Sabtu, 4 Juli 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Warga Jawa Barat Tagih Janji Pemenuhan Hak Atas Tanah di Kawasan Hutan

Kamis, 12 September 2024
A A
Warga delapan kabupaten di Jawa Barat menagih janji di KLHK, 11 September 2024. Foto Dok. Walhi.

Warga delapan kabupaten di Jawa Barat menagih janji di KLHK, 11 September 2024. Foto Dok. Walhi.

Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga: Kaya Ragam Bebatuan, Bangka Belitung Punya Potensi Geowisata

KLHK tidak serius

Direktur Eksekutif Daerah Walhi Jawa Barat, Wahyudin menuturkan proses yang berjalan tersebut merupakan bukti ketidakseriusan KLHK dalam memfasilitasi rakyatnya. Cenderung ada ketimpangan respon dan fasilitas yang diberikan KLHK kepada perusahaan ketimbang masyarakat. Juga begitu longgar izin kegiatan yang dikeluarkan untuk kepentingan-kepentingan korporasi ketimbang kepentingan masyarakat yang berada di kawasan hutan.

“Masyarakat butuh kepastian, rakyat butuh kejelasan tempat tinggal yang jelas dari Negara. Sudah saatnya pemerintah melalui KLHK menjalankan amanat kebijakan yang tertuang pada kebijakan dalam rangka mensejahterakan rakyat di sekitar kawasan hutan melalui skema PPTKH,” kata Wahyudin.

Pada pertemuan ini, masyarakat hadir untuk meminta keseriusan KLHK dalam menyelesaikan permasalahan yang mereka hadapi. Ada beberapa lokasi desa atau tempat hidup mereka yang dalam historinya telah ada jauh sebelum republik ini berdiri. Bahkan sebagian besar masyarakat tidak menegetahui alasan tempat tinggal dan ruang hidupnya tiba-tiba menjadi kawasan hutan.

Baca Juga: Happy Ferdiansyah, Stop Pelihara Burung Liar!

Secara umum dari data pengusulan yang diajukan masyarakat dari delapan kabupaten di Jawa Barat ini, tanah yang mereka tempati telah mereka rawat dan manfaatkan dalam kurun waktu seminimalnya selama 20 tahun.

Masyarakat menyampaikan harapan dan kepercayaan kepada KLHK untuk dapat bekerja serius untuk menyelesaikan persoalan ini dalam waktu singkat. Masyarakat percaya hal ini akan menjadi capaian dan peninggalan jejak baik Menteri LHK dalam 10 tahun waktu bekerja.

Masyarakat juga berharap persoalan ini dapat diselesaikan sebelum transisi pemerintahan. Sebab mereka khawatir akan terjadi perubahan kebijakan dan perubahan sikap political will dari pergantian pemerintahan ke depan sehingga mengulang semua proses yang telah mereka perjuangkan selama ini. [WLC02]

Sumber: Walhi

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Jawa Baratkawasan hutan negaraKLHKPP 23 Tahun 2021PPTKHWalhi

Editor

Next Post
Iris, anak badak jawa di TNUK. Foto kamera jebak/Dok. PPID KLHK.

Anak Badak Jawa Kepergok Kamera Jebak di Ujung Kulon, Begini Respon Induknya

Discussion about this post

TERKINI

  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Bentang alam Masyarakat Adat Kasepuhan Pasir Eurih di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten. Komunitas ini mempertahankan sistem zonasi tradisional sebagai dasar pengelolaan wilayah adat yang diwariskan. Foto Dok. WGII.Paradoks Penetapan Taman Nasional, Pengetahuan Hidup Masyarakat Adat Terancam Punah
    In Lingkungan
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Ilustrsi kunang-kunang. Foto Franciscojaviercorador/Pixabay.com.Kunang-Kunang Kian Langka, Tanda Kualitas Lingkungan Menurun
    In IPTEK
    Minggu, 21 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media