Sabtu, 4 Juli 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Menggali Cerita Rakyat di Wilayah IKN untuk Jaga Kontinuitas Budaya Asal

Cerita rakyat di wilayah IKN akan menjadi pijakan dasar, pondasi, serta identitas kebangsaan dalam kearifan lokal yang tertuang dalam cerita rakyat di wilayah tersebut.

Rabu, 11 September 2024
A A
Salah satu prosesi adat Erau di Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur. Foto djkn.kemenkeu.go.id.

Salah satu prosesi adat Erau di Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur. Foto djkn.kemenkeu.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Kepala Pusat Riset Bahasa Sastra dan Komunitas Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Ade Mulyanah menyampaikan, cerita rakyat punya peranan penting untuk menggali berbagai potensi keidentitasan melalui pesan moral atau melihat nilai budayanya. Folklore atau cerita rakyat yang diwariskan secara turun temurun yang merupakan warisan budaya tak benda (intangible cultural heritage) pun menjadi daya tarik bagi banyak orang.

“Melalui penggunaan motif budaya akan menjadi jembatan penting antara masa lalu dan masa kini. Itu untuk menjaga kontinyuitas budaya dalam wilayah IKN sebagai ibukota negara saat ini,” ucap Ade dalam webinar bertema “Identitas Keindonesiaan dalam Cerita Rakyat di Wilayah IKN”, Senin, 9 September 2024.

Ade berharap diskusi itu bisa menggali identitas kebudayaan masyarakat di IKN. Alasan dia, cerita rakyat tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga cerminan nilai, keyakinan, serta pengetahuan yang diturunkan oleh generasi ke generasi. Terlebih, IKN ke depan diklaim akan menjadi kota pintar dunia sebagai ibu kota negara.

Baca Juga: Kaya Ragam Bebatuan, Bangka Belitung Punya Potensi Geowisata

Yang terpenting bagi Ade, cerita rakyat di wilayah IKN akan menjadi pijakan dasar, pondasi, serta identitas kebangsaan dalam kearifan lokal yang tertuang dalam cerita rakyat di wilayah tersebut. Ini bisa menjadi sebuah memori kolektif baru karena banyak hal yang digali dari kearifan lokal tersebut.

Dosen Universitas Mulawarman Samarinda, Syaiful Arifin menguraikan tentang kearifan lokal dalam cerita rakyat di wilayah IKN, yakni rakyat Kutai, Kalimantan Timur.  Ia mengatakan bahwa suku Kutai memiliki cerita rakyat yang masih ada sampai sekarang yaitu mite, legenda, dan dongeng. Mite merupakan cerita rakyat yang menggambarkan kepercayaan atau sesuatu yang diyakini masyarakat masa lalu. Yakni tentang terciptanya atau terwujudnya sesuatu di dunia ini. Contohnya cerita tentang Hantu Urang, Hantu Air, Hantu Belau, Ular Lembu, Lembusuana, dan lain-lain.

Saiful juga menceritakan legenda suku Kutai di antaranya legenda putri Junjung Buih/Putri Karang Melenu, asal mula Danau Lipan, Aji Bidara Putih ngan Jukut Baong, Sungai Masabang, Jukut Pesut, Kuburan Keramat Sungai Kerbau, Asal-usul Suku Balik, Aji Tatin, Nama Kota Balikpapan, dan lain-lain. Ada juga cerita dongeng suku Kutai, di antaranya cerita Pelandok ngan Berok Tunggal, Aji Jawa, dan lain-lain.

Baca Juga: Happy Ferdiansyah, Stop Pelihara Burung Liar!

Dari beberapa cerita rakyat di Kalimantan Timur tersebut, diungkapkan Saiful, dalam kaitannya dengan suku Kutai, memiliki muatan kearifan lokal yang berkaitan dengan organisasi sosial, politik, ekonomi, religi, dan penyebaran suatu wilayah.

Sementara itu, Peneliti PR BSK-BRIN, Riani menjelaskan tentang identitas keindonesiaan dalam cerita rakyat di wilayah IKN. Dia menjelaskan bahwa identitas keindonesiaan merupakan identitas kebangsaan sebagai manifestasi nilai-nilai budaya yang dihasilkan, dikembangkan, dipelihara, dan digunakan, dalam seluruh aspek kehidupan suatu bangsa yang membedakannya dengan bangsa lain.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BRINcerita rakyatfolkkloreIKNKutai Kertanegarawarisan budaya tak benda

Editor

Next Post
Summer course di Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Foto Dok. IPB Universitas

Menikmati Eksplorasi Keanekaragaman Biota Laut Pulau Hoga Malam Hari

Discussion about this post

TERKINI

  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Bentang alam Masyarakat Adat Kasepuhan Pasir Eurih di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten. Komunitas ini mempertahankan sistem zonasi tradisional sebagai dasar pengelolaan wilayah adat yang diwariskan. Foto Dok. WGII.Paradoks Penetapan Taman Nasional, Pengetahuan Hidup Masyarakat Adat Terancam Punah
    In Lingkungan
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Ilustrsi kunang-kunang. Foto Franciscojaviercorador/Pixabay.com.Kunang-Kunang Kian Langka, Tanda Kualitas Lingkungan Menurun
    In IPTEK
    Minggu, 21 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media