Rabu, 12 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Walhi: Waspada, Laporan Sintesis IPCC Membawa Solusi Palsu Krisis Iklim

Negara-negara menyiapkan solusi kebijakan untuk mengurangi dampak perubahan iklim. Namun perlu dikritisi, adakah solusi palsu yang dibawanya?

Sabtu, 25 Maret 2023
A A
Ilustrasi pembukaan hutan untuk pertambangan emas. Foto Mhy/pixabay.com

Ilustrasi pembukaan hutan untuk pertambangan emas. Foto Mhy/pixabay.com

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Nasional menilai alarm peringatan yang kembali digemakan Sintesa Laporan Penilaian keenam (AR6) yang dikeluarkan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) – badan PBB yang bertanggung jawab untuk sains iklim – menunjukkan dampak iklim yang semakin cepat dan keras. Negara-negara berkembang diprediksi akan merasakan dampaknya terlebih dahulu, meskipun akhirnya akan mempengaruhi semua bentuk kehidupan di Bumi.

Laporan terbaru menyarankan untuk dilakukan pengurangan emisi yang cepat dan signifikan dari sumbernya. Sebab infrastruktur bahan bakar fosil yang sudah ada saat ini akan membuat batas kenaikan 1,5 derajat terlampaui.

“Sayangnya, keputusan yang dibuat saat ini bergantung pada solusi-solusi palsu, berbahaya, dan berisiko. Alih-alih transformasi mendalam dan sistemik yang benar-benar dibutuhkan,” kata Deputi Eksternal Walhi Nasional, Ode Rakhman dalam siaran pers Walhi tertanggal 21 Maret 2023.

Baca Juga: Ini Sumber Gempa Dangkal Darat di Kepakisan dan Dieng Wonosobo

Dan solusi palsu tersebut tercantum dalam laporan IPPC. Di satu sisi, IPPC secara jelas menegaskan bahwa hanya melalui pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) yang ekstensif, cepat dan berkelanjutan akan mampu membatasi pemanasan global. Juga memproyeksikan emisi CO2 kumulatif dari infrastruktur bahan bakar fosil yang ada selama ini dan yang sedang direncanakan akan melampui batasan budget karbon untuk 1,5°C.

Namun di sisi lain, laporan tersebut juga masih memasukkan opsi-opsi dari teknologi penghapusan karbondioksida (carbon diaoxide removal), hydrogen, amonia, biofuel dan gas fosil menjadi bagian dari peluang-peluang untuk meningkatkan aksi iklim.

Walhi menengarai opsi-opsi solusi palsu untuk mengatasi perubahan iklim yang ditampilkan secara sentral dalam Laporan IPCC akan mengkhawatirkan. Sebab laporan tersebut akan menjadi pembenaran bagi banyak negara untuk menghindari upaya yang lebih sistematis dan ambisius dalam menekan emisi GRK.

Baca Juga: MoU KLHK dan MA Lindungi LHK dengan Menambah Hakim Lingkungan

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: industri fosilIPCCkerusakan lingkunganpengurangan emisiperubahan iklimSolusi Palsu Krisis IklimWalhi Nasional

Editor

Next Post
Dampak pembukaan jalur tambang di Desa Wadas, pemukiman warga dilanda banjir. Foto Ist.

Dampak Pembukaan Jalur Tambang di Desa Wadas, Pemukiman Warga Dilanda Banjir

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi gerhana matahari total. Foto Dok. BMKG.Masyarakat Indonesia Bisa Saksikan Fase Gerhana Matahari Total 12 Agustus di Kanal NASA
    In News
    Minggu, 9 Agustus 2026
  • Bencana ekologis di Sumatra. Foto Walhi.Deklarasi Desk Disaster Walhi: Hentikan Narasi “Bencana Alam” untuk Menghapus Tanggung Jawab
    In Lingkungan
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Menteri LH M. Jumhur Hidayat dalam Pelatihan Sertifikasi Lingkungan Hidup bagi Hakim Peradilan Umum, Militer, dan Tata Usaha Negara Seluruh Indonesia Angkatan XXIII di Bogor, 3 Agustus 2026. Foto Dok. KLH/BPLH.Menteri Jumhur: Putusan Pengadilan Harus Pulihkan Ekosistem dan Hentikan Perusakan Alam
    In News
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Ilustrasi semangka tanpa biji. Foto Congerdesign/Pixabay.comBudidaya Buah Tanpa Biji Tetap secara Alami
    In IPTEK
    Selasa, 4 Agustus 2026
  • Tongkang pengangkut batubara di perairan Sungai Mahakam. Foto Dok Wanaloka.com.Ribuan Ton Batu Bara Tumpah di Perairan Jepara, BRIN Survei Verifikasi Pencemaran
    In News
    Selasa, 4 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media