin, 20 Juli 2026
  • Kebakaran di TPA Benowo di Surabaya, 19 Juli 2026. Foto Dok. DKPKP Surabaya.TPA Benowo Terbakar, Risiko Sistem Pemrosesan Sampah Open Dumping
    In Bencana
    Senin, 20 Juli 2026
  • Mengenal orangutan tapanuli. Foto Dok PPID Kemenlhk.Survei Terbaru Populasi Orangutan Sumatera dan Tapanuli Jadi Pijakan Kebijakan Konservasi
    In News
    Sabtu, 18 Juli 2026
  • Tanah longsor di Desa Petir, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Mei 2026. Foto BPBDKabupaten Bogor.Pulau Jawa Hadapi Tekanan Ekologis, Negara Harus Hentikan Perampasan Ruang Hidup
    In News
    Kamis, 16 Juli 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media