Kerusakan material juga cukup signifikan. Sebanyak 1.902 unit rumah terdampak, 1 unit fasilitas ibadah rusak, dan 4 unit fasilitas pendidikan terdampak, ditambah rusaknya beberapa sarana infrastruktur yang menghambat mobilitas warga dan aktivitas ekonomi.
Di lapangan, BPBD Tapanuli Tengah bersama TNI, Polri, Dinas Sosial, Satpol PP, aparat kecamatan, serta perangkat desa/kelurahan terus melakukan penanganan darurat. Petugas membantu evakuasi warga, mengamankan barang-barang berharga, mengatur arus lalu lintas di titik genangan, membersihkan material longsor menggunakan alat berat, mendirikan tenda pengungsian, dan menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat terdampak.
Kabupaten Tapanuli Utara
Banjir di wilayah Kabupaten Tapanuli Utara tercatat mulai surut di sejumlah titik, namun hujan deras kembali terjadi pada Rabu siang, 26 November 2025, sehingga potensi kenaikan debit air masih tinggi.
Di Kecamatan Purbatua, Tarutung, dan Siatas Barita, tinggi muka air telah turun menjadi sekitar 30 cm, namun akses utama Aeksiansimun–Siandor Andor masih putus akibat ambles sepanjang 20 meter, sementara dua jembatan belum dapat difungsikan. Total 69 KK masih tercatat terdampak banjir dan proses pendataan lanjutan terus dilakukan oleh petugas bersama pemerintah kecamatan.
Baca juga: Hujan Lebat Dua Hari Lebih, Empat Kabupaten di Sumatra Utara Diterjang Banjir dan Longsor
Selain itu, bencana longsor yang meluas di lima kecamatan masih berlangsung hingga Kamis pagi, 27 November 2025. Material longsoran menutup sejumlah ruas jalan di 11 desa, memutus akses utama menuju beberapa permukiman dan 19 KK mengungsi. Longsor juga menyebabkan 3 orang tewas, 5 orang hilang, serta 4 unit rumah tertimbun. Jalur alternatif Pangaribuan–Silantom menjadi satu-satunya rute yang dapat digunakan setelah sebagian ruas jalan utama tidak dapat dilalui.
Upaya penanganan dilakukan secara paralel oleh BPBD Tapanuli Utara bersama unsur TNI, Polri, Dinas PUTR, Dinas Perhubungan, kecamatan, desa, dan relawan. Pembersihan material longsor dikerahkan menggunakan alat berat, sementara TRC BPBD menurunkan perahu fiber untuk evakuasi di wilayah banjir. Di tengah proses ini, pemadaman listrik total menyebabkan komunikasi menjadi sangat terbatas, menyulitkan koordinasi dan mobilisasi peralatan ke lokasi terdampak.
Sebagai dasar percepatan penanganan, pemerintah daerah telah menetapkan Status Tanggap Darurat selama 14 hari, mulai 25 November hingga 9 Desember 2025 melalui SK Bupati Nomor 552 Tahun 2025. Petugas di lapangan kini fokus membuka akses darat yang terputus, melanjutkan pendataan kerusakan, serta memastikan jalur logistik tetap tersedia untuk masyarakat terdampak.
Kabupaten Tapanuli Selatan
Dampak banjir dan longsor di Kabupaten Tapanuli Selatan masih meluas dan penanganan di lapangan terus berlangsung. Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang kembali turun sepanjang hari membuat ketinggian air di sejumlah wilayah tetap signifikan dan proses evakuasi serta pendataan belum selesai.
Wilayah terdampak kini mencakup 11 kecamatan, dengan 5 desa dan 2 kelurahan mengalami gangguan serius terhadap akses permukiman, infrastruktur, serta aktivitas warga.
Baca juga: Akhir Pencarian 11 Korban Longsor Banjarnegara di Bawah Ancaman Tanah Bergerak
Di Kecamatan Angkola Sangkunur, tinggi muka air tercatat mencapai 162 cm, sedangkan di Kecamatan Batang Angkola berada pada 10–20 cm. Sementara kecamatan lainnya masih dalam proses pendataan kondisi lapangan.
Dampak terhadap penduduk tercatat sangat signifikan. Hingga pembaruan ini dirilis, 15 orang tewas, 58 mengalami luka-luka, sementara data korban hilang masih dihimpun. Sekitar 3.000 kepala keluarga mengungsi dan jumlahnya diperkirakan masih bertambah.
Kerusakan materiel meliputi 12 rumah rusak berat, 6 rumah rusak sedang, 312 rumah rusak ringan, serta 1 fasilitas pendidikan terdampak, dengan penyebaran kerusakan dominan pada kawasan yang berada dekat aliran sungai dan permukiman rawan longsor.
BPBD Tapanuli Selatan telah melakukan asesmen di lokasi terdampak serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur pendukung, termasuk TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Basarnas, dan relawan.
