Jumat, 3 April 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Tak Hanya Lumpur Lapindo, Semua Permukaan Bumi Mengandung Logam Tanah Jarang

Kandungan logam tanah jarang dalam lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur rupanya punya nilai ekonomi tinggi. Logam itu menjadi bahan campuran untuk membuat pesawat dan baterai mobil listrik.

Senin, 31 Januari 2022
A A
Lumpur Lapindo Sidoarjo, Jawa Timur. Foto Facebook Lumpur Lapindo Sidoarjo.

Lumpur Lapindo Sidoarjo, Jawa Timur. Foto Facebook Lumpur Lapindo Sidoarjo.

Share on FacebookShare on Twitter

“Saya juga diminta Dinas Lingkungan Hidup Jawa Timur untuk menilai apakah yang dikemukakan pihak karang taruna tersebut benar,” ungkapnya.

Proses eksplorasi logam tanah jarang dilakukan karang taruna dengan mengambil lumpur Lapindo yang sudah kering. Kemudian diberi pemanas seperti kompor dan diamati logam yang terdapat di dalamnya. Hasil pengamatan menunjukan satu kilogram tanah lumpur Lapindo terdapat lebih dari 100 gram logam tanah jarang.

“Jadi setelah dipanaskan dan diteliti, ternyata logamnya memang banyak di dalam lumpur Lapindo tersebut,” tutupnya.

Logam tanah jarang dikandung di semua permukaan bumi

Rupanya, tak hanya lumpur Lapindo saja yang mengandung logam tanah jarang. Melainkan dikandung di seluruh permukaan bumi. Namun kadar kandungannya berbeda-beda. Kemunculan logam tanah jarang sangat tergantung dari proses pembentukan batuan karena setiap daerah memiliki konsentrasi yang berbeda.

“Kami tak bisa menentukan kandungan logam tanah jarang yang terbilang tinggi atau rendah di wilayah mana. Harus melalui analisis unsur kandungan yang ada di dalam tanah,” ungkap Ganden.

Kemunculan logam tanah jarang di lumpur lapindo Sidoarjo dimungkinkan karena kandungan scandium dan litium di daerah itu lebih tinggi dibandingkan daerah lain. Selain itu, juga lantaran logam dari bawah permukaan bumi naik ke atas melalui pusat semburan lumpur Lapindo.

Baca Juga: Pelarangan Ekspor Batu Bara Bukan Solusi, Harus Percepat Transisi Energi Terbarukan

“Artinya, logam tanah jarang tidak terbentuk secara tiba-tiba. Logam tersebut memang sudah ada di situ,” jelasnya.

Tak heran, lumpur Lapindo tidak dibuang sepenuhnya ke Sungai Porong. Namun lebih banyak disimpan di dalam tanggul karena potensi logam tanah jarang yang terdapat di dalamnya.

“Karena mereka tahu, lumpur Lapindo memiliki logam tanah jarang yang bernilai tinggi,” kata Ganden. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: baterai mobil listrikKementerian ESDMlitiumlogam tanah jaranglumpur Lapindo SidoarjoscandiumUnair

Editor

Next Post
Makanan bergizi. Foto ugm.ac.id.

Begini Cara Memilih Makanan yang Aman Ala Pakar Gizi

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media