Jumat, 30 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Ular Gadung Berbisa Tapi Tak Berbahaya

Ular ini bisa beradaptasi dengan lingkungannya sehingga merupakan predator ulung yang nyaris tak terdeteksi mangsa maupun pemangsa.

Jumat, 4 April 2025
A A
Ular gadung di Pulau Bawean. Foto Dok. BBKSDA Jatim.

Ular gadung di Pulau Bawean. Foto Dok. BBKSDA Jatim.

Share on FacebookShare on Twitter

Namun ular gadung bukanlah ancaman bagi manusia. Bisa yang dimilikinya hanya bersifat lemah dan tidak berbahaya bagi manusia dewasa. Hanya saja, stigma terhadap ular sering kali membuat spesies ini diburu atau dibunuh, meskipun sebenarnya ia memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan.

Baca juga: Nurhabli Ridwan, Peduli Konservasi Sejak Ikut Pramuka

Di balik keindahannya, ular gadung menghadapi tantangan besar. Hilangnya habitat akibat deforestasi dan perubahan iklim menjadi ancaman nyata bagi kelangsungan hidupnya. Hutan yang terus menyusut memaksa spesies ini beradaptasi dengan lingkungan yang semakin terbatas, bahkan kadang ditemukan di area perkotaan atau pemukiman manusia.

Memahami keberadaan ular gadung bukan hanya soal mengenali keunikan spesies ini, tetapi juga tentang bagaimana kita bisa hidup berdampingan dengan alam tanpa merusaknya. Sebab, di setiap helai daun yang bergoyang dan setiap bayangan hijau yang melintas di antara ranting, ada kisah keajaiban evolusi yang terus bertahan dari generasi ke generasi.

Dalam keheningan hutan yang masih terjaga, Ahaetulla prasina tetap melanjutkan perjalanannya, menyelinap di antara daun-daun, menjadi bagian dari simfoni liar yang menghidupi ekosistem tropis. Dan selagi hutan masih berdiri tegak, ia akan terus ada. Sang pengelana hijau yang menjaga keseimbangan alam dengan cara yang hanya bisa ia pahami. [WLC02]

Sumber: KSDAE Kementerian Kehutanan

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: BBKSDA JatimPulau Baweanular gadung

Editor

Next Post
Ilustrasi tanaman kopi. Foto mciriaco/pixabay.com.

Kisah Petani Kopi Cibulao, Dari Penjarah hingga Penjaga Hutan

Discussion about this post

TERKINI

  • Episenter gempa 6,4 magnitudo di Laut Banda, Maluku, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Laut Banda Maluku Digoyang Gempa Menengah 6,4 Magnitudo
    In News
    Kamis, 29 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Karhutla 2026, HRWG Tuntut Pemerintah Transparan Soal Data Lahan Terbakar dan Mengusut Pihak Bertanggungjawab
    In Lingkungan
    Senin, 26 Oktober 2026
  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
  • Aktivis Greenpeace Indonesia membentangkan spanduk raksasa di Monumen Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Selasa, 20 Oktober 2026. Foto Greenpeace Indonesia.Dua Tahun Rezim Prabowo, Aktivis Greenpeace Bentangkan Spanduk ‘Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah’
    In News
    Selasa, 20 Oktober 2026
  • Bencana Sumatra. Foto Walhi.Tidak Tetapkan Bencana Sumatra Sebagai Bencana Nasional, Prabowo Digugat
    In News
    Senin, 19 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media