Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Ular Gadung Berbisa Tapi Tak Berbahaya

Ular ini bisa beradaptasi dengan lingkungannya sehingga merupakan predator ulung yang nyaris tak terdeteksi mangsa maupun pemangsa.

Jumat, 4 April 2025
A A
Ular gadung di Pulau Bawean. Foto Dok. BBKSDA Jatim.

Ular gadung di Pulau Bawean. Foto Dok. BBKSDA Jatim.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Di tengah kerimbunan hutan tropis, seutas bayangan hijau merayap perlahan di antara dedaunan. Hampir tak terlihat, tubuhnya yang ramping dan lentur bergerak anggun, menyatu sempurna dengan rimbunnya pepohonan. Itulah Ahaetulla prasina, ular gadung, sang penyusup senyap di dunia dedaunan.

Saat melakukan kegiatan herping di Pulau Bawean, sebuah keberuntungan menemukan seekor ular gadung yang melingkar di antara ranting-ranting semak belukar. Malam itu, udara terasa lembab dan suara serangga menggema di antara pepohonan.

Dengan senter di tangan, tim mengamati bagaimana reptil anggun ini bergerak perlahan. Sesekali diam membatu, menunggu waktu yang tepat untuk menyerang mangsa.

Baca juga: Hari Pertama hingga Ketiga Usai Lebaran, Gunung Marapi Kembali Erupsi

Pengendali Ekosistem Hutan Ahlu Muda Balai Besar KSDA Jawa Timur, Fajar Dwi Nur Aji menjelaskan, ular gadung dikenal sebagai salah satu ahli kamuflase terbaik di antara reptil. Tubuhnya yang panjang dan ramping, berwarna hijau terang, serta moncong meruncing yang khas, ular ini tampak seperti ranting hidup yang bergoyang pelan di antara daun yang tertiup angin. Adaptasi luar biasa ini menjadikannya predator ulung yang nyaris tak terdeteksi mangsa maupun pemangsa.

Saat malam tiba dan keheningan menyelimuti hutan, mata tajamnya yang berwarna keemasan mulai berburu. Dengan gerakan lambat namun penuh perhitungan, ular gadung mengandalkan penglihatannya yang tajam untuk menangkap kadal kecil, burung, dan bahkan katak pohon yang lengah. Meskipun berbisa lemah, gigitan ular ini cukup efektif untuk melumpuhkan mangsanya sebelum ditelan secara perlahan.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BBKSDA JatimPulau Baweanular gadung

Editor

Next Post
Ilustrasi tanaman kopi. Foto mciriaco/pixabay.com.

Kisah Petani Kopi Cibulao, Dari Penjarah hingga Penjaga Hutan

Discussion about this post

TERKINI

  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
  • Pantomimer Wanggi Hoed melakukan aksi pertunjukan untuk memprotes ekspor monyet ekor panjang pada Hari Primata Interasional di Titik Nol Kota Yogyakarta, 2 september 2026. Foto Dok. Forum United For Primates .Petisi untuk Pemerintah Indonesia: Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang untuk Penelitian!
    In News
    Rabu, 2 September 2026
  • Konferensi pers PCS 2026 bertema “Dekolonisasi Konservasi: Menegaskan Kedaulatan Rakyat atas Pengetahuan dan Tata Kelola Keanekaragaman Hayati di Indonesia” di GIK UGM, 1 September 2026. Foto Dok. PCS 2026.PCS 2026: Menjaga Keanekaragaman Hayati Tak Bisa Lepas dari Menjaga Masyarakat Adat
    In News
    Rabu, 2 September 2026
  • Ladang padi aktif dan hutan dalam satu lanskap sebagai gambaran sistem perladangan gulir balik masyarakat Dayak Iban Sungai Utik. Foto Dok. Rifki Sungkar/SITH ITB.Belajar Memahami Api dalam Sistem Perladangan Masyarakat Dayak Iban Sungai Utik
    In IPTEK
    Selasa, 1 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media