Rabu, 13 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Wilayah Tektonik Kamchatka Mirip Pantai Barat Sumatra, Pantai Selatan Jawa dan Utara Halmahera

Wilayah utara Kamchatka pernah mengalami gempa dengan magnitudo 9 pada 1950-an dan bagian selatan magnitudo 8,1 pada 1960–1970-an.

Rabu, 30 Juli 2025
A A
Gempa M8,7 di Rusia, 30 Juli 2025. Foto US Geological Survey.

Gempa M8,7 di Rusia, 30 Juli 2025. Foto US Geological Survey.

Share on FacebookShare on Twitter

“Saya terus memantau informasi dan menjalin komunikasi dengan kolega di Jepang. Di pantai utara Tohoku, ketinggian tsunami sudah mencapai 60 cm, sementara di bagian selatan sekitar 40–50 cm,” ujar dia.

Berdasarkan kecepatan rambat gelombang tsunami, ia memperkirakan bahwa apabila tsunami menjalar hingga ke wilayah Indonesia, gelombang tersebut bisa tiba dalam waktu 8–10 jam setelah gempa terjadi.

Menanggapi respons Jepang terhadap peristiwa ini, ia menekankan pentingnya sistem peringatan dini yang telah dikembangkan negara tersebut. Jepang memberikan contoh baik dalam pengembangan sistem peringatan dini gempa bumi dan tsunami, yang tidak hanya berbasis pada model perhitungan, tetapi juga pada pengamatan langsung.

Baca juga: Janji Menteri Kehutanan, Wisata Alam Bukan Wisata Massal Tapi Ekowisata

“Jepang memiliki sensor berdasarkan pressure yang bisa mendeteksi tsunami sebelum sampai ke garis pantai. Di pantai pun mereka memiliki sensor tambahan, misalnya berbasiskan pada pengamatan pasut. Itu memberikan warning jauh lebih akurat bagi masyarakat di sekitar pesisir,” jelas dia.

Irwan berharap sistem peringatan dini gempa dan tsunami di Jepang dapat menjadi model bagi Indonesia dalam memperkuat mitigasi bencana, khususnya di kawasan rawan gempa dan tsunami.

Potensi tsunami di Rusia hingga Guam

Direktur Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), daryono menjelaskan, berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi ini merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng pada Palung Kurile-Kamchatka (Kurile-Kamchatka Trench). Gempabumi ini memiliki mekanisme naik (thrust fault).

Baca juga: KKP Tingkatkan Pengelolaan Kawasan Konservasi Hiu dan Pari

Sementara laporan PTWC menyebutkan, gempa bumi ini berpotensi tsunami di wilayah Rusia, Jepang, Alaska, Filipina, Hawaii, dan Guam. Hasil analisis BMKG, gempa tersebut berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia dengan status Waspada atau ketinggian tsunami kurang dari 0,5 meter di wilayah Talaud (ETA 14:52:24 WITA); Kota Gorontalo (ETA 16:39:54 WITA); Halmahera Utara (ETA 16:04:24 WIT); Manokwari (ETA 16:08:54 WIT); Rajaampat (ETA 16:18:54 WIT); Biaknumfor (ETA 16:21:54 WIT); Supiori (ETA 16:21:54 WIT); Sorong bagian Utara (ETA 16:24:54 WIT); Jayapura (ETA 16:30:24 WIT); Sarmi (ETA 16:30:24 WIT).

Hingga pukul 08.30 WIB, berdasarkan hasil monitoring menunjukkan ada tujuh aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar M6.9 dan magnitudo terkecil M5.4. [WLC02]

Sumber: ITB, BMKG

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: BMKGgempa bumi RusiaITBKamchatkaProf Irwan Meilanozona seismic gap

Editor

Next Post
Tanaman mangrove. Foto Dok. KLH.

Menjaga Mangrove Lewat Stop Buang Sampah, Terbitkan Regulasi dan Gandeng Kampus

Discussion about this post

TERKINI

  • Mengapati dan mendokumentasikan letusan Gunung Sakurajima di Jepang pada 2013 dari jauh. Foto Dok. Mirzam Abdurrachman.Erupsi Dukono, Pentingnya Pemahaman Risiko dan Peringatan Dini yang Mudah Dipahami
    In Rehat
    Selasa, 12 Mei 2026
  • Salah satu jenis anggrek Merapi. Foto Dok. TNG Merapi.Anggrek Merapi, Beraroma Wangi dan Mampu Bertahan Saat Erupsi
    In Rehat
    Selasa, 12 Mei 2026
  • Ilustrasi ,krisis air bersih. Foto Andres_maura_ph/Pixabay.com.Pemerintah Harus Antisipasi Krisis Sampah dan Air Bersih Dampak Godzilla El Niño 2026
    In Lingkungan
    Senin, 11 Mei 2026
  • Ilustrasi tikus pembawa virus. Foto Sipa/Pixabay.com.Mengenal Virus Hanta Tipe HFRS di Indonesia dan Tipe HPS di Kapal Pesiar
    In Rehat
    Senin, 11 Mei 2026
  • Tim SAR gabungan membawa kantong jenazah korban erupsi gunung api Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, 10 Mei 2026. Foto Basarnas.Pendakian Gunung Dukono Ditutup April 2026, Tiga Pendaki Tewas Mei 2026
    In Traveling
    Minggu, 10 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media