Jumat, 16 Januari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Update Banjir Bandang dan Longsor di Sumatra Utara, Korban Tewas Capai Puluhan Orang

Kamis, 27 November 2025
A A
Alat berat membersihkan materail ongsor yang dipicu cuacaekstrem di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatra Utara, 27 November 2025. Foto BPBD Humbang Hasundutan.

Alat berat membersihkan materail ongsor yang dipicu cuacaekstrem di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatra Utara, 27 November 2025. Foto BPBD Humbang Hasundutan.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Peristiwa banjir bandang dan longsor di Sumatra Utara meluas dan belum surut. Sebelumnya, bencana hidrometeorologi itu menerjang banyak wilayah di Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Kota Padang Sidempuan, dan Mandailing Natal. Berdasarkan pembaruan informasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir bandang juga terjadi di Kabupaten Humbang Hasundutan, Deli Serdang, serta Pakpak Bharat.

Kabupaten Humbang Hasundutan

Banjir bandang melanda Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. Peristiwa tersebut dipicu oleh curah hujan yang tinggi disertai angin kencang, sehingga aliran air meluap dan menghanyutkan material dalam volume besar.

Musibah ini melanda wilayah Kecamatan Pakkat, tepatnya di Desa Panggugunan, Selasa, 25 November 2025 sekitar pukul 18.00 WIB. Arus banjir bandang yang datang secara tiba-tiba membuat warga tidak sempat menyelamatkan diri maupun harta benda mereka, sehingga menimbulkan korban jiwa dan kerusakan fasilitas pemukiman.

Lima orang ditemukan tewas akibat terseret banjir bandang, sementara empat lainnya belum ditemukan. Selain itu, 7 orang mengalami luka berat dan 2 lainnya luka ringan atas peristiwa ini. Sementara bencana tanah longsor menyebabkan dua orang mengalami luka berat.

Baca juga: Darurat Cuaca Ekstrem di Sumatra Barat, 13 Wilayah Terdampak dan 12 Warga Tewas

Seluruh korban luka-luka ini telah dievakuasi dan menjalani perawatan intensif di RSUD Doloksanggul. Operasi pencarian dan evakuasi kembali dilanjutkan, Kamis, 27 November 2025, dengan dukungan penuh tim gabungan.

Selain korban jiwa dan luka-luka, kerusakan material juga cukup signifikan. Enam rumah mengalami rusak berat, satu fasilitas ibadah rusak ringan, serta satu akses jalan tertutup material longsoran akibat banjir bandang.

Di lokasi longsor, sekitar sebelas titik akses jalan terputus, sementara saluran, jembatan, dan tembok penahan tanah mengalami kerusakan dan masih dalam proses pendataan lebih lanjut. Lahan pertanian warga turut terdampak, memberikan tekanan tambahan bagi masyarakat yang menggantungkan hidup pada hasil tani.

Bencana banjir bandang ini terjadi di Kecamatan Pakkat, tepatnya di Kelurahan Panggugunan. Sementara tanah longsor teridentifikasi berdampak ke sejumlah wilayah meliputi Desa Sampean di Kecamatan Doloksanggul, Desa Parbotihan, Sihikkit, Sampetua dan Janji Nagodang di Kecamatan Onan Ganjang, Desa Aek Sopang di Kecamatan Pakkat dan Desa Janji Hutanapa di Kecamatan Parlilitan.

“Cuaca ekstrem atas dampak dari fenomena siklon tropis Senyar menjadi faktor utama yang memicu pergerakan tanah dan aliran banjir bandang tersebut,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari dalam rilis tertulis, Kamis, 27 November 2025.

Baca juga: Aceh Dikepung Banjir, Simeulue Diguncang Gempa 6,5 M

Sejak kejadian, tim gabungan telah bergerak cepat melakukan evakuasi korban, pembersihan material longsoran, serta pembukaan akses jalan dengan bantuan alat berat seperti eskavator dan backhoe loader. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial juga mendirikan dapur umum dan menyiapkan tempat pengungsian sementara di rumah penduduk. Upaya pencarian korban hilang tetap dilanjutkan dengan mengutamakan keselamatan petugas mengingat kondisi medan yang berat.

