Kamis, 23 Juli 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Ular Gadung Berbisa Tapi Tak Berbahaya

Ular ini bisa beradaptasi dengan lingkungannya sehingga merupakan predator ulung yang nyaris tak terdeteksi mangsa maupun pemangsa.

Jumat, 4 April 2025
A A
Ular gadung di Pulau Bawean. Foto Dok. BBKSDA Jatim.

Ular gadung di Pulau Bawean. Foto Dok. BBKSDA Jatim.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Di tengah kerimbunan hutan tropis, seutas bayangan hijau merayap perlahan di antara dedaunan. Hampir tak terlihat, tubuhnya yang ramping dan lentur bergerak anggun, menyatu sempurna dengan rimbunnya pepohonan. Itulah Ahaetulla prasina, ular gadung, sang penyusup senyap di dunia dedaunan.

Saat melakukan kegiatan herping di Pulau Bawean, sebuah keberuntungan menemukan seekor ular gadung yang melingkar di antara ranting-ranting semak belukar. Malam itu, udara terasa lembab dan suara serangga menggema di antara pepohonan.

Dengan senter di tangan, tim mengamati bagaimana reptil anggun ini bergerak perlahan. Sesekali diam membatu, menunggu waktu yang tepat untuk menyerang mangsa.

Baca juga: Hari Pertama hingga Ketiga Usai Lebaran, Gunung Marapi Kembali Erupsi

Pengendali Ekosistem Hutan Ahlu Muda Balai Besar KSDA Jawa Timur, Fajar Dwi Nur Aji menjelaskan, ular gadung dikenal sebagai salah satu ahli kamuflase terbaik di antara reptil. Tubuhnya yang panjang dan ramping, berwarna hijau terang, serta moncong meruncing yang khas, ular ini tampak seperti ranting hidup yang bergoyang pelan di antara daun yang tertiup angin. Adaptasi luar biasa ini menjadikannya predator ulung yang nyaris tak terdeteksi mangsa maupun pemangsa.

Saat malam tiba dan keheningan menyelimuti hutan, mata tajamnya yang berwarna keemasan mulai berburu. Dengan gerakan lambat namun penuh perhitungan, ular gadung mengandalkan penglihatannya yang tajam untuk menangkap kadal kecil, burung, dan bahkan katak pohon yang lengah. Meskipun berbisa lemah, gigitan ular ini cukup efektif untuk melumpuhkan mangsanya sebelum ditelan secara perlahan.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BBKSDA JatimPulau Baweanular gadung

Editor

Next Post
Ilustrasi tanaman kopi. Foto mciriaco/pixabay.com.

Kisah Petani Kopi Cibulao, Dari Penjarah hingga Penjaga Hutan

Discussion about this post

TERKINI

  • Penampakan permukaan peraran Danau Toba di Sumatra Utara. Foto Thiadon/Pixabay.com.Penurunan Muka Air Danau Toba Pasca 1984 Ekstrem, Mengapa?
    In Rehat
    Rabu, 22 Juli 2026
  • Dampak diberlakukannya penutupan TPA Piyungan mulai 23 Juli hingga 5 September, sejumlah tumpukan sampah mulai terlihat di Kota Yogyakarta. Foto Forpi Kota Yogyakarta.Proyek PSEL Yogyakarta Ditunda, Mengapa Konsorsium Pemenang Tender Sudah Diumumkan?
    In News
    Selasa, 21 Juli 2026
  • Ilustrasi regenerasi pohon. Foto Agnieszka/Pixabay.com.Mekanisme Regenerasi Pohon dan Nilai Spiritual Ekologis dalam Al-Qur’an
    In IPTEK
    Senin, 20 Juli 2026
  • Kebakaran di TPA Benowo di Surabaya, 19 Juli 2026. Foto Dok. DKPKP Surabaya.TPA Benowo Terbakar, Risiko Sistem Pemrosesan Sampah Open Dumping
    In Bencana
    Senin, 20 Juli 2026
  • Mengenal orangutan tapanuli. Foto Dok PPID Kemenlhk.Survei Terbaru Populasi Orangutan Sumatera dan Tapanuli Jadi Pijakan Kebijakan Konservasi
    In News
    Sabtu, 18 Juli 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media