Minggu, 4 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

15 Pembicara dari 6 Negara Bahas Tantangan Dunia Kehutanan

Selasa, 2 Agustus 2022
A A
Tegakan pohon jati di hutan Wanagama, Gunung Kidul, Yogyakarta, merupakan kawasan hutan dengan tujuan khusus (KHDTK), salah satu hutan di Pulau Jawa yang berhasil dihijaukan kembali. Foto wanaloka.com

Tegakan pohon jati di hutan Wanagama, Gunung Kidul, Yogyakarta, merupakan kawasan hutan dengan tujuan khusus (KHDTK), salah satu hutan di Pulau Jawa yang berhasil dihijaukan kembali. Foto wanaloka.com

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Tantangan dunia kehutanan bukanlah persoalan satu atau dua negara saja, melainkan masalah bersama. Solusinya adalah meningkatkan peran dan partisipasi generasi muda di dunia untuk mengelola dan melestarikan hutan. Berangkat dari persoalan tersebut, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan (Fahutan) IPB University menyelenggarakan The 3rd International Summer Course on Forestry and Environment bertajuk “Sustainable Forest and Environmental Management in New Normal Era: Conservation, Biodiversity, and Culture (ForSC2022)” secara daring pada 1 Agustus 2022.

Salah satu narasumber dari University of Maryland, Prof. Mark menyampaikan ada tiga tantangan untuk menciptakan karbon yang fungsional dan kredibel untuk lahan gambut Indonesia. Yakni mendeteksi kebakaran dan pemetaan area yang terbakar, memperkirakan volume dan massa biomassa yang dikonsumsi api, serta mengukur faktor emisi yang relevan.

“Kalau ketiga informasi dasar ini diketahui, penilaian efektivitas mitigasi dapat dilakukan,” kata Mark.

Baca Juga: Kisah Dosen-dosen IPB Pulang Kampung Melestarikan Hutan dan Lingkungan

Sementara perwakilan Global Foundation, Dr. Pranab J. Patar menambahkan, keberlanjutan akan tercapai apabila tiga aspek sosial, ekonomi dan lingkungan terpenuhi. Pemenuhan ini akan menuju capaian holistik untuk lingkungan dan manajemen konservasi yang baik.

“Akan tercipta solusi berbasis alam, produk, teknologi, dan layanan ramah lingkungan, gaya hidup tanpa limbah, pertanian alami, dan meningkatkan stok karbon,” papar Pranab.

Sedangkan Wakil Rektor IPB University Bidang Internasionalisasi, Kerjasama dan Hubungan Alumni, Prof. Dodik Ridho Nurrochmat sebagai pembicara kunci dengan tema The Role of Youth for Sustainable Forest Management.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: HutanIPB Universitykehutanansummer coursetantangan dunia kehutanan

Editor

Next Post
Ilustrasi naik sepeda di perkotaan. Foto u_d7hddm5o/pixabay.com.

Sepeda Jadi Moda Transportasi Terbaik Perkotaan, Ini Alasannya

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media