Kamis, 1 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

13 Geosite di Kebumen Diajukan KNIU Menjadi Geopark Global UNESCO

Kamis, 1 Agustus 2024
A A
Salah satu geosite dari geopark Kebumen.Foto Dok. BRIN.

Salah satu geosite dari geopark Kebumen.Foto Dok. BRIN.

Share on FacebookShare on Twitter

Terkait pilar konservasi, BRIN telah memiliki kerja sama dengan pemerintah Kabupaten Kebumen mengenai pengembangan Geopark Kebumen. BRIN juga terlibat dalam mengembangkan ekonomi lokal, melalui pengembangan desa wisata, paket geowisata serta home stay di sekitar Karangsambung.

Tahun ini, Asessor UNESCO Andreas Schuller dari Vulkaneifel Geopark Germany dan Sarina dari Alxa Desert Geopark, Mongolia, China telah meninjau Geopark Kebumen untuk menilai kesesuaian antara dossier dengan kondisi lapangan. Menurut Chusni sebagai Ketua Dewan Pakar dan ahli geologi yang mendampingi, hal pertama yang ditinjau adalah international geoheritahe significant value, networking, badan pengelola, visibilitas, dan edukasi yang berjalan.

Baca Juga: Cukup Konsumsi Energi Nuklir Sebesar Telur Ayam untuk Seumur Hidup

Asessor UNESCO juga menyoroti peran BRIN yang memiliki fasilitas riset di kawasan Geopark Kebumen.

“Ini akan berperan, baik di dalam riset-riset geopark di Indonesia ke depan. Bukan hanya di wilayah Karangsambung atau Kebumen saja, tetapi memiliki peran bagaimana mengembangkan fasilitas di Kawasan Geodiversitas Sukendar Asikin sebagai pusat riset konservasi geologi, geopark, geoheritage, geodiversity secara nasional,” ucap Andreas.

Komite Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) kembali mengajukan Geopark Kebumen untuk menjadi UNESCO Global Geopark pada akhir tahun 2023. Pada tahap awal pengusulan untuk menjadi UNESCO Global Geopark, yakni menemukan international geoheritage significant value guna memvalidasi dossier (proposal yang diajukan).

International significant value itu mencakup apakah suatu geosite bernilai internasional atau tidak. Beberapa penelitian terkait Geopark Kebumen yang dilakukan BRIN telah dipublikasikan secara internasional. Riset-riset BRIN terkait geopark tersebut apabila disandingkan dalam dosir yang dihitung sekitar 60 persen mendukung international significant value. [WLC02]

Sumber: BRIN

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: BRINGeopark Global UNESCOgeopark KebumenKomite Nasional Indonesia untuk UNESCO

Editor

Next Post
Aksi Koalisi Masyarakat Sipil memprotes aktivitas tambang yang menyebabkan banjir di Halmahera, 1 Agustus 2024. Foto Dok. Jatam.

Bencana Terorganisir di Halmahera, Habis Tambang Menggusur Hutan Terbitlah Banjir

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media