Jumat, 25 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

400 Hari Keliling Indonesia, Tim Ekspedisi Indonesia Baru Masuki Garis Finish

Minggu, 27 Agustus 2023
A A
Empat personel Tim Ekspedisi Indonesia Baru. Foto Dok. Ekspedisi Indonesia Baru.

Empat personel Tim Ekspedisi Indonesia Baru. Foto Dok. Ekspedisi Indonesia Baru.

Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga: Liburan Seru Bareng Komunitas Jalan-jalan

“Kami juga mengunjungi 10 Taman Nasional yang mewakili keragaman ekosistem Indonesia, meski dengan banyak catatan,” kata Farid Gaban.

Bagi Farid dan Dandhy, ekspedisi ini merupakan perjalanan keliling Indonesia kedua. Pada 2009, Farid mulai melakukan Ekspedisi Zamrud Khatulistiwa bersama jurnalis Bandung, Ahmad Yunus. Sementara Dandhy melakukan Ekspedisi Indonesia Biru enam tahun setelahnya bersama fotografer asal Aceh, Suparta Arz. Dua ekspedisi itu juga dilakukan dengan bersepeda motor selama kurang-lebih setahun.

Sedangkan Ekspedisi Indonesia Baru dikelola dengan sistem koperasi yang beranggotakan anak-anak muda, jurnalis, aktivis lingkungan dan content-creator.

Baca Juga: Agus Atmadipoera: El Nino Jadi Berkah Lumbung Ikan Nasional

“Ini pengalaman pertama saya keliling Indonesia. Kami telah melalui hal-hal yang luar biasa sepanjang perjalanan,” ungkap Yusuf Priambodo yang bergabung dengan ekspedisi lewat proses seleksi.

Bahkan anggota termuda, yaitu jurnalis muda Benaya Harobu dari Sumba (NTT) memilih untuk meninggalkan pekerjaannya demi bisa bergabung dalam ekspedisi ini.

“Saya tidak menyesal. Apa yang saya alami, jauh melampaui pengalaman kerja di mana pun,” ungkap Benaya.

Baca Juga: Seharusnya ASEAN Mencontoh Praktik Baik Transisi Energi Ramah Lingkungan di Bali

Setelah ekspedisi berakhir, Koperasi Ekspedisi Indonesia Baru akan mulai mengolah dokumentasi hasil perjalanan agar bisa dikonsumsi dan bermanfaat bagi publik.

“Semoga apa yang kami upayakan menjadi sumbangan bagi perubahan di Indonesia menjadi lebih baik. Karena itulah esensi dari Ekspedisi Indonesia Baru,” pungkas pimpinan Koperasi Ekspedisi Indonesia Baru yang berbasis di Wonosobo, Jawa Tengah, Rumiyati. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: bersepeda motorEkspedisi Indonesia BaruEkspedisi Indonesia BiruEkspedisi Zamrud Khatulistiwakeanekaragaman hayatiKoperasi Ekspedisi Indonesia BaruPegunungan Diengtaman nasional

Editor

Next Post
Banjir dan longsor di Bolmongsel menyebabkan satu orang meninggal dunia. FotoBPBD Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan.

Banjir dan Longsor Bolmongsel, Satu Orang Meninggal Seribuan Warga Terdampak

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media