Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Sugeng Sapto: Sedimentologi – Stratigrafi untuk Eksplorasi dan Mitigasi Bencana

Kamis, 18 Januari 2024
A A
Guru Besar Bidang Sedimentologi-Stratigrafi FT UGM, Prof. Sugeng Sapto Surjono. Foto researchgate.net.

Guru Besar Bidang Sedimentologi-Stratigrafi FT UGM, Prof. Sugeng Sapto Surjono. Foto researchgate.net.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Guru Besar Bidang Sedimentologi-Stratigrafi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Sugeng Sapto Surjono menjelaskan, sedimentologi dan stratigrafi akan senantiasa mengiringi proses peradaban manusia dalam pemenuhan banyak kebutuhan dan upaya menghindari bencana.

Memahami dengan baik karakteristik batuan sedimen di kerak Bumi akan menuntut seseorang untuk lebih bijak melakukan eksplorasi. Sementara mengenali proses sedimentasi akan mengajari sesorang untuk lebih mawas diri pada setiap potensi bencana yang mungkin terjadi.

“Terkait dengan eksplorasi sumber daya, saya lebih fokus pada eksplorasi minyak dan gas bumi. Begitu pula pada bidang bencana geologi juga lebih spesifik pada bencana sedimenter. Keduanya merupakan bidang sedimentologi-stratigrafi terapan yang selama ini lebih banyak bersinggungan dengan aktivitas saya,” ujar Sugeng saat menyampaikan Pidato Pengukuhan sebagai Guru Besar dengan judul “Sedimentologi-Stratigrafi Untuk Eksplorasi Sumber Daya dan Mitigasi Bencana Geologi” di Balai Senat UGM pada 5 Desember 2023 lalu.

Baca Juga: 5 Provinsi Jadi Prioritas Nasional Simulasi Penanggulangan Bencana

Sugeng menuturkan siklus pembentukan batuan sedimen berupa erosi, transportasi sedimen, pengendapan dan pembatuan terus berlangsung hingga sekarang. Ketika proses sedimenter, terutama erosi, transportasi, dan pengendapan sedimen berlangsung secara berlebihan dan bersinggungan dengan kepentingan manusia. Hal tersebut akan mengakibatkan ada bencana, misalnya erosi yang masif, banjir, tanah longsor, banjir lahar dan sebagainya.

Sementara proses erosi dan sedimentasi yang tidak terkendali di suatu Daerah Aliran Sungai (DAS) dapat menyebabkan terjadinya pendangkalan waduk secara lebih cepat.

“Secara singkat dapat dikatakan, sisi potensi negatif dari proses sedimentasi bagi manusia adalah bencana sedimenter itu sendiri,” ucap Sugeng yang menjabat Wakil Dekan Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan Fakultas Teknik UGM.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: DASGuru Besar FT UGM Prof Sugeng Sapto Surjonominyak dan gas bumisedimentologistratigrafi

Editor

Next Post
Petas satelit soalpotensi cuaca ekstrem di wilayah Pulau Jawa pada 20-27 Januari 2024. Foto Dok. BMKG.

Pulau Jawa Waspada Hujan Lebat dan Ombak Tinggi 20-27 Januari

Discussion about this post

TERKINI

  • Pantomimer Wanggi Hoed melakukan aksi pertunjukan untuk memprotes ekspor monyet ekor panjang pada Hari Primata Interasional di Titik Nol Kota Yogyakarta, 2 september 2026. Foto Dok. Forum United For Primates .Petisi untuk Pemerintah Indonesia: Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang untuk Penelitian!
    In News
    Rabu, 2 September 2026
  • Konferensi pers PCS 2026 bertema “Dekolonisasi Konservasi: Menegaskan Kedaulatan Rakyat atas Pengetahuan dan Tata Kelola Keanekaragaman Hayati di Indonesia” di GIK UGM, 1 September 2026. Foto Dok. PCS 2026.PCS 2026: Menjaga Keanekaragaman Hayati Tak Bisa Lepas dari Menjaga Masyarakat Adat
    In News
    Rabu, 2 September 2026
  • Ladang padi aktif dan hutan dalam satu lanskap sebagai gambaran sistem perladangan gulir balik masyarakat Dayak Iban Sungai Utik. Foto Dok. Rifki Sungkar/SITH ITB.Belajar Memahami Api dalam Sistem Perladangan Masyarakat Dayak Iban Sungai Utik
    In IPTEK
    Selasa, 1 September 2026
  • Karhutla di lahan gambut. Foto Dok. Walhi.Ribuan Titik Api di Lahan Gambut dan Konsesi, Walhi: Bukti Negara Gagal Memaksa Korporasi Bertanggung Jawab
    In Lingkungan
    Senin, 31 Agustus 2026
  • Erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatra utara, 31 Agustus 2026 pukul 11.19. Foto Dok. Magma Indonesia.Gunung Sinabung Berstatus Siaga, PVMBG: Dimungkinkan Terjadi Erupsi Lebih Besar
    In Bencana
    Senin, 31 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media