Sabtu, 26 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Ubi Kayu Berpotensi Jadi Pengganti Tepung Terigu Impor

Komoditas ini berpotensi diolah menjadi produk olahan makanan berbasis karbohidrat berupa makanan pokok maupun makanan ringan atau camilan.

Rabu, 29 Oktober 2025
A A
Tepung mocaf dari olahan ubi kayu. Foto Dok. IKBIS.

Tepung mocaf dari olahan ubi kayu. Foto Dok. IKBIS.

Share on FacebookShare on Twitter

Tapioka juga dibutuhkan pada dunia industri, antara lain berupa bahan dasar gula cair, pengental, maupun perekat pada industri tekstil dan kertas.

Baca juga: Walhi Pastikan Target Iklim Second NDC Indonesia Semu, Gagal Menjawab Keadilan Iklim

Meski demikian, Joko mengingatkan kandungan bahaya sianida (HCN) yang terdapat dalam ubi kayu. Aturannya, singkong yang memiliki kadar asam sianida di bawah 50 mg/kg, aman untuk dikonsumsi secara langsung.

“Ubi kayu pahit biasanya memiliki kandungan HCN di atas 50 mg/kg. Biasanya tidak dikonsumsi langsung dan digunakan sebagai bahan baku industri seperti gaplek, pati, tepung, dan bioetanol,” jelas dia.

Masyarakat dapat memanfaatkan ubi kayu untuk diolah dalam beberapa kondisi. Seperti ubi kayu segar baik dengan atau tanpa kulit, ubi kayu setelah dikeringkan atau gaplek, tepung, serta tapioka.

Baca juga: Hutan Ulu Masen di Aceh Jadi Lokasi Riset Aksi Atasi Konflik Gajah dan Manusia

Dalam keadaan segar, masyarakat dapat memanfaatkan ubi kayu menjadi beragam olahan makanan tradisional. Sebut saja, lemet, getuk, rengginang, kue mangkok, wingko, brownis, tape, keripik, hingga mie ubi kayu.

Dalam kondisi setelah pengeringan atau disebut gaplek, ubi kayu setelah dikomposit dengan beberapa tepung lain dapat dimanfaatkan dalam pembuatan beras analog.

Selain produk olahan pangan, Joko mengungkap, ubi kayu berpotensi dikembangkan pada sektor industri lain, seperti pakan ternak dan bioetanol. Dengan pengolahan dan pemanfaatan yang tepat, ubi kayu bisa menjadi sumber daya unggulan daerah sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

Ubi kayu menjadi salah satu komoditas pangan strategis beberapa daerah di Indonesia. Pada 2023, produksi nasional ubi kayu tercatat 16,76 juta ton dengan kontribusi signifikan dari Daerah Istimewa Yogyakarta sebesar 1,07 juta ton. [WLC02]

Sumber: BRIN

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: BRINtepung mocaftepung teriguubi kayu

Editor

Next Post
Tongkang pengangkut batubara di perairan Sungai Mahakam. Foto Dok Wanaloka.com.

Masyarakat Sipil Tolak AZEC, Solusi Palsu Perpanjang Ketergantungan Energi Fosil

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media