Senin, 25 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Sugeng Sapto: Sedimentologi – Stratigrafi untuk Eksplorasi dan Mitigasi Bencana

Kamis, 18 Januari 2024
A A
Guru Besar Bidang Sedimentologi-Stratigrafi FT UGM, Prof. Sugeng Sapto Surjono. Foto researchgate.net.

Guru Besar Bidang Sedimentologi-Stratigrafi FT UGM, Prof. Sugeng Sapto Surjono. Foto researchgate.net.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Guru Besar Bidang Sedimentologi-Stratigrafi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Sugeng Sapto Surjono menjelaskan, sedimentologi dan stratigrafi akan senantiasa mengiringi proses peradaban manusia dalam pemenuhan banyak kebutuhan dan upaya menghindari bencana.

Memahami dengan baik karakteristik batuan sedimen di kerak Bumi akan menuntut seseorang untuk lebih bijak melakukan eksplorasi. Sementara mengenali proses sedimentasi akan mengajari sesorang untuk lebih mawas diri pada setiap potensi bencana yang mungkin terjadi.

“Terkait dengan eksplorasi sumber daya, saya lebih fokus pada eksplorasi minyak dan gas bumi. Begitu pula pada bidang bencana geologi juga lebih spesifik pada bencana sedimenter. Keduanya merupakan bidang sedimentologi-stratigrafi terapan yang selama ini lebih banyak bersinggungan dengan aktivitas saya,” ujar Sugeng saat menyampaikan Pidato Pengukuhan sebagai Guru Besar dengan judul “Sedimentologi-Stratigrafi Untuk Eksplorasi Sumber Daya dan Mitigasi Bencana Geologi” di Balai Senat UGM pada 5 Desember 2023 lalu.

Baca Juga: 5 Provinsi Jadi Prioritas Nasional Simulasi Penanggulangan Bencana

Sugeng menuturkan siklus pembentukan batuan sedimen berupa erosi, transportasi sedimen, pengendapan dan pembatuan terus berlangsung hingga sekarang. Ketika proses sedimenter, terutama erosi, transportasi, dan pengendapan sedimen berlangsung secara berlebihan dan bersinggungan dengan kepentingan manusia. Hal tersebut akan mengakibatkan ada bencana, misalnya erosi yang masif, banjir, tanah longsor, banjir lahar dan sebagainya.

Sementara proses erosi dan sedimentasi yang tidak terkendali di suatu Daerah Aliran Sungai (DAS) dapat menyebabkan terjadinya pendangkalan waduk secara lebih cepat.

“Secara singkat dapat dikatakan, sisi potensi negatif dari proses sedimentasi bagi manusia adalah bencana sedimenter itu sendiri,” ucap Sugeng yang menjabat Wakil Dekan Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan Fakultas Teknik UGM.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: DASGuru Besar FT UGM Prof Sugeng Sapto Surjonominyak dan gas bumisedimentologistratigrafi

Editor

Next Post
Petas satelit soalpotensi cuaca ekstrem di wilayah Pulau Jawa pada 20-27 Januari 2024. Foto Dok. BMKG.

Pulau Jawa Waspada Hujan Lebat dan Ombak Tinggi 20-27 Januari

Discussion about this post

TERKINI

  • Guru Besar Fakultas Teknik dan Teknologi IPB University, Prof. Edy Hartulistiyoso. Foto Dok. IPB University. IEdy Hartulistiyoso: Panas Sisa Industri Bisa Diubah Jadi Energi Listrik
    In Sosok
    Sabtu, 23 Mei 2026
  • Ikan nila, salah satu ikan invasif di perairan Indonesia. Foto distankan.bulelengkab.go.id.Sekitar 20 dari 50 Jenis Ikan Asing di Perairan Umum Indonesia Kategori Invasif
    In Lingkungan
    Sabtu, 23 Mei 2026
  • Teknologi untuk riset kualitas udara. Foto Dok. BRIN.BRIN Teliti Kualitas Udara Tiga Kota, Bandung Lampaui Batas Aman
    In Lingkungan
    Jumat, 22 Mei 2026
  • Presiden Prabowo Subianto saat akan menyampaikan pidato pada Rapat Paripurna DPR RI ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026, 20 Mei 2026. Foto Kris/BPMI Setpres.Cabut PP 21/2026, Potensi Kerusakan SDA Sulit Dipertanggungjawabkan
    In Lingkungan
    Jumat, 22 Mei 2026
  • Warga Makassar memprotes rencana pendirian PSEL di dekat permukiman. Foto Dok. Walhi Sulawesi Selatan.Proyek PSEL di Makassar dan Yogyakarta, Transisi Darurat Sampah ke Darurat Kesehatan
    In Lingkungan
    Kamis, 21 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media