Kabupaten Deli Serdang

Banjir di Kabupaten Deli Serdang juga merendam permukiman warga dan areal persawahan. Curah hujan tinggi yang terjadi secara terus-menerus diperparah pasangnya air laut, sehingga ketinggian air mencapai sekitar 20 hingga 60 sentimeter. Peristiwa banjir ini terjadi Rabu, 26 November 2025, sekitar pukul 15.15 WIB.

Kondisi terkini, genangan air masih bertahan di sejumlah titik dengan ketinggian mencapai 20 hingga 60 sentimeter. Hingga kini belum ada tanda-tanda air mulai surut, sehingga pemerintah daerah tetap siaga dan terus melakukan pemantauan lanjutan untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas.

Banjir tersebut melanda dua kecamatan, yakni Kecamatan Hamparan Perak di Desa Paluh Kurau, serta Kecamatan Labuhan Deli di Desa Karang Gading. Kedua wilayah ini menjadi titik konsentrasi genangan air yang merendam rumah warga, fasilitas umum, serta area pertanian. Kedalaman air yang terus meningkat membuat sebagian warga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Baca juga: Siklon Tropis 95B Jadi Siklon Tropis Senyar, Siaga Cuaca Ekstrem di Aceh dan Sumatra Utara

Dari hasil pendataan sementara, tercatat 427 kepala keluarga atau sekitar 1.618 jiwa terdampak banjir ini. Rinciannya, Desa Paluh Kurau menyumbang 226 KK dengan 814 jiwa terdampak, sementara Desa Karang Gading mencatat 201 KK atau 804 jiwa terdampak.

Sekitar 814 jiwa memilih mengungsi ke masjid Jami’arida dan masjid Al-Falah yang berada di Desa Paluh Kurau. Proses pendataan masih berlangsung mengingat kondisi air yang belum sepenuhnya surut.

Kerugian materiel juga cukup signifikan. Sebanyak 427 unit rumah terendam banjir, diikuti kerusakan pada kurang lebih 1,19 hektare lahan persawahan. Beberapa fasilitas umum turut terdampak, meliputi satu unit fasilitas ibadah, empat unit fasilitas pendidikan, satu unit fasilitas kesehatan, serta satu kantor desa yang mengalami gangguan operasional akibat genangan air.

Sebagai langkah penanganan awal, BPBD Deli Serdang langsung berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk mempercepat proses pendataan dan kaji cepat dampak banjir, termasuk kerusakan lahan pertanian. Pemerintah Kecamatan Hamparan Perak bersama Desa Paluh Kurau juga telah membuka dapur umum di beberapa titik untuk memenuhi kebutuhan pangan warga terdampak dan para pengungsi. Upaya ini dilakukan guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat.

Baca juga: Sanitasi Buruk di Indragiri Hulu, Ratusan Warga ISPA hingga Lima Anak Meninggal Terjangkit Flu Babi

Penanganan banjir melibatkan berbagai unsur, di antaranya TRC BPBD Kabupaten Deli Serdang, pemerintah kecamatan di wilayah terdampak, serta pemerintah desa setempat yang turut membantu proses evakuasi dan distribusi bantuan.

Kabupaten Pakpak Bharat

Di Kabupaten Pakpak Bharat juga dilanda banjir bandang di beberapa lokasi, Selasa, 25 November 2025. Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan aliran air meluap hingga merendam permukiman dan infrastruktur di lima kecamatan. Kondisi tersebut membuat warga tidak sempat melakukan antisipasi, sehingga banjir berlangsung cepat dan menimbulkan dampak yang cukup signifikan.

Wilayah yang terdampak mencakup Kecamatan Salak, Kerajaan, Tinada, Sitellu Tali Urang Julu, dan Sitellu Tali Urang Jehe. Banjir yang melanda secara serentak di sejumlah kecamatan ini menimbulkan gangguan aktivitas masyarakat. Akses transportasi di beberapa titik menjadi terhambat akibat genangan air dan material yang terbawa arus banjir.

