Baca Juga: Tjong A Fie Mansion, Bangunan Cagar Budaya Tokoh Tionghoa di Medan
Uniknya, para pengrajin mewarnai benang menggunakan pewarna alami yang berasal dari tanaman endemik di sana. Cairan hasil perasan tumbuhan direbus, lalu benang dicelup ke dalamnya berulang-ulang hingga merata dan maksimal.
Pemilihan pewarna alami karena para pengrajin ingin memasarkan ulos-ulos buatannya ke negara-negara yang peduli pelestarian lingkungan. Mereka pun berharap Danau Toba tetap tinggi airnya sehingga tanaman tetap terjaga. Sebab, selama ini pengrajin memanfaatkan pewarna alam dari tanaman yang berada di sekitar Danau Toba. [WLC02]
Sumber: Kemenparekraf
Discussion about this post