Jumat, 25 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

6 Agustus BRIN Ajak Masyarakat Matikan Lampu Satu Jam, Ini Alasannya

Polusi cahaya di kota-kota besar tak hanya berdampak pada hilangnya keindahan langit malam dan terganggunya riset astronomi, juga berdampak pada kehidupan manusia dan hewan.

Minggu, 4 Agustus 2024
A A
Ilustrasi suasana langit malam hari. Foto Evgeni T/pixabay.com.

Ilustrasi suasana langit malam hari. Foto Evgeni T/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Polusi cahaya yang sudah terjadi di kota-kota besar bukan hanya berdampak pada hilangnya keindahan langit malam dan terganggunya riset astronomi. Sekaligus berdampak pada kehidupan manusia dan hewan. Beberapa penelitian menunjukkan polusi cahaya dapat mengganggu pola tidur dan kesehatan masyarakat di kota-kota besar. Polusi cahaya juga mengganggu kehidupan binatang malam.

Baca Juga: Istana Garuda dari Tembaga, Tahan Korosi, Konduktor yang Baik

Polusi cahaya dapat meningkatkan jumlah mikroorganisme yang berfotosintesis pada malam hari, mengganggu navigasi burung yang sedang bermigrasi, penyerbukan alamiah dan mengacaukan ritme hidup organisme lainnya. Polusi cahaya dapat memicu gangguan pada hormon melatonin pada manusia yang menyebabkan susah tidur hingga meningkatkan potensi kanker.

Selain manfaat benda-benda langit dalam kacamata sains, bagi orang Timor benda langit juga berguna sebagai pemberi isyarat tanda bagi manusia. Isyarat ini menandakan suatu musim seperti musim pertanian, penyakit, bencana dan lainnya. Polusi cahaya bisa mengancam eksistensi identitas kultural tersebut. [WLC02]

Sumber: BRIN

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: benda langitBRINHari Keantariksaan Nasionalpolusi cahayariset antariksa

Editor

Next Post
Uji coba biodiesel B40 untuk mobil. Foto Dok. Kementerian ESDM.

Pemerintah akan Terapkan Biodiesel B40 Berbasis Kelapa Sawit Tahun 2025

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media