Peristiwa ini mengakibatkan satu orang tewas, sementara jumlah korban terdampak lainnya masih dalam proses pendataan. Kerugian material yang tercatat sementara meliputi dua unit rumah mengalami rusak berat dan satu akses jalan rusak serta tidak dapat dilalui secara normal. Kondisi ini menyulitkan proses mobilisasi warga dan petugas menuju lokasi terdampak.

Baca juga: Banjir Bandang dan Longsor Sumatra Utara, Akses ke Tapanuli Tengah dan Sibolga Terisolisir

Sebagai respons awal, BPBD Pakpak Bharat telah menurunkan tim untuk melakukan evakuasi warga dan pendataan kerusakan di seluruh wilayah terdampak. Namun, kondisi medan yang cukup sulit serta akses yang terbatas membuat proses penanganan berlangsung secara bertahap. Situasi ini juga mendorong perlunya dukungan tambahan untuk mempercepat pemulihan.

Sejumlah kebutuhan mendesak telah diidentifikasi, antara lain tambahan personel, logistik, peralatan, alat komunikasi, dan pasokan listrik guna memperkuat penanganan di lapangan. Kebutuhan tersebut penting mengingat cakupan wilayah terdampak yang luas dan keterbatasan sumber daya di lokasi kejadian.

Kabupaten Tapanuli Tengah

Berdasarkan update Kamis, 27 November 2025, pukul 03.45 WIB, banjir masih menggenangi sejumlah titik dengan dampak luas. Peristiwa ini merupakan akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak 17 November 2025 hingga 24 November 2025, sehingga memicu kenaikan debit air, meluapnya aliran sungai, serta longsor di beberapa lokasi.

Banjir melanda 11 kecamatan, yang mencakup 15 kelurahan dan 8 desa. Dari sisi korban, tercatat empat orang tewas, sementara jumlah pengungsi dan korban luka masih dalam pendataan. Banjir ini berdampak pada 1.902 kepala keluarga, dengan distribusi terdampak terbesar berada di Kecamatan Kolang sebanyak 1.261 KK, disusul Kecamatan Sarudik 338 KK, Pandan 150 KK, Lumut 78 KK, Barus 65 KK, dan Tukka 10 KK.

Baca juga: Represi Konflik Agraria Meningkat, Tindak Lanjut Pansus Reformasi Agraria dan Peran Presiden Dipertanyakan

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Banjir BandangBanjir dan LongsorBencana SumatraBNPBSumatra Utara

Editor

Next Post
Suasana rapat tingkat menteri membahas bencana hidrometeorologi di tiga provinsi di Sumatra, 27 November 2025. Foto BNPB.

Bencana di Sumatra, Anggota DPR Desak Presiden Tetapkan Status Bencana Nasional

Discussion about this post

TERKINI

  • WHO Goodwill Ambassador for Leprosy Elimination, Yohei Sasakawa dan Menkes Budi Gunadi Sadikin berkunjung ke Sampang, Madura dalam program eliminasi kusta, 8 Juli 2025. Foto Dok. Kemenkes.Jangan Takut Periksa Kusta, Sepekan Usai Diobati Tak Menular Lagi
    In Rehat
    Kamis, 15 Januari 2026
  • Penampakan huntara dari kayu hanyutan di Aceh. Foto Dok. Rumah Zakat.Kayu Hanyutan Jadi Huntara, Biar Penyintas Aceh Tak Terlalu Lama Hidup di Tenda
    In Rehat
    Kamis, 15 Januari 2026
  • Ilustrasi penyakit kulit. Foto Miller_Eszter/pixabay.comPrevalensi Penderita Kusta di DIY Terendah, Tapi Tiap Bulan Ada Pasien Baru
    In Rehat
    Rabu, 14 Januari 2026
  • KKP mempersiapkan pengiriman 159 ton bantuan ke lokasi bencana Sumatra, 13 Januari 2026. Foto KKP.Legislator Kritik Seremonial Bantuan Menteri di Aceh, Puluhan Kampung Masih Terisolasi
    In News
    Rabu, 14 Januari 2026
  • Ilustrasi makanan kaleng. Foto MabelAmber/pixabay.com.Jangan Sepelekan Kemasan Kaleng Makanan yang Penyok, Gembung dan Berkarat
    In IPTEK
    Selasa, 13 Januari 2026
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media