Minggu, 29 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Warga Jawa Barat Tagih Janji Pemenuhan Hak Atas Tanah di Kawasan Hutan

Kamis, 12 September 2024
A A
Warga delapan kabupaten di Jawa Barat menagih janji di KLHK, 11 September 2024. Foto Dok. Walhi.

Warga delapan kabupaten di Jawa Barat menagih janji di KLHK, 11 September 2024. Foto Dok. Walhi.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Masyarakat dari delapan kabupaten di Jawa Barat mengajukan pengusulan penyelesaian permukiman dan lahan garapan yang diklaim merupakan kawasan hutan Negara. Masyarakat dari Kabupaten Kuningan, Majalengka, Subang, Karawang, Bogor, Cianjur, Garut, dan Bandung Barat ini mendatangi Kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk menuntut kejelasan nasib mereka pada 11 September 2024.

Pengajuan itu berdasarkan penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2021 yang mengatur penyelesaian penguasaan tanah dalam Kawasan Hutan (PPTKH) Negara yang dilakukan dengan Penataan Kawasan Hutan.

Kasubdit Pengukuhan Kawasan Hutan KLHK, Taufik yang menemui mengatakan, bahwa hanya ada kurang lebih 300 hektar di Jawa Barat yang akan diselesaikan melalui skema pelepasan. Itu pun terdapat kendala birokratis untuk menjawab protes masyarakat tersebut.

Baca Juga: Menikmati Eksplorasi Keanekaragaman Biota Laut Pulau Hoga Malam Hari

Masyarakat kecewa. Sebab data luasan pengusulan dari masyarakat ada sekitar 964 hektare untuk kawasan permukiman mereka. Masyarakat juga mempertanyakan hasil penelitian tim dalam rangka penyelesaian masalah ini yang tidak pernah dibuka secara transparan. Selain itu, masyarakat juga meragukan hasil penelitian komprehensif. Sebab proses penelitian untuk satu kabupaten hanya dilakukan selama dua hari. Meliputi satu hari untuk verifikasi dokumen dan satu hari sisanya untuk verifikasi lapangan.

Menurut Deni Jasmara dari Serikat Hijau Indonesia yang telah lama membersamai masyarakat delapan kabupaten, seharusnya pemerintah dapat menentukan prioritas dan memberikan informasi perkembangan secara berkala kepada masyarakat. Mengingat hingga dua tahun tidak ada kabar sampai sebelum masyarakat mendatangi Kantor KLHK di Jakarta.

“Prioritas dapat dilakukan untuk klasifikasi penyelesaian di atas kawasan hutan produksi atau hutan lindung terlebih dahulu,” kata Deni.

Baca Juga: Menggali Cerita Rakyat di Wilayah IKN untuk Jaga Kontinuitas Budaya Asal

Penyelesaian melalui skema pelepasan setidaknya dapat dilakukan secara cepat di atas kawasan Hutan Produksi yang terdapat di Kabupaten Bogor, Bandung Barat, dan Cianjur.

Manajer Pengakuan Wilayah Kelola Rakyat Eksekutif Nasional Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Ferry Widodo pun mempersoalkan hasil dari penelitian Timdu. Bahwa cara kerja Timdu tidak sesuai dengan ketentuan aturan teknis dalam Permen Nomor 7 Tahun 2021.

”Seharusnya terdapat mekanisme kerja untuk melakukan validasi data ke pemerintah desa dan masyarakat,” kata Ferry yang juga meminta keterbukaan data hasil penelitian dari Timdu untuk masyarakat.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Jawa Baratkawasan hutan negaraKLHKPP 23 Tahun 2021PPTKHWalhi

Editor

Next Post
Iris, anak badak jawa di TNUK. Foto kamera jebak/Dok. PPID KLHK.

Anak Badak Jawa Kepergok Kamera Jebak di Ujung Kulon, Begini Respon Induknya

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media