Kamis, 24 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Liburan Seru Bareng Komunitas Jalan-jalan

Bergabung dengan komunitas jalan-jalan jadi alternatif untuk berlibur seru ke tempat-tempat tujuan. Mau coba?

Sabtu, 26 Agustus 2023
A A
Blusukan di Kampung kauman Kota Yogyakarta bersama Komunitas Jogja Good Guide. Foto Wanaloka.com.

Blusukan di Kampung kauman Kota Yogyakarta bersama Komunitas Jogja Good Guide. Foto Wanaloka.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Kamu kalau liburan berkunjung ke destinasi mana saja, Sob? Sendirian atau bareng-bareng sama keluarga atau teman-teman? Buat kamu yang biasa jalan-jalan sendirian dan ingin mencoba pengalaman baru, nggak ada salahnya mencoba liburan bareng komunitas jalan-jalan Komunitas apa saja tuh, yuk Sobat Wanaloka simak!

Jakarta Good Guide dan Jogja Good Guide Walking Tour
Ini adalah salah satu komunitas jalan-jalan yang memiliki pemandu profesional dan berlisensi yang berdiri sejak September 2014. Komunitas ini melayani wisatawan untuk walking tours ke berbagai sudut kota di Jakarta. Buat yang ingin blusukan di Yogyakarta bisa bersama komunitas Jogja Good Guide Walking Tour.

Sobat akan diajak jalan kaki sepanjang 3-5 km untuk mengunjungi tempat-tempat menarik sembari mendapat cerita sejarah di balik tempat tersebut dari pemandunya. Menariknya, komunitas jalan-jalan ini menerapkan konsep pay-as-you-wish. Artinya, kita dibebaskan memberi tips sesuai kemampuan dan kepuasan terhadap tur tersebut.

Baca Juga: Agus Atmadipoera: El Nino Jadi Berkah Lumbung Ikan Nasional

Jika tertarik gabung komunitas ini hanya perlu mengisi form pada laman medsos resmi mereka. Apabila sudah dikonfirmasi, kita cukup datang ke titik kumpul sesuai jadwal yang sudah ditentukan.

Komunitas Historia Indonesia (KHI) dan Komunitas Roemah Toea
Komunitas ini didirikan Asep Kambali. KHI adalah organisasi yang bertujuan untuk meningkatkan awareness masyarakat terhadap nilai sejarah yang hampir terlupakan. Komunitas serupa di Yogyakarta namanya adaah Komunitas Roemah Toea. Ini lebih khusus blusukan ke bangunan-bangunan tua atau pun yang tinggal sisa-sisa yang punya nilai sejarah, seperti stasiun, pabrik gula, dan sejenisnya.

Tak hanya mengunjungi tempat-tempat bersejarah di Jakarta, komunitas jalan-jalan yang sudah berdiri sejak 2003 ini memiliki banyak program. Mulai dari Napak Tilas Proklamasi, Historical Race, hingga yang banyak diminati adalah Menginap di Museum! Cocok banget untuk mengingat kembali perjuangan para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, kan?

Baca Juga: Seharusnya ASEAN Mencontoh Praktik Baik Transisi Energi Ramah Lingkungan di Bali

Backpacker Nusantara
Komunitas jalan-jalan ini sudah punya lebih dari 80 ribu anggota. Sesuai dengan namanya, komunitas ini menjadi tempat kumpul orang-orang yang ingin keliling Indonesia sambil backpacker-an.

Yang menarik, komunitas ini juga aktif memperbarui lokasi wisata yang sedang naik daun. Jadi, kita tidak bakal ketinggalan informasi, deh! Selain itu, Backpacker Nusantara juga punya “saudara”, yaitu Komunitas Backpacker Internasional. Komunitas ini akan membagikan informasi terkait perjalanan ke luar negeri sambil backpacker-an.

CouchSurfing
Ini adalah komunitas global yang sudah memiliki sekitar 12 juta anggota. Komunitas ini mempertemukan kita dengan traveler atau wisatawan lain, sehingga kegiatan jalan-jalan dan berlibur terasa lebih seru.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Backpacker NusantaraJakarta Good GuideJogja Good GuideKemenparekrafkomunitas jalan-jalankomunitas pecinta bisKomunitas Roemah Toealiburantempat bersejarah

Editor

Next Post
Para Menteri Energi se-ASEAN dalam AMEM-41 di Bali pada 24-25 Agustus 2023. Foto aseanenergy.org.

Ini Kesepakatan Menteri Energi ASEAN dalam AMEM-41 di Bali

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media