Di tengah kondisi yang belum stabil, kebutuhan mendesak telah diinventarisasi, antara lain 3.000 paket sembako, 200 family kit, 200 kitchen kit, 5 tenda pengungsi, 50 tenda keluarga, 500 kasur lipat selimut, 5 perahu karet, 10 chainsaw, 100 paket alat kebersihan, serta 500 porsi makanan siap saji untuk mendukung pengungsian dan pemulihan awal.
Status tanggap darurat ditetapkan selama 14 hari, mulai Selasa, 25 November 2025 untuk proses percepatan penanganan. Sementara proses administrasi surat keputusan bupati masih berjalan. Dengan cuaca yang masih tidak stabil dan risiko bencana susulan belum menurun, masyarakat diimbau tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
Baca juga: Etty Riani, Timbunan Limbah Cangkang Kerang Hijau Terkontaminasi Logam Berat
Kota Padang Sidempuan
Beralih ke Kota Padang Sidempuan, perkembangan terkini dampak banjir yang semakin luas di tiga kecamatan. Satu korban hilang terseret arus sungai sehingga proses pencarian terus dilakukan tim SAR.
Wilayah terdampak meliputi tujuh kelurahan yang tersebar di Kecamatan Padang Sidempuan Selatan, Kecamatan Padang Sidempuan Utara serta Kecamatan Padang Sidempuan Hutaimbaru. Jumlah warga terdampak tercatat mencapai 240 KK atau 870 jiwa, dengan konsentrasi tertinggi di Kelurahan Ujung Padang dan Kelurahan Sabungan yang masing-masing mencatat 80 KK atau 300 jiwa.
Kerusakan materil masih dalam proses pendataan, namun laporan awal menunjukkan 240 unit rumah dan satu fasilitas ibadah terdampak banjir. Di lapangan, BPBD Kota Padang Sidempuan terus melakukan asesmen, memperingatkan masyarakat terkait potensi banjir lanjutan, serta mengaktifkan posko utama di Kantor Wali Kota. Sejumlah lokasi seperti Kelurahan Hanopan, Sabungan, Ujung Padang, Sidangkal, dan Losung telah dijadikan titik pengungsian dan dapur umum.
Kabupaten Mandailing Natal
Kondisi banjir terkini di Kabupaten Mandailing Natal masih belum surut dan terus memberikan dampak signifikan terhadap akses wilayah serta pemukiman warga. Sejumlah titik masih terendam, termasuk Desa Muara Batang Angkola di Kecamatan Siabu. Hingga Rabu, 26 November 2025, tinggi genangan masih mencapai satu meter.
Baca juga: Sumatra Barat Jadi Role Model Sistem Satu Data Bencana yang Sensitif Gender
Di Kecamatan Hutabargot, kondisi infrastruktur belum pulih sepenuhnya. Jembatan Huta Bargot hanya dapat diakses kendaraan roda dua, sehingga mobilisasi logistik dan bantuan menjadi terbatas.
Operasi pencarian korban hilang masih berlangsung, sementara evakuasi pohon tumbang telah selesai dilakukan sehingga akses jalan kembali normal. Kebutuhan mendesak yang saat ini teridentifikasi antara lain bahan pangan, gas, minyak goreng, sayur, telor, tomat, serta dukungan dapur umum untuk memastikan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.
Banjir ini terjadi pada Minggu, 23 November 2025, setelah hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan anak Sungai Aek Dolok dan aliran air di kawasan Desa Sayurmaincat meluap dan menggenangi permukiman serta lahan persawahan. Dampaknya kemudian meluas ke berbagai wilayah yang berada di daerah aliran sungai.
Hingga saat ini, banjir di 9 kecamatan dengan total 23 desa terdampak. Data terdampak mencatat 776 kepala keluarga dengan konsentrasi terbesar berada di Desa Lubuk Kapundung II (250 KK), Lubuk Kapundung I (200 KK), dan Desa Hutarimbaru (70 KK).
Sementara Kecamatan Panyabungan Barat menambahkan 20 KK dalam daftar warga terdampak. Kerusakan yang teridentifikasi meliputi 776 unit rumah, 14 unit rumah rusak berat, 1 fasilitas pendidikan terdampak, 1 jembatan rusak, serta 85 hektare lahan pertanian yang ikut terendam air.
“BNPB mengimbau masyarakat di wilayah rawan banjir dan longsor untuk selalu waspada,” kata Muhari.
Masyarakat diminta segera mengevakuasi diri ke lokasi aman jika terdampak, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta memanfaatkan posko pengungsian dan dapur umum yang telah disiapkan oleh BPBD bersama TNI, Polri, dan relawan. Selalu jaga kebersihan dan kesehatan, hindari genangan air banjir, serta terus pantau informasi terbaru dari sumber resmi untuk keselamatan diri dan keluarga. [WLC02]







Discussion about this post