Senin, 29 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Waspada, Libur Lebaran 2025 di DIY Dihantui Cuaca Ekstrem

Rabu, 26 Maret 2025
A A
Susur gua dan river tubing di Gua Pindul, Gunungkidul. Foto Wanaloka.com.

Susur gua dan river tubing di Gua Pindul, Gunungkidul. Foto Wanaloka.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Libur lebaran 2025 di wilayah DIY masih dihantui ancaman cuaca ekstrem. Melansir informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY, risiko cuaca ekstrem diprediksi akan mengalami penurunan pada 10 hari pertama April 2025.

“BMKG DIY memprediksi cuaca ekstrem di wilayah Yogyakarta masih akan berlangsung hingga April 2025. Cuaca ekstrem ini dapat berupa hujan lebat, petir, dan angin kencang,” kata Peneliti Pusat Studi Pariwisata (Puspar) UGM, Destha Titi Raharjana, Rabu, 19 Maret 2025.

Menurut Destha, pemerintah dan pengelola wisata perlu melakukan upaya-upaya preventif dalam menyambut suasana lebaran di tengah musim hujan. Seperti memastikan tidak terjadi genangan air dan tumpukan sampah selama masa lebaran, serta mengantisipasi berbagai kemungkinan kerusakan akibat bencana angin kencang dan lain-lain. Juga secara berkala dilakukan pemeriksaan terhadap kondisi pohon sebagai upaya mengurangi terjadinya resiko bencana.

Baca juga: Kasus TBC Peringkat Kedua Dunia, UGM Kembangkan Deteksi Dini Berbasis AI

“Jika turun hujan lebat dan lama, maka harus bisa dipastikan air tidak tersumbat, tidak ada timbunan sampah karena beberapa waktu terakhir Kota Yogyakarta diterpa persoalan ini,” ucap Destha.

Ia berpandangan perlu contingency plan yang harus disiapkan pemerintah dan pihak pengelola wisata agar ketika terjadi sesuatu yang tidak dikehendaki, para pengunjung wisata akan cepat terkondisikan. Komunikasi dengan pihak terkait, baik dari sektor keamanan dan kesehatan menjadi keharusan yang perlu dijalin untuk mendukung kenyamanan dan keselamatan wisatawan.

Destha mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Sleman yang telah memiliki aplikasi Sistem Informasi Sleman Tangguh Bencana (SIMANTAB). Melalui aplikasi ini diinformasikan berbagai pelaporan bencana, informasi kebencanaan, peringatan dini, dan berbagai menu lainnya di dalamnya.

Baca juga: Bayu Dwi Apri, Kenaikan Suhu Bumi Ancaman Ketahanan Pangan Nasional

Sementara di tingkat desa, Pengelola Desa Wisata “Dewi Mulia” Srimulyo Bantul berinisiatif menggagas aplikasi yang dimanfaatkan sebagai early warning system. Prototype aplikasi ini telah dicoba dan diterapkan di Kaligawe. Melalui aplikasi ini mampu memantau ketinggian muka air sungai.

“Aplikasi ini digagas dalam rangka mengantisipasi dampak banjir yang mengancam bantaran sungai, khususnya wisata berbasis Sungai. Jadi langkah antisipatif pengamanan area bantaran sungai dapat diambil sebelum terjadi dampak merugikan,” jelas dia.

Wisata alam jadi jujugan libur lebaran

Selama libur lebaran tahun ini, diperkirakan 1,05 juta – 1,1 juta wisatawan bakal mengunjungi berbagai destinasi wisata di DIY. Angka prediksi tersebut mengacu pada proyeksi kenaikan pergerakan wisatawan sebesar 9 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah tersebut bisa menjadi peluang peningkatan ekonomi cukup besar bagi pengelola wisata dan pemerintah daerah yang mulai mempersiapkan diri menghadapi peningkatan kunjungan wisatawan.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Cuaca Ekstremlibur LebaranPuspar UGMwisata di DIY

Editor

Next Post
Konpers tentang Peringatan Cuaca dan Gelombang Tinggi dalam Peninjauan Arus Mudik Lebaran 2025 di Pos Terpadu Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, 26 Maret 2025. Foto BMKG.

Air Pasang Naik Saat Penyeberangan Arus Mudik Merak – Bakauheni

Discussion about this post

TERKINI

  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Bentang alam Masyarakat Adat Kasepuhan Pasir Eurih di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten. Komunitas ini mempertahankan sistem zonasi tradisional sebagai dasar pengelolaan wilayah adat yang diwariskan. Foto Dok. WGII.Paradoks Penetapan Taman Nasional, Pengetahuan Hidup Masyarakat Adat Terancam Punah
    In Lingkungan
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media