Minggu, 24 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Yogyakarta Diguncang Gempa Dangkal 6,0 Magnitudo Aftershocks 29 Kali Terjadi

Kamis, 8 Juni 2023
A A
Pusat gempa Yogyakarta magnitudo 6,0 pada Kamis, 8 Juni 2023 pukul 00.04 WIB. Foto BMKG.

Pusat gempa Yogyakarta magnitudo 6,0 pada Kamis, 8 Juni 2023 pukul 00.04 WIB. Foto BMKG.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Yogyakarta diguncang gempa dangkal dengan kekuatan magnitudo 6,0 pada Kamis, 8 Juni 2023, pukul 00.04 WIB. Guncangan gempa dirasakan hingga intensitas skala V Modified Mercalli Intensity (MMI) yakni, getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami BMKG, Daryono menjelaskan,  gempa yang terjadi di wilayah Selatan Jawa, Daerah Istimewa Yogyakarta berpusat di laut yang teretak pada koordinat 9,15 derajat Lintang Selatan, 110,64 derajat Bujur Timur, berjarak 128 kilometer arah Selatan Gunungkidul, Yogyakarta pada kedalaman 46 kilometer.

Menurut Daryono, sumber gempa Yogyakarta akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo Australia.

Baca Juga: Mitigasi Potensi Gempa di Yogyakarta, BMKG Survei Enam Jalur Sesar Opak

“Gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Indo Australia ke bawah Lempeng Eurasia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” kata Daryono.

Gempa dirasakan di daerah Yogyakarta pada skala intensitas IV hingga V MMI. Daerah Ponorogo, Wonogiri, Solo, Madiun, Nganjuk, Blitar, dan Karangkates gemoa dirasaka skala intensitas III hingga IV MMI yakni, pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.

Baca Juga: Kemarau Lebih Kering Tujuh Provinsi Ini Berpotensi Karhutla Lebih Besar 

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BMKGgempa dangkalgempa Selatan Jawagempa YogyakartaLempeng EurasiaLempeng Indo AustraliaSesar OpakYogyakarta

Editor

Next Post
Walhi peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2023. Foto Dok. Walhi.

Tahun Politik 2024, Walhi Serukan Konsolidasi Keadilan Sosial Ekologis

Discussion about this post

TERKINI

  • Guru Besar Fakultas Teknik dan Teknologi IPB University, Prof. Edy Hartulistiyoso. Foto Dok. IPB University. IEdy Hartulistiyoso: Panas Sisa Industri Bisa Diubah Jadi Energi Listrik
    In Sosok
    Sabtu, 23 Mei 2026
  • Ikan nila, salah satu ikan invasif di perairan Indonesia. Foto distankan.bulelengkab.go.id.Sekitar 20 dari 50 Jenis Ikan Asing di Perairan Umum Indonesia Kategori Invasif
    In Lingkungan
    Sabtu, 23 Mei 2026
  • Teknologi untuk riset kualitas udara. Foto Dok. BRIN.BRIN Teliti Kualitas Udara Tiga Kota, Bandung Lampaui Batas Aman
    In Lingkungan
    Jumat, 22 Mei 2026
  • Presiden Prabowo Subianto saat akan menyampaikan pidato pada Rapat Paripurna DPR RI ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026, 20 Mei 2026. Foto Kris/BPMI Setpres.Cabut PP 21/2026, Potensi Kerusakan SDA Sulit Dipertanggungjawabkan
    In Lingkungan
    Jumat, 22 Mei 2026
  • Warga Makassar memprotes rencana pendirian PSEL di dekat permukiman. Foto Dok. Walhi Sulawesi Selatan.Proyek PSEL di Makassar dan Yogyakarta, Transisi Darurat Sampah ke Darurat Kesehatan
    In Lingkungan
    Kamis, 21 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media