Sabtu, 28 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Ulos, Lambang Ikatan Kasih Sayang Masyarakat Batak

Dahulu, tenun ulos hanya digunakan untuk upacara adat. Sekarang bisa dipakai sehari-hari.

Sabtu, 28 Januari 2023
A A
Ulos, kain tenun khas masyarakat Batak, Sumatera Utara. Foto kemenparekraf.go.id.

Ulos, kain tenun khas masyarakat Batak, Sumatera Utara. Foto kemenparekraf.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Ulos memiliki makna mendalam bagi masyakarat Batak di Sumatera Utara. Ulos diumpamakan seperti rotan atau biasa disebut hotang dalam bahasa Batak. Rotan terkenal sebagai bahan pengikat yang sangat kuat. Lantaran itu pula, ulos dilambangkan sebagai ikatan kasih sayang yang kuat dalam hubungan keluarga.

Ulos berbentuk kain yang dibuat dengan cara ditenun. Salah satunya di Galeri Ulos Sianipar dan UKM Bersama merupakan tempat menjual dan proses menenun kain ulos yang berlokasi di daerah Pasar Merah, Medan, Sumatra Utara. Dari galeri menuju rumah tenun membutuhkan waktu untuk berjalan sejauh 150 meter. Di rumah tenun itu, sekitar 150 penenun memproduksi beragam jenis ulos dengan alat tenun yang masih tradisional.

Baca Juga: Tradisi Lo Hei, Angkat Sumpit Isi Yu Sheng Setinggi-tingginya Saat Imlek

Pemilik Galeri Ulos Sianipar, Robert Maruli Tua Sianipar menjelaskan, galeri itu telah berdiri sejak 1992. Galeri Ulos Sianipar menawarkan berbagai jenis kerajinan mulai dari kain ulos, songket, baju, tas, dompet, sandal, sepatu, pernak-pernik, hingga makanan ringan.

Kerajinan tenun ulos juga dilakukan pengrajin di Kampung Silahisabungan Desa Silalahi, Silahisabungan, Dairi, Sumatera Utara. Kerajinan itu telah dibuat secara turun-temurun. Awalnya, mereka membuat ulos untuk upacara adat. Perkembangannya, aneka ulos bisa digunakan dalam kegiatan sehari-hari.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Danau Tobamasyarakat Batakpewarna alamitenun ulosulos

Editor

Next Post
Warga korban banjir menunjukkan bekas ketinggian banjir yang menerjang rumahnya di Jalan Raya Bailang, Lingkungan 1, Kelurahan Bailang, Kecamatan Bunaken, Kota Manado, Sulawesi Utara, Sabtu, 28 Januari 2023. Foto BNPB.

Menewaskan 5 Orang Ini Data Lengkap Banjir dan Longsor di Kota Manado

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media