Senin, 21 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Zullies Ikawati: Penghentian Obat Cair Harus Perhatikan Risiko dan Manfaat

Penghentian sementara obat berbentuk cair terkait dugaan mengandung zat pelarut penyebab gagal ginjal akut pada anak dinilai dilematis. Bagaimana masyarakat harus mensikapi?

Sabtu, 22 Oktober 2022
A A
Guru Besar Farmasi UGM Prof. Zullies Ikawati. Foto ugm.ac.id.

Guru Besar Farmasi UGM Prof. Zullies Ikawati. Foto ugm.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Kasus gagal ginjal akut pada anak disikapi Kementerian Kesehatan Indonesia dengan mengimbau penghentian segala obat berbentuk cair atau sirup. Menyusul ada laporan pasien anak gagal ginjal akut diduga terdeteksi paparan tiga zat kimia berbahaya, yakni ethylene glycol atau etilen glikol (EG), diethylene glycol atau dietilen glikol (DEG), dan ethylene glycol butyl ether (EGBE).

“Ini masih misterius. Kejadian gagal ginjal akut baru ada belakangan ini. Padahal penggunaan sirup obat parasetamol sudah cukup lama dan aman digunakan,” kata Pakar Farmakologi dan Farmasi Klinik Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Apt. Zullies Ikawati, Jumat, 21 Oktober 2022.

Belum bisa dipastikan ada tidaknya keterkaitan antara gagal ginjal akut dengan konsumsi obat berbentuk sirup, terutama yang mengandung parasetamol.

Baca Juga: Waspada Varian Baru, Subvarian Omicron XBB Terdeteksi di Indonesia

Sementara, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengungkap ada lima obat sirup yang diketahui mengandung cemaran EG dan DEG di atas batas aman. Meliputi Termorex Sirup untuk obat demam, Flurin DMP Sirup untuk obat batuk dan flu, Unibebi Cough Sirup untuk obat batuk dan flu, Unibebi Demam Sirup untuk obat demam, serta Unibebi Ddemam Drops untuk obat demam.

“Ini semua masih dalam proses penyelidikan untuk memastikan hubungan antara gagal ginjal akut dengan senyawa tersebut dalam kandungan obat,” kata Zullies.

EG dan DEG, lanjut Zullies merupakan satu cemaran yang bisa didapatkan dalam bahan baku pelarut obat sirup. Pada obat parasetamol dan lainnya yang sukar larut air diperlukan bahan tambahan untuk kelarutan. Obat-obat di Indonesia biasa menggunakan propilen glikol atau gliserin. Bahan baku propilen glikol atau gliserin ini dimungkinan mengandung cemaran zat tersebut.

Baca Juga: Muchtaridi: Senyawa Pelarut Dietilen Glikol dan Etilen Glikol Mudah dan Murah

“Selama masih dalam ambang batas, masih wajar. Tidak berisiko efek toksik, termasuk gagal ginjal akut,” jelas Zullies.

Menurut dia, ada berbagai faktor penyebab gagal ginjal akut. Misalnya, infeksi tertentu, seperti leptospirosis yang juga bisa menyerang ginjal. Juga infeksi bakteri E. coli dapat menyebabkan gagal ginjal akut. Kajian sementara Kemenkes menyebutkan penapisan terhadap virus dan bakteri telah dilakukan, tetapi belum terbukti kuat sebagai penyebab gagal ginjal akut.

Lantas apa yang harus dilakukan masyarakat?

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BPOMDietilen glikolEtilen glikolgagal ginjal akutgagal ginjal akut pada anakgliserinKemenkesobat cairobat siruppropilen glikolUGMZullies Ikawati

Editor

Next Post
Erupsi Gunung Anak Krakatau pada Kamis, 30 Juni 2022. Foto magma.esdm.go.id

Skema Mitigasi Bencana Gunung Api Perlu Kolaborasi dan Alat Canggih

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media