Minggu, 1 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Tak Hanya Lumpur Lapindo, Semua Permukaan Bumi Mengandung Logam Tanah Jarang

Kandungan logam tanah jarang dalam lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur rupanya punya nilai ekonomi tinggi. Logam itu menjadi bahan campuran untuk membuat pesawat dan baterai mobil listrik.

Senin, 31 Januari 2022
A A
Lumpur Lapindo Sidoarjo, Jawa Timur. Foto Facebook Lumpur Lapindo Sidoarjo.

Lumpur Lapindo Sidoarjo, Jawa Timur. Foto Facebook Lumpur Lapindo Sidoarjo.

Share on FacebookShare on Twitter

“Saya juga diminta Dinas Lingkungan Hidup Jawa Timur untuk menilai apakah yang dikemukakan pihak karang taruna tersebut benar,” ungkapnya.

Proses eksplorasi logam tanah jarang dilakukan karang taruna dengan mengambil lumpur Lapindo yang sudah kering. Kemudian diberi pemanas seperti kompor dan diamati logam yang terdapat di dalamnya. Hasil pengamatan menunjukan satu kilogram tanah lumpur Lapindo terdapat lebih dari 100 gram logam tanah jarang.

“Jadi setelah dipanaskan dan diteliti, ternyata logamnya memang banyak di dalam lumpur Lapindo tersebut,” tutupnya.

Logam tanah jarang dikandung di semua permukaan bumi

Rupanya, tak hanya lumpur Lapindo saja yang mengandung logam tanah jarang. Melainkan dikandung di seluruh permukaan bumi. Namun kadar kandungannya berbeda-beda. Kemunculan logam tanah jarang sangat tergantung dari proses pembentukan batuan karena setiap daerah memiliki konsentrasi yang berbeda.

“Kami tak bisa menentukan kandungan logam tanah jarang yang terbilang tinggi atau rendah di wilayah mana. Harus melalui analisis unsur kandungan yang ada di dalam tanah,” ungkap Ganden.

Kemunculan logam tanah jarang di lumpur lapindo Sidoarjo dimungkinkan karena kandungan scandium dan litium di daerah itu lebih tinggi dibandingkan daerah lain. Selain itu, juga lantaran logam dari bawah permukaan bumi naik ke atas melalui pusat semburan lumpur Lapindo.

Baca Juga: Pelarangan Ekspor Batu Bara Bukan Solusi, Harus Percepat Transisi Energi Terbarukan

“Artinya, logam tanah jarang tidak terbentuk secara tiba-tiba. Logam tersebut memang sudah ada di situ,” jelasnya.

Tak heran, lumpur Lapindo tidak dibuang sepenuhnya ke Sungai Porong. Namun lebih banyak disimpan di dalam tanggul karena potensi logam tanah jarang yang terdapat di dalamnya.

“Karena mereka tahu, lumpur Lapindo memiliki logam tanah jarang yang bernilai tinggi,” kata Ganden. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: baterai mobil listrikKementerian ESDMlitiumlogam tanah jaranglumpur Lapindo SidoarjoscandiumUnair

Editor

Next Post
Makanan bergizi. Foto ugm.ac.id.

Begini Cara Memilih Makanan yang Aman Ala Pakar Gizi

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi mekanisme terbentuknya bencana longsoran di wilayah Kabupaten Bandung Barat. Ilustrasi Imam Achmad Sadisun/ITB.Begini Mekanisme Aliran Lumpur Saat Longsor Bandung Barat
    In IPTEK
    Jumat, 30 Januari 2026
  • Tiga petani di Pino Raya di Bengkulu Selatan dikriminalisasi. Foto Dok. Walhi.Petani Korban Penembakan di Pino Raya Dikriminalisasi
    In News
    Kamis, 29 Januari 2026
  • Kawasan Kabupaten Bandung Barat yang terdampak longsor. Foto KLH/BPLH.Longsor Bandung Barat, KLH Sebut Ada Kerapuhan pada Struktur Tutupan Lahan
    In Lingkungan
    Kamis, 29 Januari 2026
  • Pakar Gempa Bumi UGM, Gayatri Indah Marliyani. Foto researchgate.net.Gayatri Marliyani, Kemungkinan Aktivitas Sesar Opak Akibat Tekanan dari Gempa Pacitan
    In Sosok
    Rabu, 28 Januari 2026
  • Proses operasi modifikasi cuaca (OMC). Foto Dok. BMKG.BMKG Bantah Operasi Modifikasi Cuaca Jadi Pemicu Ketidakstabilan Cuaca
    In News
    Rabu, 28 Januari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media