Kamis, 28 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Waspada, Gempa Bumi Besar di Manila Dapat Pengaruhi Kestabilan PLTN di Kalimantan

Untuk studi kelayakan desain dan perencanaan tapak PLTN harus disiapkan sistem dan mitigasi yang mampu menghadapi potensi ancaman tersebut.

Selasa, 15 April 2025
A A
Ilustrasi reaktor pembangkit listrik tenaga nuklir. Foto distelAPPArath/pixabay.com.

Ilustrasi reaktor pembangkit listrik tenaga nuklir. Foto distelAPPArath/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Jika terjadi gempa besar di Palung Manila, Filipina, maka gelombang tsunami setinggi hingga 0,62 meter diprediksi bakal mencapai Pantai Gosong, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Dan jika terjadi tsunami, maka perubahan tekanan dan arus air laut dapat mempengaruhi kestabilan pipa, kinerja, dan efektivitas sistem pendinginan reaktor Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) yang pertama kali akan dibangun di Pulau Kalimantan.

Hal itu terungkap berdasarkan hasil simulasi riset yang dilakukan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Penelitian yang dimulai sejak 2023 dan direncanakan berlangsung hingga 2025 itu bertujuan untuk menilai sejauh mana potensi ancaman tsunami mempengaruhi kelayakan lokasi pembangunan PLTN. Simulasi dilakukan menggunakan pemodelan numerik dengan data topografi dan batimetri beresolusi tinggi.

Skenario yang digunakan dalam pemodelan adalah gempa bumi berkekuatan magnitudo 9,1 dari zona subduksi Palung Manila yang terbukti secara geologis menunjukkan aktivitas tektonik signifikan. Hasil simulasi menunjukkan gelombang tsunami akan menempuh Laut Cina Selatan dan mencapai Pantai Gosong dalam waktu sekitar 9 jam 10 menit. Sedangkan tinggi gelombang bervariasi antara 0,48 meter hingga 0,62 meter pada titik-titik sekitar lokasi rencana tapak PLTN.

Baca juga: KKP Minta Kapal Perikanan dan Nelayan Dipasang Sistem Pemantauan Kapal

“Ancaman tsunami dari luar zona Indonesia tetap harus diperhitungkan, terutama untuk infrastruktur berisiko tinggi seperti PLTN,” kata Peneliti dari Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika BRIN, Widjo Kongko.

Meskipun tinggi gelombang relatif kecil, risiko kerusakan sistem pendingin dan gangguan operasi bisa terjadi apabila perencanaan desain tidak memperhitungkan skenario terburuk. Sementara PLTN dirancang punya sistem pendingin yang memanfaatkan air laut. Pipa-pipa pendingin dirancang menjangkau laut hingga kedalaman 10 meter dan berjarak sekitar 1,5–2 kilometer dari pantai.

Penelitian menggunakan tujuh domain pemodelan. Meliputi resolusi global, regional, hingga lokal dengan resolusi terdetil 1 meter yang menggabungkan berbagai sumber data mutakhir GEBCO, BATNAS, DEMNAS, hingga survei lapangan menggunakan drone (UAV), GNSS, dan echosounder. Titik tertinggi tsunami ditemukan di sisi barat Pulau Semesak (0,62 m), sementara di utara Gosong berkisar 0,49-0,61 m.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: ancaman tsunamigelombang tsunamiGempa bumiPantai GosongPLTNPulau Kalimantan

Editor

Next Post
Pusat gempa dangkal 5,6 magnitudo di Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Foto tangkap layar Google Earth berdasarkan koordinat episenter gempa BMKG.

Gempa Dangkal 5,6 Magnitudo Guncang Kepulauan Sangihe Sulawesi Utara

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media