Selasa, 24 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Yogyakarta Diguncang Gempa Dangkal 6,0 Magnitudo Aftershocks 29 Kali Terjadi

Kamis, 8 Juni 2023
A A
Pusat gempa Yogyakarta magnitudo 6,0 pada Kamis, 8 Juni 2023 pukul 00.04 WIB. Foto BMKG.

Pusat gempa Yogyakarta magnitudo 6,0 pada Kamis, 8 Juni 2023 pukul 00.04 WIB. Foto BMKG.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Yogyakarta diguncang gempa dangkal dengan kekuatan magnitudo 6,0 pada Kamis, 8 Juni 2023, pukul 00.04 WIB. Guncangan gempa dirasakan hingga intensitas skala V Modified Mercalli Intensity (MMI) yakni, getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami BMKG, Daryono menjelaskan,  gempa yang terjadi di wilayah Selatan Jawa, Daerah Istimewa Yogyakarta berpusat di laut yang teretak pada koordinat 9,15 derajat Lintang Selatan, 110,64 derajat Bujur Timur, berjarak 128 kilometer arah Selatan Gunungkidul, Yogyakarta pada kedalaman 46 kilometer.

Menurut Daryono, sumber gempa Yogyakarta akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo Australia.

Baca Juga: Mitigasi Potensi Gempa di Yogyakarta, BMKG Survei Enam Jalur Sesar Opak

“Gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Indo Australia ke bawah Lempeng Eurasia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” kata Daryono.

Gempa dirasakan di daerah Yogyakarta pada skala intensitas IV hingga V MMI. Daerah Ponorogo, Wonogiri, Solo, Madiun, Nganjuk, Blitar, dan Karangkates gemoa dirasaka skala intensitas III hingga IV MMI yakni, pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.

Baca Juga: Kemarau Lebih Kering Tujuh Provinsi Ini Berpotensi Karhutla Lebih Besar 

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BMKGgempa dangkalgempa Selatan Jawagempa YogyakartaLempeng EurasiaLempeng Indo AustraliaSesar OpakYogyakarta

Editor

Next Post
Walhi peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2023. Foto Dok. Walhi.

Tahun Politik 2024, Walhi Serukan Konsolidasi Keadilan Sosial Ekologis

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media