Sabtu, 28 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Tips Pakar Unair Menghadang Omicron dengan Meningkatkan Imunitas

Upaya menghadapi virus Corona varian Omicron yang menular adalah meningkatkan imunitas dalam tubuh. Termasuk disiplin menerapkan protokoler kesehatan.

Minggu, 30 Januari 2022
A A
Ilustrasi pencegahan varian Omicron. Foto Alexandra_Koc/pixabay.com.

Ilustrasi pencegahan varian Omicron. Foto Alexandra_Koc/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Virus Corona varian Omicron disebut punya karakter yang berbeda dibanding pendahulunya, varian Delta. Sebagian besar pasien yang terpapar menunjukkan gejala flu, pilek, batuk, demam, sakit tenggorokan, kelelahan. Sebagian kecil mengalami sesak nafas dan diare.

Apa yang dilakukan virus Corona varian Omicron saat masuk ke dalam tubuh?

Koordinator Peminatan S-2 Pemberdayaan Perempuan Pascasarjana Universitas Airlangga (Unair), Andriyanto menjelaskan saat masuk ke dalam tubuh, virus Corona varian Omicron akan mencari pelekatan sel yang memiliki protein. Namun sel berprotein itu tidak beroksigen atau mengalami radang alias inflamasi.

“Jadi perlu menciptakan kondisi tubuh supaya beroksigen agar tidak tertular atau bertambah parah,” kata Andriyanto dalam Airlangga Forum yang diadakan Sekolah Pascasarjana Unair bertema “Mengelola Imunitas Masyarakat Menghadapi Omicron” sebagaimana dilansir dari laman unair.ac,id, Selasa, 25 Januari 2022.

Baca Juga: PTM 100 Persen, Ini Persiapan Anak Jelang Vaksinasi Covid-19

Lantas mengapa varian Omicron harus diwaspadai?

Koordinator Program Studi S-2 Magister Imunologi Sekolah Pascasarjana Unair, Prof. Theresia Indah Budhy S menambakan, varian Omicron memiliki mutasi lebih banyak dibandingkan varian Delta. Pasien yang terpapar varian Omicron mempunyai gejalanya lebih ringan, tidak seperti varian Delta.

Namun harus tetap diwaspadai karena varian Omicron punya kemampuan menyebar lebih cepat dari varian sebelumnya sehingga menjadikan varian Omicron lebih berbahaya.

“Yang namanya virus Sarcov-2 belum dinyatakan hilang dan terus bermutasi. Ini berbahaya bagi mereka yang sistem imunnya rendah dan memiliki risiko tinggi,” jelas Theresia.

Cara meningkatkan imunitas tubuh

Ilustrasi bahagia. Foto fancycrave1/pixabay.com.
Ilustrasi bahagia. Foto fancycrave1/pixabay.com.

Pertama, mengonsumsi zat gizi agar menjadikan sel tersebut beroksigen, seperti antioksidan. Dalam ilmu gizi, antioksidan itu hanya empat dan tidak boleh lebih atau kurang, yaitu vitamin A, C, E, dan selenium.

Kedua, makan makanan yang mengandung antiinflamasi, yakni yang mengandung Omega 3. Sedangkan Omega 3 paling banyak ada di dalam ikan laut.

“Dianjurkan lebih banyak mengonsumsi ikan laut dibandingkan daging-dagingan,” kata Andriyanto.

Ketiga, menikmati makanan dengan pikiran yang bahagia (enjoy your food) karena suasana psikis yang baik akan meningkatkan imunitas seseorang.

Baca Juga: Pasien Omicron Bergejala Ringan Tak Perlu Dirawat Rumah Sakit

Keempat, istirahat atau tidur cukup, yaitu 6 – 8 jam sehari karena metabolisme tubuh saat tidur akan optimal.

Kelima, berjemur dan olahraga ringan di tempat terbuka dan terkena sinar matahari pagi sekitar pukul 06.30-08.30 selama 15-20 menit.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: antiinflamasidemamimunitasOmega 3Omicronsakit tenggorokanUnairvarian Deltavirus Corona

Editor

Next Post
Pelepasliaran Elang Ular Bido di Gunungkidul. Foto menlhk.go.id.

Dua Raptor Dilepasliarkan di Gunungkidul, Lima Satwa Dievakuasi dari Rumah Bupati Langkat

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media