Wanaloka.com – Indonesia dengan 1.835 spesies burung atau 16,7 persen dari total spesies global, menempati peringkat keempat sebagai negara dengan jumlah spesies burung tertinggi di dunia. Dari jumlah tersebut, 542 spesies adalah endemik dan 276 spesies merupakan burung migran.
Namun, data Kementerian Kehutanan (Kemenhut) Periode 2016–2025 menunjukkan 184 spesies burung di Indonesia masuk ke dalam daftar spesies terancam punah secara global berdasarkan International Union for Conservation of Nature (IUCN). Di antaranya adalah 22 spesies burung berstatus Kritis (Critically Endangered), 96 spesies Genting (Endangered), dan 66 spesies Rentan (Vulnerable).
Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Kementerian Kehutanan, Prof. Satyawan Pudyatmoko menyoroti ancaman serius terhadap populasi burung. Termasuk penurunan kualitas habitat, perubahan penggunaan lahan, perburuan dan perdagangan ilegal, dampak perubahan iklim, hingga zoonosis.
Baca juga: Aliansi Meratus Menduga Usulan Taman Nasional Meratus Kedok Perampasan Tanah Adat
“Untuk mengatasinya, Kemenhut telah merumuskan kebijakan konservasi burung meliputi penyusunan strategi dan rencana aksi, mendorong keterlibatan pihak swasta, sinergi pemerintah dan mitra, penguatan penegakan hukum, penguatan basis data nasional, pendekatan One Health, serta perluasan dan penguatan kawasan konservasi,” papar Satyawan saat memberikan sambutan Konferensi Peneliti dan Pemerhati Burung di Indonesia (KPPBI) ke-7 yang berlangsung pada 8-10 Agustus 2025 di IPB University, Bogor.
Konferensi yang diikuti lebih dari 150 peneliti dan pemerhati burung itu mengangkat tema “Harmonisasi antara Burung, Manusia, dan Lingkungan”. Lonferensi ini menekankan pentingnya keseimbangan antara keanekaragaman hayati, pengelolaan manusia, dan pelestarian lingkungan.
Dekan Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University, Prof. Nareswoto Nugroho menyatakan pertemuan berkala para ahli burung di Indonesia ini memiliki peran yang sangat vital.
Baca juga: Indonesia Minta Perjanjian Plastik Global Tercapai Tanpa Penundaan
Discussion about this post