Kamis, 20 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Usai Tak Digunakan, Kantong Kemasan Casspa Pouch Bisa Jadi Pupuk

Casspa Pouch juga diharapkan dapat menekan angka limbah plastik di Indonesia yang semakin mengkhawatirkan dan tidak ditangani dengan pengelolaan sampah yang baik.

Selasa, 6 Agustus 2024
A A
Tim PKM-K UGM mengembangkan kantong kemasan yang bisa didaur ulang, Casspa Pouch. Foto Dok. UGM.

Tim PKM-K UGM mengembangkan kantong kemasan yang bisa didaur ulang, Casspa Pouch. Foto Dok. UGM.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Sekelompok mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Kewirausahaan (PKM-K) berhasil mengembangkan kantong kemasan daur ulang (pouch biodegradable) yang berbahan dasar limbah padi dan kulit singkong menjadi alternatif kemasan ramah lingkungan. Selain ramah lingkungan, wadah ini efektif untuk mengurangi sampah plastik. Mereka memberi nama dengan Casspa Pouch.

Casspa Pouch merupakan inovasi kemasan standing pouch ramah lingkungan yang dapat memaksimalkan nilai ekonomi pertanian karena dibuat dengan memanfaatkan limbah kulit singkong dan limbah padi. Selain itu, Casspa Pouch juga diharapkan dapat menekan angka limbah plastik di Indonesia yang semakin mengkhawatirkan dan tidak ditangani dengan pengelolaan sampah yang baik.

“Casspa Pouch bisa didaur ulang, tidak menyebabkan penumpukan sampah dan kerusakan lingkungan,” kata salah satu anggota tim, Mutiara Dewi pada 5 Agustus 2024.

Baca Juga: Green Hercules, Patung Robot dari Besi Tua untuk Kurangi Emisi CO2

Ia menjelaskan, limbah kulit singkong dan limbah padi memiliki unsur yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman dan meningkatkan kesuburan tanah. Jadi Casspa Pouch dapat dimanfaatkan menjadi pupuk atau media tanam setelah tidak lagi digunakan untuk memaksimalkan nilai guna produk.

Selain ramah lingkungan, kantong dibuat dengan desain yang unik. Ada handle pada kemasan sehingga lebih fleksibel, nyaman, mudah digunakan, dan mudah dibawa konsumen. Tidak hanya itu, kantong Casspa Pouch juga menawarkan jasa desain stiker yang dapat ditempelkan pada kemasan serta dapat memenuhi permintaan penambahan dekorasi pita pada kemasan.

Keunggulan lainnya, menurut Mutiara, Casspa Pouch memiliki ketahanan pada air dan minyak karena adanya penambahan dan pelapisan bioplastik pada kertas yang terbuat dari sekam padi.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: kantong kemasan Casspa Pouchkesuburan tanahlimbah kulit singkonglimbah padiPKM-K UGM

Editor

Next Post
Ilustrasi pencairan es di kutub akibat perubahan iklim. Foto makabera/pixabay.com.

Forum Guru Besar ITB Sebut Perubahan Iklim Makin Parah Didominasi Aktivitas Manusia

Discussion about this post

TERKINI

  • Diskusi dan pemutaran film Film dokumenter “Jejak Kolonial di Hutan Jawaˮ dalam Festival Udin 2026, 15 Agustus 2026. (Dok. Festival Udin 2026)Co-firing Biomassa dari Proyek Bioenergi Kayu di Jawa Korbankan Ekosistem Hutan dan Masyarakat
    In Lingkungan
    Selasa, 18 Agustus 2026
  • Upacara rakyat di Kendeng, Kabupaten Pati, 17 Agustus 2026. (Foto Istimewa)Upacara Rakyat di Kendeng Dihadiri Warga dan Petani yang Melawan Penambangan Karst
    In News
    Senin, 17 Agustus 2026
  • Upacara peringatan kemerdekaan RI oleh warga Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri di lahan pertaniannya, 17 Agustus 2026. (Foto Istimewa)Warga Pracimantoro: Kami Bukan Melawan Pembangunan, Kami Menjaga Kehidupan
    In News
    Senin, 17 Agustus 2026
  • Ilustrasi gerhana matahari total. Foto Dok. BMKG.Masyarakat Indonesia Bisa Saksikan Fase Gerhana Matahari Total 12 Agustus di Kanal NASA
    In News
    Minggu, 9 Agustus 2026
  • Bencana ekologis di Sumatra. Foto Walhi.Deklarasi Desk Disaster Walhi: Hentikan Narasi “Bencana Alam” untuk Menghapus Tanggung Jawab
    In Lingkungan
    Rabu, 5 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media