Jumat, 13 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Anak Badak Jawa Kepergok Kamera Jebak di Ujung Kulon, Begini Respon Induknya

Meskipun badak jawa dapat berkembang biak, bukan berarti habitat dan individu badak jawa aman dari berbagai gangguan.

Kamis, 12 September 2024
A A
Iris, anak badak jawa di TNUK. Foto kamera jebak/Dok. PPID KLHK.

Iris, anak badak jawa di TNUK. Foto kamera jebak/Dok. PPID KLHK.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Satu individu baru badak jawa (Rhinoceros sondaicus) ditemukan di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Banten. Anak badak jawa yang diduga merupakan anakan baru itu bersama induknya terekam kamera jebak yang dipasang dengan metode pemasangan sistematik sampling (cluster) dalam kegiatan Tim Monitoring Badak Jawa 2024.

Lokasi perekaman berada di kamera jebak cluster pada tanggal 7 Mei 2024 pukul 05.50 WIB. Berdasarkan hasil identifikasi tim, anakan badak jawa baru ini diperkirakan berusia 3 hingga 5 bulan berjenis kelamin betina dan diberi identitas ID.094.2024. Belum ada ciri khusus yang telihat dari penampakan badan anak badak jawa tersebut sehingga bisa dikategorikan normal.

Anak badak jaw aitu diidentifikasi lahir dari badak induk Putri (ID.040.2012). Ini merupakan pertama kali Putri membawa anak badak, artinya diindikasikan baru pertama kali melahirkan. Badak Putri memiliki ciri cula batok yang cukup jelas, telinga kanan kiri normal (tidak memiliki bekas luka/cacat), dan ekor normal.

Baca Juga: Warga Jawa Barat Tagih Janji Pemenuhan Hak Atas Tanah di Kawasan Hutan

Respon Putri terhadap kamera jebak terlihat ketika badak berjalan mendekat dan hampir melewati posisi kamera. Namun Putri kemudian berhenti dan berbalik arah menyerang kamera jebak. Dugaan atas respon tersebut karena sensitifitas badak terhadap infra red dan kemungkinan tedapat bau asing dari unit kamera jebak itu sendiri. Selain itu, berdasarkan pengalaman lapangan bahwa induk badak akan lebih agresif ketika membawa anak yang usianya masih kecil sebagai bentuk perlindungan induk kepada anaknya.

Kepala Balai TNUK Ardi Andono mengatakan dengan ditemukannya satu anak badak jawa baru pada 2024 merupakan kabar gembira. Lantaran usaha tim monitoring badak jawa yang bergerak tanpa mengenal lelah dalam mencari dan menempatkan kamera-kamera jebak di hutan setiap bulannya. Juga keberhasilan kebijakan fully protection area terhadap seluruh habitat badak jawa di TNUK sehingga badak jawa dapat berkembangbiak secara alami dengan baik.

Belum tentu aman

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: badak Jawakamera jebakRhinoceros sondaicusTaman Nasional Ujung Kulon

Editor

Next Post
Pencanangan Wanagama Nusantara di IKN, 13 September 2024. Foto PPID KLHK.

IKN Mereplikasi Konsep Rehabilitasi Lahan Kritis Hutan Wanagama di Gunungkidul

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi ikan mati massal. Foto akbarnemati/pixabay.com.Ikan Dewa Mati Massal di Kuningan, Apa Penyebabnya?
    In Rehat
    Kamis, 12 Februari 2026
  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 serukan pelaksanaan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.KPA Kritik Peran Bank Tanah, Menghidupkan Lagi Kepemilikan Tanah Negara Masa Kolonial
    In Lingkungan
    Rabu, 11 Februari 2026
  • MMA dan PPLH LRI sepakat menguatkan peran adat dalam mengelola hutan di Aceh. Foto Dok. IPB University.Kuatkan Kembali Panglima Uteun untuk Jaga Kelestarian Hutan Aceh
    In News
    Rabu, 11 Februari 2026
  • Lokasi pertambangan dekat dengan sebuah danau (L) dan Teluk Weda (R) di Indonesia Timur pada 2023. Foto Climate Rights International.Jatam Tegaskan, Empat Perusahaan Tambang di Maluku Utara Harus Ditindak Tegas, Tak Sekadar Denda
    In Lingkungan
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Ilustrasi sistem saraf pusat manusia yang meliputi otak dan sumsusm tulang belakang. Foto VSRao/pixabay.com.Virus Nipah Menyerang Sistem Saraf Pusat yang Percepat Perburukan Klinis
    In Rehat
    Selasa, 10 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media