Kamis, 1 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

13 Geosite di Kebumen Diajukan KNIU Menjadi Geopark Global UNESCO

Kamis, 1 Agustus 2024
A A
Salah satu geosite dari geopark Kebumen.Foto Dok. BRIN.

Salah satu geosite dari geopark Kebumen.Foto Dok. BRIN.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah melakukan inventarisasi geosite di wilayah Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Inventarisasi tersebut menemukan 13 geosite bernilai internasional. Lima geosite diantaranya dikelola BRIN, yakni Lava Bantal – Watu Kelir di Seboro; Rijang dan Lempung merah di Wagirsambeng; Columnar Joint Gunung Parang; serta Batu Gamping Numulites di Jatibungkus dan Karangsambung

“Penemuan ini akan diajukan Komite Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) agar Geopark Kebumen memenuhi syarat menjadi Geopark Global UNESCO,” kata Peneliti dari Pusat Riset Sumber Daya Geologi BRIN, Chusni Ansori, Rabu, 31 Juli 2024.

Sebagaimana diketahui, sebuah geopark harus memiliki beberapa pilar, yakni penelitian dan pendidikan, konservasi, dan pengembangan ekonomi secara berkelanjutan. BRIN dinilai Chusni relevan ikut mendukung Geopark Kebumen menjadi UNESCO Global Geopark karena terkait tugas dan fungsi penelitian dan pendidikan. Di dalam Rencana Aksi Nasional Pengembangan Geopark, BRIN juga berada di pilar riset dan edukasi bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Baca Juga: Sensor Sap Flow Deteksi Daya Hidup Pohon secara Remote dan Real Time

Selain itu, menurut Chusni, BRIN juga ikut mengelola kawasan cagar alam geologi di Karangsambung di bagian utara geopark. Di lokasi tersebut terdapat geosite BRIN, sehingga akan menjadi capaian bersama apabila tujuannya menjadi UNESCO Global Geopark.

Chusni menambahkan, BRIN memiliki sejarah riset panjang terkait kawasan Karangsambung, Kebumen, dan sekitarnya yang dapat mendukung Geopark Kebumen menjadi UNESCO Global GEOPARK.

“Dari sekian banyak data publikasi internasional yang kami lakukan dapat menjadi penguat international value Geopark. Tim dari BRIN juga ikut merumuskan dossier, tema, serta area kerja geopark Kebumen sebagai research and education geopark,” jelas dia.

Baca Juga: Organisasi Sipil Ingatkan Fakta Kegagalan CCS Cegah Pemanasan Global, Pemerintah Pilih Gencarkan

Riset yang telah dilakukan BRIN antara lain riset terkait hubung kait antara budaya dengan parameter geologinya, keragaman geologinya, geomorphosite assessment, assesment terhadap situs-situs, struktur geologi, dan yang terbaru kemanfaatan geopark terkait dengan Sustainable Development Goals (SDGs).

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BRINGeopark Global UNESCOgeopark KebumenKomite Nasional Indonesia untuk UNESCO

Editor

Next Post
Aksi Koalisi Masyarakat Sipil memprotes aktivitas tambang yang menyebabkan banjir di Halmahera, 1 Agustus 2024. Foto Dok. Jatam.

Bencana Terorganisir di Halmahera, Habis Tambang Menggusur Hutan Terbitlah Banjir

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media