Sabtu, 26 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Varietas Padi IPB 11S Bepe Cocok Ditanam di Lahan Dekat Pantai

Produksi padi nasional masih terfokus pada lahan sawah irigasi, padahal, tantangan di lahan sawah bertambah dengan makin luasnya konversi lahan serta perubahan iklim.

Sabtu, 26 Juli 2025
A A
Varietas padi IPB 11S Bepe yang cocok ditanam di lahan dekat pantai. Foto IPB University.

Varietas padi IPB 11S Bepe yang cocok ditanam di lahan dekat pantai. Foto IPB University.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – IPB University bekerja sama dengan Kementerian Pertanian (Kementan) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali meluncurkan varietas padi sawah yang toleran terhadap salinitas (kadar garam). Varietas unggul baru (VUB) ini dinamai IPB 11S Bepe yang diresmikan dalam acara Launching Hasil Penelitian Unggulan, Selasa, 22 Juli 2025.

Pemulia dari IPB University meliputi Prof. Bambang Sapta Purwoko, Willy Bayuardi Suwarno, Akhmad Hidayatullah, dan Anggita Duhita Anindyajati. Juga Iswari Saraswati Dewi dari BRIN dan almarhumah Heni Safitri dari Kementerian Pertanian.

Keunggulan VUB IPB 11S Bepe adalah rata-rata produktivitas yang mencapai 7,7 ton/ha dengan potensi hasil 11,5 ton/ha dan berumur genjah (111 hari setelah tanam/HST). Perbandingannya saat ini, rata-rata produktivitas padi sawah secara nasional ialah 5,29 ton/ha.

Baca juga: Prasasti Yupa Kerajaan Kutai Lebih Tua, Tapi Belum Masuk Memory of the World UNESCO

Terkait ketahanan terhadap hama dan penyakit, Bambang menuturkan, IPB 11S Bepe agak tahan terhadap wereng batang coklat biotipe 1, 2, dan 3. Inovasi ini juga tahan penyakit hawar daun bakteri patotipe III dan agak tahan patotipe IV saat fase vegetatif, agak tahan patotipe III dan tahan patotipe IV saat fase generative. Juga tahan penyakit blas (ras 013) dan agak tahan terhadap 3 ras blas, yaitu ras 041, 053 dan 373.

“Dari segi kualitas gabah dan berasnya, IPB 11S Bepe memiliki rendemen beras pecah kulit 70 persen, rendemen beras giling 63 persen, dan rendemen beras kepala 80 persen. Tekstur nasinya pera dengan kadar amilosa 25 persen,” papar dia.

Padi untuk lahan salin

Latar belakang pengembangan varietas IPB 11S Bepe yang toleran terhadap salinitas (EC 12 dS/m), bermula dari produksi padi nasional yang masih terfokus pada lahan sawah irigasi, terutama di Pulau Jawa dan Bali. Padahal, tantangan di lahan sawah bertambah dengan makin luasnya konversi lahan serta perubahan iklim.

Baca juga: Eka Tarwaca, Konversi Lahan Karet Menjadi Kebun Sawit Keliru dan Berisiko

“Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki garis pantai yang cukup panjang. Sebagian besar lahan pantai itu digunakan untuk produksi padi. Jadi upaya mengembangkan pertanaman padi bisa dilakukan ke lahan-lahan marginal yang potensial untuk produksi pangan,” terang dia.

Masalah salinitas mulai dihadapi petani dekat pantai sehubungan terjadinya intrusi air laut ke pesawahan atau lahan pertanian lainnya akibat peningkatan permukaan air laut dan perubahan iklim. Salinitas juga terjadi di daerah-daerah dengan curah hujan rendah dan saat musim kemarau.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BRINIPB Universitykadar garamlahan pantaivarietas padi IPB 11S Bepe

Editor

Next Post
Banteng Jawa betina lahir di di Pusat Reintroduksi Banteng Jawa Pangandaran, Cagar Alam Pananjung Pangandaran, Jawa Barat, 27 Juli 2025. Foto Dok. Kementerian Kehutanan.

Exploitasia, Banteng Jawa Betina Lahir di Pusat Reintroduksi Banteng Jawa Pangandaran

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media