Sabtu, 21 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Zullies Ikawati: Penghentian Obat Cair Harus Perhatikan Risiko dan Manfaat

Penghentian sementara obat berbentuk cair terkait dugaan mengandung zat pelarut penyebab gagal ginjal akut pada anak dinilai dilematis. Bagaimana masyarakat harus mensikapi?

Sabtu, 22 Oktober 2022
A A
Guru Besar Farmasi UGM Prof. Zullies Ikawati. Foto ugm.ac.id.

Guru Besar Farmasi UGM Prof. Zullies Ikawati. Foto ugm.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

“Tetap tenang dan tidak panik,” kata Zullies.

Baca Juga: Banjir Trenggalek, Satu Orang Meninggal Dunia dan Ribuan Rumah Terendam

Masyarakat disarankan mengikuti saran lembaga resmi pemerintah, seperti Kemenkes, BPOM, asosiasi dokter dan lainnya untuk menghindari konsumsi obat bentuk sirup hingga diperoleh hasil yang lebih pasti.

Apabila anak-anak mengalami sakit demam, batuk, maupun pilek, sebaiknya mengonsumsi obat parasetamol dalam bentuk puyer, kapsul, tablet, suppositoria (melalui dubur) atau bentuk lainnya. Untuk mengurangi rasa pahit bisa ditambah pemanis yang aman bagi anak. Juga selalu mengonsultasikan efek penggunaan obat sirup dengan dokter maupun apoteker.

“Meskipun imbauan tidak menggunakan obat berbentuk sirup itu keputusan dilematis,” kata Zullies.

Baca Juga: Lepas dari Jerat, Siti Reuko Kembali Mengaum di Hutan Sangir Aceh

Mengingat obat berbentuk sirup banyak digunakan anak-anak yang belum bisa menelan obat bentuk tablet atau kapsul. Penghentian penggunaan obat sirup akan berdampak bagi anak-anak penderita penyakit kronis yang harus minum obat rutin berbentuk sirup. Apalagi penggunaannya selama ini tidak menimbulkan efek samping membahayakan. Misalnya, anak dengan epilepsi yang harus minum obat rutin. Ketika obatnya dihentikan atau diubah bentuknya bisa menjadikan kejangnya tidak terkontrol.

Menurut Zullies, saat ini risiko terjadinya gagal ginjal akut dianggap lebih besar dengan penggunaan obat sirup sehingga disarankan penghentiannya. Namun semestinya diatur secara bijaksana.

“Dengan mempertimbangkan risiko dan manfaat. Bukan digebyah uyah (disamaratakan) ya,” tukas Zullies. [WLC02]

Sumber: Universitas Gadjah Mada

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: BPOMDietilen glikolEtilen glikolgagal ginjal akutgagal ginjal akut pada anakgliserinKemenkesobat cairobat siruppropilen glikolUGMZullies Ikawati

Editor

Next Post
Erupsi Gunung Anak Krakatau pada Kamis, 30 Juni 2022. Foto magma.esdm.go.id

Skema Mitigasi Bencana Gunung Api Perlu Kolaborasi dan Alat Canggih

Discussion about this post

TERKINI

  • KLH/BPLH meninjau proses pencarian korban longsoran sampah di TPA Bantar Gebang, Bekasi, 8 maret 2026. Foto KLH/BPLH.TPST Bantargebang Longsor Lagi, Alarm Keras Pengelolaan Sampah Open Dumping
    In Bencana
    Senin, 9 Maret 2026
  • Ilustrasi sakit campak. Foto Kemenkes.Vaksinasi Penting karena Campak Cepat Menular dan Ada Risiko Jangka Panjang
    In Rehat
    Senin, 9 Maret 2026
  • Titik transfer batu bara melalui ship to ship di Kalimantan Timur. Foto Walhi Kaltim.Peninjauan Kembali RTRW Kalimantan Timur Harus Berpihak pada Nelayan dan Lingkungan
    In Lingkungan
    Minggu, 8 Maret 2026
  • Ilustrasi roti berjamur. Foto jackmac34/pixabay.com.Temuan Roti MBG Berjamur, Pakar Ingatkan Sebaiknya Tak Dikonsumsi
    In Rehat
    Minggu, 8 Maret 2026
  • Presiden RI Prabwo Subianto dan Presiden AS Donald Trumph. Foto White House/Setpres.Walhi: Perjanjian Dagang Resiprokal Indonesia-AS Melanggengkan Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 7 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media