Selasa, 3 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Upaya Keluarkan Hutan Hujan Tropis Sumatera TNGL dari Daftar Dalam Bahaya UNESCO

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berupaya memulihkan ekosistem hutan hujan tropis Sumatera merupakan situs warisan dunia hutan hujan tropis yang masuk daftar dalam bahaya UNESCO sejak 2011.

Minggu, 29 Januari 2023
A A
Hutan hujan tropis Sumatera di kawasan ekowisata Tangkahan Kabupaten Langkat, Sumatera Utara yang merupakan bagian Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL). Foto Dok Wanaloka.com.

Hutan hujan tropis Sumatera di kawasan ekowisata Tangkahan Kabupaten Langkat, Sumatera Utara yang merupakan bagian Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL). Foto Dok Wanaloka.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Ini adalah kabar gembira untuk lingkungan terutama ekosistem kawasan hutan hujan tropis, Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) yang sejak 2011 oleh UNESCO dimasukan dalam list of world heritage in danger (situs warisan dunia dalam bahaya), mulai memperlihatkan keberhasilan pemulihan secara alami. Di 2004, UNESCO menetapkan Taman Nasional Gunung Leuser, Taman Nasional Kerinci Seblat dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan sebagai Tropical Rainforest Heritage of Sumatera (TRHS/ Warisan Hutan Hujan Tropis Sumatera).

Sejak masuk daftar dalam bahaya hutan hujan tropis Sumatera, pemerintah dibantu Komite Warisan Dunia menyusun dan melaksanakan rencana aksi dalam rangka upaya mengeluarkan TRHS dari list of world heritage in danger yang dituangkan dalam dokumen Desired State of Conservation for Removal (DSOCR).

Secara berlahan ekosistem hutan hujan tropis Sumatera di TNGL menunjukkan keberhasilan dengan pertumbuhan alami, di antaranya pemulihan alami kawasan hutan di Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Baca Juga: Kolaborasi Teknologi dan Seni Hasilkan Kaki Buatan yang Fleksibel

Kepala Balai Besar TNGL, U. Mamat Rahmat mengungkapkan rahasia keberhasilan pemulihan tersebut dengan menjalin kerja kolaborasi dengan berbagai pihak termasuk masyarakat di sekitar TNGL yang membentang dari Provinsi Aceh hingga Sumatera Utara.

Hasilnya, ekosistem di hutan kawasan TNGL bertumbuh secara alami.

“Terlihat dari peningkatan tutupan lahan, banyaknya tanda-tanda satwa baru, tidak ada pembangunan jalan baru serta tidak ada pertambangan dalam kawasan,” tutur Mamat Rahmat dalam forum diskusi yang diikuti Dubes/Wakil Delegasi Tetap Indonesia untuk UNESCO, Ismunandar, Sekjen Kementerian LHK sekaligus Plt Dirjen Kawasan Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Bambang Hendroyono, dan Direktur Pengelolaan Kawasan Konservasi, Jefry Susyafrianto yang digelar di Bukit Lawang, Langkat pada Jumat, 27 Januari 2023.

Baca Juga: Risnawati Utami: Jangan Menganggap Difabel Berbeda, Anggaplah Setara

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: ekosistem hutanhutan hujan tropis SumateraTaman Nasional Bukit Barisan SelatanTaman Nasional Gunung LeuserTaman Nasional Kerinci SeblatTropical Rainforest Heritage of SumateraUNESCOwarisan dunia hutan hujan tropis

Editor

Next Post
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati tengah menjelaskan potensi karhutla pada musim kemarau 2023. Foto bmkg.go.id.

April-Mei 2023 Mulai Kemarau, Waspada Kebakaran Hutan dan Lahan Gambut

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi hujan lebat. Foto Bru-nO/pixabay.com.BMKG Pantau Tiga Bibit Siklon Tropis, Waspada Cuaca Ekstrem
    In News
    Selasa, 3 Maret 2026
  • Gempa bumi M 6,4 mengguncang Aceh dan Sumatra Utara, 3 Maret 2026. Foto BMKG.Aceh dan Sumut Diguncang Gempa Bumi Magnitudo 6,4
    In Bencana
    Selasa, 3 Maret 2026
  • Gerhana bulan total hari ini Kamis, 8 November 2022, dapat disaksikan dari seluruh wilayah Indonesia. Foto tangkap layar Twitter BMKG.Tanggal 3 Maret 2026, Puncak Gerhana Bulan Total Mulai Pukul 18.03 WIB
    In News
    Selasa, 3 Maret 2026
  • Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB UNiversity, Prof. Etty Riani. Foto CRPG Indonesia/youtube.Etty Riani, Yang Berpotensi Masuk Dalam Darah adalah Nanoplastik, Bukan Mikroplastik
    In Sosok
    Senin, 2 Maret 2026
  • Ilustrasi parfum dari kemenyan. Foto Dok. BRIN.Memaksimalkan Potensi Kemenyan, Kapur Barus dan Cengkeh Menjadi Parfum
    In IPTEK
    Senin, 2 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media