Selasa, 12 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Tambang, Limbah dan Hilir Mudik Kapal Tongkang Ancam Ekosistem Ikan Kerapu Raja Ampat

Perlindungan ekosistem laut seperti di Raja Ampat adalah investasi jangka panjang bagi keberlanjutan ekonomi dan sosial masyarakat.

Selasa, 1 Juli 2025
A A
Ilustrasi ikan kerapu. Foto webherper/pixabay.com.

Ilustrasi ikan kerapu. Foto webherper/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

“Dampak fisik lainnya seperti perubahan morfologi dasar laut akibat pengerukan, serta fragmentasi habitat, juga mengganggu pola migrasi ikan dan memperburuk keberlanjutan perikanan,” tutur dia.

Dietriech menjelaskan, kualitas air yang memburuk akibat limbah tambang dan perubahan parameter lingkungan, seperti suhu dan salinitas, secara tidak langsung ikut memengaruhi kelangsungan hidup ikan kerapu. Hilangnya terumbu karang dan lamun akan mengganggu rantai makanan alami, mengancam pertumbuhan benih dan kerapu muda.

Baca juga: Jatam Tegaskan Proyek Baterai Kendaraan Listrik di Halmahera Bukan Solusi, Tapi Ecocide

Dalam budi daya, kualitas air yang menurun menyebabkan stres pada ikan, meningkatkan risiko penyakit, hingga kematian massal.

“Ini jelas merugikan secara ekonomi dan mengancam ketahanan pangan masyarakat pesisir,” imbuh dia.

Gangguan dari lalu lintas laut kapal tambang juga disebut menjadi masalah. Kapal-kapal besar dapat merusak alat tangkap nelayan, memicu kebisingan yang mengganggu migrasi ikan, serta meningkatkan risiko pencemaran akibat tumpahan minyak. Konflik ruang antara aktivitas industri dan perikanan tradisional pun tak terhindarkan.

Perlindungan ekosistem laut seperti di Raja Ampat adalah investasi jangka panjang bagi keberlanjutan ekonomi dan sosial masyarakat. Raja Ampat bukan hanya destinasi wisata dan pusat produksi kerapu dunia, tapi juga simbol penting dari upaya manusia menjaga keseimbangan antara konservasi dan pemanfaatan sumber daya alam. [WLC02]

Sumber: IPB University

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: aktivitas pertambanganikan kerapuIPB UniversityRaja Ampat

Editor

Next Post
Ilustrasi kebakaran hutan. Foto Geralt/pixabay.com.

Koalisi Masyarakat Sipil Desak Cabut Gugatan Hukum terhadap Ahli Lingkungan

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi ,krisis air bersih. Foto Andres_maura_ph/Pixabay.com.Pemerintah Harus Antisipasi Krisis Sampah dan Air Bersih Dampak Godzilla El Niño 2026
    In Lingkungan
    Senin, 11 Mei 2026
  • Ilustrasi tikus pembawa virus. Foto Sipa/Pixabay.com.Mengenal Virus Hanta Tipe HFRS di Indonesia dan Tipe HPS di Kapal Pesiar
    In Rehat
    Senin, 11 Mei 2026
  • Tim SAR gabungan membawa kantong jenazah korban erupsi gunung api Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, 10 Mei 2026. Foto Basarnas.Pendakian Gunung Dukono Ditutup April 2026, Tiga Pendaki Tewas Mei 2026
    In Traveling
    Minggu, 10 Mei 2026
  • Suasana salah satu tempat pembuangan sampah sementara di Kota Yogyakarta. Foto Dok. Forpi Kota YogyakartaKritik Walhi Yogyakarta, PSEL Menyeret Daerah Tergantung pada Pasokan Sampah
    In Lingkungan
    Sabtu, 9 Mei 2026
  • Official trailer film Pesta Babi. Foto Indonesia Baru/YouTube.SIEJ: Larangan Nobar Pesta Babi Sensor Pengungkapan Peminggiran Hak Masyarakat Adat
    In News
    Sabtu, 9 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media