Jumat, 14 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Waspada, Libur Lebaran 2025 di DIY Dihantui Cuaca Ekstrem

Rabu, 26 Maret 2025
A A
Susur gua dan river tubing di Gua Pindul, Gunungkidul. Foto Wanaloka.com.

Susur gua dan river tubing di Gua Pindul, Gunungkidul. Foto Wanaloka.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Libur lebaran 2025 di wilayah DIY masih dihantui ancaman cuaca ekstrem. Melansir informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY, risiko cuaca ekstrem diprediksi akan mengalami penurunan pada 10 hari pertama April 2025.

“BMKG DIY memprediksi cuaca ekstrem di wilayah Yogyakarta masih akan berlangsung hingga April 2025. Cuaca ekstrem ini dapat berupa hujan lebat, petir, dan angin kencang,” kata Peneliti Pusat Studi Pariwisata (Puspar) UGM, Destha Titi Raharjana, Rabu, 19 Maret 2025.

Menurut Destha, pemerintah dan pengelola wisata perlu melakukan upaya-upaya preventif dalam menyambut suasana lebaran di tengah musim hujan. Seperti memastikan tidak terjadi genangan air dan tumpukan sampah selama masa lebaran, serta mengantisipasi berbagai kemungkinan kerusakan akibat bencana angin kencang dan lain-lain. Juga secara berkala dilakukan pemeriksaan terhadap kondisi pohon sebagai upaya mengurangi terjadinya resiko bencana.

Baca juga: Kasus TBC Peringkat Kedua Dunia, UGM Kembangkan Deteksi Dini Berbasis AI

“Jika turun hujan lebat dan lama, maka harus bisa dipastikan air tidak tersumbat, tidak ada timbunan sampah karena beberapa waktu terakhir Kota Yogyakarta diterpa persoalan ini,” ucap Destha.

Ia berpandangan perlu contingency plan yang harus disiapkan pemerintah dan pihak pengelola wisata agar ketika terjadi sesuatu yang tidak dikehendaki, para pengunjung wisata akan cepat terkondisikan. Komunikasi dengan pihak terkait, baik dari sektor keamanan dan kesehatan menjadi keharusan yang perlu dijalin untuk mendukung kenyamanan dan keselamatan wisatawan.

Destha mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Sleman yang telah memiliki aplikasi Sistem Informasi Sleman Tangguh Bencana (SIMANTAB). Melalui aplikasi ini diinformasikan berbagai pelaporan bencana, informasi kebencanaan, peringatan dini, dan berbagai menu lainnya di dalamnya.

Baca juga: Bayu Dwi Apri, Kenaikan Suhu Bumi Ancaman Ketahanan Pangan Nasional

Sementara di tingkat desa, Pengelola Desa Wisata “Dewi Mulia” Srimulyo Bantul berinisiatif menggagas aplikasi yang dimanfaatkan sebagai early warning system. Prototype aplikasi ini telah dicoba dan diterapkan di Kaligawe. Melalui aplikasi ini mampu memantau ketinggian muka air sungai.

“Aplikasi ini digagas dalam rangka mengantisipasi dampak banjir yang mengancam bantaran sungai, khususnya wisata berbasis Sungai. Jadi langkah antisipatif pengamanan area bantaran sungai dapat diambil sebelum terjadi dampak merugikan,” jelas dia.

Wisata alam jadi jujugan libur lebaran

Selama libur lebaran tahun ini, diperkirakan 1,05 juta – 1,1 juta wisatawan bakal mengunjungi berbagai destinasi wisata di DIY. Angka prediksi tersebut mengacu pada proyeksi kenaikan pergerakan wisatawan sebesar 9 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah tersebut bisa menjadi peluang peningkatan ekonomi cukup besar bagi pengelola wisata dan pemerintah daerah yang mulai mempersiapkan diri menghadapi peningkatan kunjungan wisatawan.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Cuaca Ekstremlibur LebaranPuspar UGMwisata di DIY

Editor

Next Post
Konpers tentang Peringatan Cuaca dan Gelombang Tinggi dalam Peninjauan Arus Mudik Lebaran 2025 di Pos Terpadu Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, 26 Maret 2025. Foto BMKG.

Air Pasang Naik Saat Penyeberangan Arus Mudik Merak – Bakauheni

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi gerhana matahari total. Foto Dok. BMKG.Masyarakat Indonesia Bisa Saksikan Fase Gerhana Matahari Total 12 Agustus di Kanal NASA
    In News
    Minggu, 9 Agustus 2026
  • Bencana ekologis di Sumatra. Foto Walhi.Deklarasi Desk Disaster Walhi: Hentikan Narasi “Bencana Alam” untuk Menghapus Tanggung Jawab
    In Lingkungan
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Menteri LH M. Jumhur Hidayat dalam Pelatihan Sertifikasi Lingkungan Hidup bagi Hakim Peradilan Umum, Militer, dan Tata Usaha Negara Seluruh Indonesia Angkatan XXIII di Bogor, 3 Agustus 2026. Foto Dok. KLH/BPLH.Menteri Jumhur: Putusan Pengadilan Harus Pulihkan Ekosistem dan Hentikan Perusakan Alam
    In News
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Ilustrasi semangka tanpa biji. Foto Congerdesign/Pixabay.comBudidaya Buah Tanpa Biji Tetap secara Alami
    In IPTEK
    Selasa, 4 Agustus 2026
  • Tongkang pengangkut batubara di perairan Sungai Mahakam. Foto Dok Wanaloka.com.Ribuan Ton Batu Bara Tumpah di Perairan Jepara, BRIN Survei Verifikasi Pencemaran
    In News
    Selasa, 4 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media