Sabtu, 28 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Walhi: Waspada, Laporan Sintesis IPCC Membawa Solusi Palsu Krisis Iklim

Negara-negara menyiapkan solusi kebijakan untuk mengurangi dampak perubahan iklim. Namun perlu dikritisi, adakah solusi palsu yang dibawanya?

Sabtu, 25 Maret 2023
A A
Ilustrasi pembukaan hutan untuk pertambangan emas. Foto Mhy/pixabay.com

Ilustrasi pembukaan hutan untuk pertambangan emas. Foto Mhy/pixabay.com

Share on FacebookShare on Twitter

“Justru semakin jauh mengadopsi solusi-solusi palsu. Tak terkecuali pemerintah Indonesia,” tutur Ode.

Dalam berbagai kesempatan, pemerintah Indonesia menyebut peta jalanan transisi energi yang mereka jalankan akan menggunakan produk-produk hilirisasi batu bara, hidrogen, fosil gas, biofuel dan berbagai macam pendekatan co-firing PLTU. Pilihan tersebut akan semakin menjauhkan Indonesia dari upaya untuk menekan emisi GRK.

“Sebaliknya, justru bisa menghasilkan kerusakan lingkungan yang lebih parah. Juga melakukan berbagai pelanggaran HAM dalam praktiknya,” terang Ode.

Baca Juga: Badan Geologi Terbitkan Juknis Pengusulan Geopark

Solusi palsu ini akan lebih mengakomodasi kepentingan oligarki industri fosil dan kelompok pencemar besar yang ingin terus mengekstraksi dan membakar setiap gram batu bara, minyak dan gas terakhir. Sementara masyarakat membutuhkan transisi yang mendesak, adil dan merata menuju energi terbarukan untuk semua.

Walhi pun mengajak untuk mengindahkan pesan mendesak dalam laporan IPCC. Namun tanpa jatuh ke dalam perangkap asumsi bahwa proyek-proyek dan teknologi-teknologi solusi palsu akan membawa perbaikan dari ancaman krisis iklim.

“Proyek-proyek semacam ini justru akan menyebabkan lebih banyak kerusakan lingkungan, perampasan tanah dan pelanggaran hak, terutama pada kelompok rentan. Justru memperburuk krisis iklim, alih-alih menyelesaikannya,” papar Ode. [WLC02]

Sumber: Walhi

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: industri fosilIPCCkerusakan lingkunganpengurangan emisiperubahan iklimSolusi Palsu Krisis IklimWalhi Nasional

Editor

Next Post
Dampak pembukaan jalur tambang di Desa Wadas, pemukiman warga dilanda banjir. Foto Ist.

Dampak Pembukaan Jalur Tambang di Desa Wadas, Pemukiman Warga Dilanda Banjir

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media