Selasa, 29 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Waspada, Libur Lebaran 2025 di DIY Dihantui Cuaca Ekstrem

Rabu, 26 Maret 2025
A A
Susur gua dan river tubing di Gua Pindul, Gunungkidul. Foto Wanaloka.com.

Susur gua dan river tubing di Gua Pindul, Gunungkidul. Foto Wanaloka.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Baca juga: Perubahan Iklim Tahap Kritis, Kekeringan dan Banjir Terus Berlanjut Tiap Tahun

Secara ekonomi, pergerakan manusia dengan tujuan mudik memberikan dampak signifikan berupa perputaran uang yang beredar. Yogyakarta menjadi salah satu destinasi wisata yang banyak diminati kaum pemudik.

“DIY diduga tetap menjadi tujuan favorit pemudik. Terlebih dengan kemudahan akses atau konektivitas yang dapat dijangkau dari berbagai wilayah untuk berwisata,” kata dia.

Beragam pilihan wisata yang bervariasi menjadi pertimbangan wisatawan datang ke Jogja. Berbagai inovasi atraksi dan aktivitas wisata yang sudah dikembangkan pemerintah ataupun pengelola wisata dinilai mampu menggugah wisatawan luar Jogja untuk menikmati serta mendapatkan pengalaman berwisata di Yogyakarta.

Baca juga: Media Berperan Penting Memperkuat dan Mendukung Pengesahan RUU Masyarakat Adat

Beberapa lokasi wisata menawarkan pesona alam, seperti di area Pantai Gunungkidul, area goa bawah tanah, seperti Goa Pindul, Kali Suci dan lainnya, area Gunungapi Purba di Nglanggeran. Lokasi-lokasi tersebut diprediksi akan disasar para wisatawan dari luar yang penasaran ingin melihat secara dekat.

Belum lagi lokasi wisata di wilayah Bantul, seperti pantai Parangtritis dinilai masih menjadi magnet mengundang wisatawan, baik dari DIY dan sekitarnya. Pun dengan wilayah Mangunan dengan keunggulan keteduhan hutan pinus yang masih dapat dijumpai di sana diduga menjadi alternatif baru bagi wisatawan yang sudah jenuh dengan daya tarik lainnya.

“Di wilayah Yogyakarta bagian barat, khususnya sekitar kawasan Menoreh Kulon Progo. Mereka pun tak kalah menawarkan pesona serta aktivitas yang berbeda dengan lokasi lainnya. Didukung beragam tempat kuliner dan belanja yang tersebar di desa-desa wisata bisa menjadi pilihan para wisatawan pemudik untuk datang,” terang dia.

Baca juga: Daftar Taman Nasional yang Tutup Sementara Saat Libur Lebaran 2025

Destha mengakui kehadiran media sosial selama ini cukup mempengaruhi keinginan para wisatawan. Tampilan-tampilan melalui media sosial selama ini menggugah rasa penasaran dan memotivasi pemudik untuk datang ke lokasi wisata.

“Di lokasi mereka bisa berkuliner walaupun sekedar berfoto, semua itu  tidak lain akibat dari pengaruh media sosial. Seiring dengan viralnya sebuah destinasi ataupun lokasi kuliner tentu mendorong kuat wisatawan luar Jogja untuk ingin mencicipi dan menikmati,” imbuh dia. [WLC02]

Sumber: UGM

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Cuaca Ekstremlibur LebaranPuspar UGMwisata di DIY

Editor

Next Post
Konpers tentang Peringatan Cuaca dan Gelombang Tinggi dalam Peninjauan Arus Mudik Lebaran 2025 di Pos Terpadu Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, 26 Maret 2025. Foto BMKG.

Air Pasang Naik Saat Penyeberangan Arus Mudik Merak – Bakauheni

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media