Jumat, 25 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Tornado Pertama, 493 Rumah Warga Kabupaten Bandung Rusak

Rabu, 21 Februari 2024
A A
Pohon tumbang dampak dari angin puting beliung di Sumedang, Jawa Barat, 21 Februari 2024. Foto Dok. BPBD Sumedang.

Pohon tumbang dampak dari angin puting beliung di Sumedang, Jawa Barat, 21 Februari 2024. Foto Dok. BPBD Sumedang.

Share on FacebookShare on Twitter

Tornado Pertama Kali

Pakar Klimatologi BRIN, Erma Yulihastin menjelaskan, bahwa bencana angin puting beliung yang terjadi di Bandung sebenarnya adalah tornado. Pernyataan Erma mendasarkan pada ciri-ciri tornado yang berbeda dengan puting beliung. Bahwa tornado punya skala kekuatan angin lebih tinggi dan radius lebih luas dengan kecepatan angin minimal 70 km/jam.

“Dalam kajian kami di BRIN, angin putting beliung terkuat 56 km/jam,” kata Erma dalam akun X-nya, @EYulihastin pada 21 Februari 2024.

Selain itu durasi puting beliun yang biasa terjadi di Indonesia hanya sekitar 5-10 menit. Durasi itu sudah masuk kategori sangat lama. Sedangkan kasus yang tidak biasa ketika putting beliung terjadi dalam durasi 20 menit di Cimenyan pada 2021.

Terkait tornado di Rancaekek, Erma dan tim peneliti BRIN akan melakukan rekonstruksi dan investigasi. Kronologi melalui rekaman foto dan video dari masyarakat dinilai cukup membantu mendokumentasikan fenomena alam yang disebutnya extreme event itu.

“Extreme event ini adalah tornado yang pertama (di Indonesia),” kata Erma. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: angin puting beliungangin tornadoBNPBBPBD BandungBPBD SumedangTornado Rancaekek

Editor

Next Post
Penampakan volcanic glow saat Gunung Marapi kembali meletus, 29 Februari 2024. Foto Dok. PVMBG.

Akhir Februari, Marapi Meletus ke-60 Kali

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media