Kamis, 24 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

9 Mahout Tangani Konflik Gajah Liar dengan Warga Desa Rantau Panjang

Konflik satwa yang dilindungi kembali terjadi. Kali ini konflik kawanan gajah liar dengan warga di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

Selasa, 15 Februari 2022
A A
Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.

Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Untuk memaksimalkan penanganan konflik antara gajah liar dengan warga, BBKSDA Riau mengerahkan 9 mahout (pawang gajah) dan tiga Gajah Sumatera jinak; Bankin, Jopi dan Indah ke lokasi konflik.

Baca Juga: Bencana Hidrometeorologi di Ponorogo, Waspadai Potensi Hujan Hingga Senin Depan

Berdasarkan informasi yang dilansir dari laman bbksda-riau.id, dipublikasi pada Senin, 14 Februari 2022, dalam waktu tiga hari, sejak 9 Februari hingga 11 Februari 2022, ke Sembilan mahout bersama tiga gajah jinak menggiring kawanan gajah liar memasuki kawasan hutan Tahura.

Penggiringan kawanan gajah liar itu akhirnya dihentikan para mahout setelah memastikan kawanan gajah liar itu telah memasuki hingga ke pedalaman hutan Tahura. [WLC01]

 

 

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: BBKSDA Riaugajah liarGajah Sumaterakonflik gajah liar dengan wargamahoutProvinsi RiauSatwa Dilindungi

Editor

Next Post
Prototipe kendaraan listrik tanpa pengemudi yang dikembangan BRIN. Foto brin.go.id.

Ini Spesifikasi Kendaraan Listrik BRIN Ramah Lingkungan Tanpa Pengemudi

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media