Jumat, 30 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Menikmati Eksplorasi Keanekaragaman Biota Laut Pulau Hoga Malam Hari

Di bawah terang bulan purnama, pengunjung menyaksikan keindahan dan keunikan biota laut yang terperangkap di cekungan-cekungan air di ekosistem lamun (seagrass).

Rabu, 11 September 2024
A A
Summer course di Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Foto Dok. IPB Universitas

Summer course di Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Foto Dok. IPB Universitas

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Pulau Hoga merupakan merupakan salah satu dari gugusan Kepulauan Wakatobi yang terletak di sebelah timur Pulau Kaledupa, Sulawesi Tenggara. Pulau ini memiliki keanekaragaman biota laut yang terletak di jantung Coral Triangle Center. Sekaligus menjadi pulau pertama marine site Operation Wallacea. Pulau ini juga menjadi stasiun pembelajaran keanekaragaman laut, khususnya terumbu karang dunia.

IPB University bekerja sama dengan Victoria University of Wellington (VUW), New Zealand mengajak mahasiswa untuk menjelajahi pulau tropis tersebut dan mengeksplorasi keanekaragaman lautnya melalui program summer course. Kegiatan ini diikuti mahasiswa dari IPB University dan VUW sebanyak 13 orang yang berasal dari beberapa negara seperti New Zealand, Amerika Serikat, Sri Lanka, India, dan Indonesia. Sebelumnya telah dilaksanakan tiga kali summer course antara IPB University dan VUW di lokasi ini.

Kegiatan summer course mencakup kuliah lapang mengenai keanekaragaman terumbu karang, ikan karang, lamun, mangrove, dan habitat bentik. Mahasiswa belajar langsung mengenai metode identifikasi terumbu dan ikan karang, menghitung kepadatan, serta analisis data. Mahasiswa secara berpasangan atau dikenal buddy system melakukan snorkeling di beberapa spot penyelaman.

Baca Juga: Menggali Cerita Rakyat di Wilayah IKN untuk Jaga Kontinuitas Budaya Asal

Yang menarik bagi mahasiswa adalah kegiatan seagrass night safari yang merupakan biodiversity exploration pada malam hari. Mahasiswa dilengkapi peralatan booties, senter dan mandi cup (gayung) berjalan dari pinggir pantai menuju tengah laut yang sedang surut. Di bawah terang bulan purnama, mereka menyaksikan keindahan dan keunikan biota laut yang terperangkap di cekungan-cekungan air di ekosistem lamun (seagrass).

“Wow ini keren banget, ini pertama kalinya saya menyaksikan langsung gurita dan ular laut di alam liar,” ujar salah satu peserta summer course.

Dalam safari night tersebut, mereka juga bisa melihat lionfish, flatworms, moray eel, teripang, landak laut dan lainnya. Lamun adalah salah satu habitat penting di pesisir karena menjadi area asuhan, pemijahan, dan makan (nursery, spawning, dan feeding ground) bagi biota-biota laut.

Baca Juga: Kaya Ragam Bebatuan, Bangka Belitung Punya Potensi Geowisata

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Coral Triangle CenterIPB Universitykeanekaragaman biota lautterumbu karangWakatobi

Editor

Next Post
Warga delapan kabupaten di Jawa Barat menagih janji di KLHK, 11 September 2024. Foto Dok. Walhi.

Warga Jawa Barat Tagih Janji Pemenuhan Hak Atas Tanah di Kawasan Hutan

Discussion about this post

TERKINI

  • Episenter gempa 6,4 magnitudo di Laut Banda, Maluku, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Laut Banda Maluku Digoyang Gempa Menengah 6,4 Magnitudo
    In News
    Kamis, 29 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Karhutla 2026, HRWG Tuntut Pemerintah Transparan Soal Data Lahan Terbakar dan Mengusut Pihak Bertanggungjawab
    In Lingkungan
    Senin, 26 Oktober 2026
  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
  • Aktivis Greenpeace Indonesia membentangkan spanduk raksasa di Monumen Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Selasa, 20 Oktober 2026. Foto Greenpeace Indonesia.Dua Tahun Rezim Prabowo, Aktivis Greenpeace Bentangkan Spanduk ‘Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah’
    In News
    Selasa, 20 Oktober 2026
  • Bencana Sumatra. Foto Walhi.Tidak Tetapkan Bencana Sumatra Sebagai Bencana Nasional, Prabowo Digugat
    In News
    Senin, 19 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media