Kamis, 17 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Usai Tak Digunakan, Kantong Kemasan Casspa Pouch Bisa Jadi Pupuk

Casspa Pouch juga diharapkan dapat menekan angka limbah plastik di Indonesia yang semakin mengkhawatirkan dan tidak ditangani dengan pengelolaan sampah yang baik.

Selasa, 6 Agustus 2024
A A
Tim PKM-K UGM mengembangkan kantong kemasan yang bisa didaur ulang, Casspa Pouch. Foto Dok. UGM.

Tim PKM-K UGM mengembangkan kantong kemasan yang bisa didaur ulang, Casspa Pouch. Foto Dok. UGM.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Sekelompok mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Kewirausahaan (PKM-K) berhasil mengembangkan kantong kemasan daur ulang (pouch biodegradable) yang berbahan dasar limbah padi dan kulit singkong menjadi alternatif kemasan ramah lingkungan. Selain ramah lingkungan, wadah ini efektif untuk mengurangi sampah plastik. Mereka memberi nama dengan Casspa Pouch.

Casspa Pouch merupakan inovasi kemasan standing pouch ramah lingkungan yang dapat memaksimalkan nilai ekonomi pertanian karena dibuat dengan memanfaatkan limbah kulit singkong dan limbah padi. Selain itu, Casspa Pouch juga diharapkan dapat menekan angka limbah plastik di Indonesia yang semakin mengkhawatirkan dan tidak ditangani dengan pengelolaan sampah yang baik.

“Casspa Pouch bisa didaur ulang, tidak menyebabkan penumpukan sampah dan kerusakan lingkungan,” kata salah satu anggota tim, Mutiara Dewi pada 5 Agustus 2024.

Baca Juga: Green Hercules, Patung Robot dari Besi Tua untuk Kurangi Emisi CO2

Ia menjelaskan, limbah kulit singkong dan limbah padi memiliki unsur yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman dan meningkatkan kesuburan tanah. Jadi Casspa Pouch dapat dimanfaatkan menjadi pupuk atau media tanam setelah tidak lagi digunakan untuk memaksimalkan nilai guna produk.

Selain ramah lingkungan, kantong dibuat dengan desain yang unik. Ada handle pada kemasan sehingga lebih fleksibel, nyaman, mudah digunakan, dan mudah dibawa konsumen. Tidak hanya itu, kantong Casspa Pouch juga menawarkan jasa desain stiker yang dapat ditempelkan pada kemasan serta dapat memenuhi permintaan penambahan dekorasi pita pada kemasan.

Keunggulan lainnya, menurut Mutiara, Casspa Pouch memiliki ketahanan pada air dan minyak karena adanya penambahan dan pelapisan bioplastik pada kertas yang terbuat dari sekam padi.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: kantong kemasan Casspa Pouchkesuburan tanahlimbah kulit singkonglimbah padiPKM-K UGM

Editor

Next Post
Ilustrasi pencairan es di kutub akibat perubahan iklim. Foto makabera/pixabay.com.

Forum Guru Besar ITB Sebut Perubahan Iklim Makin Parah Didominasi Aktivitas Manusia

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media