Senin, 10 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Ada 184 dari 1.835 Spesies Burung di Indonesia Terancam Punah

Kamis, 14 Agustus 2025
A A
Salah satu burung yang terancam punah yang dipelihara di Dome Paksi Wanagama UGM di Gunungkidul pada 2019. Foto Soetana Monang Hasibuan/Wanaloka.com.

Salah satu burung yang terancam punah yang dipelihara di Dome Paksi Wanagama UGM di Gunungkidul pada 2019. Foto Soetana Monang Hasibuan/Wanaloka.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Indonesia dengan 1.835 spesies burung atau 16,7 persen dari total spesies global, menempati peringkat keempat sebagai negara dengan jumlah spesies burung tertinggi di dunia. Dari jumlah tersebut, 542 spesies adalah endemik dan 276 spesies merupakan burung migran.

Namun, data Kementerian Kehutanan (Kemenhut) Periode 2016–2025 menunjukkan 184 spesies burung di Indonesia masuk ke dalam daftar spesies terancam punah secara global berdasarkan International Union for Conservation of Nature (IUCN). Di antaranya adalah 22 spesies burung berstatus Kritis (Critically Endangered), 96 spesies Genting (Endangered), dan 66 spesies Rentan (Vulnerable).

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Kementerian Kehutanan, Prof. Satyawan Pudyatmoko menyoroti ancaman serius terhadap populasi burung. Termasuk penurunan kualitas habitat, perubahan penggunaan lahan, perburuan dan perdagangan ilegal, dampak perubahan iklim, hingga zoonosis.

Baca juga: Aliansi Meratus Menduga Usulan Taman Nasional Meratus Kedok Perampasan Tanah Adat

“Untuk mengatasinya, Kemenhut telah merumuskan kebijakan konservasi burung meliputi penyusunan strategi dan rencana aksi, mendorong keterlibatan pihak swasta, sinergi pemerintah dan mitra, penguatan penegakan hukum, penguatan basis data nasional, pendekatan One Health, serta perluasan dan penguatan kawasan konservasi,” papar Satyawan saat memberikan sambutan Konferensi Peneliti dan Pemerhati Burung di Indonesia (KPPBI) ke-7 yang berlangsung pada 8-10 Agustus 2025 di IPB University, Bogor.

Konferensi yang diikuti lebih dari 150 peneliti dan pemerhati burung itu mengangkat tema “Harmonisasi antara Burung, Manusia, dan Lingkungan”. Lonferensi ini menekankan pentingnya keseimbangan antara keanekaragaman hayati, pengelolaan manusia, dan pelestarian lingkungan.

Dekan Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University, Prof. Nareswoto Nugroho menyatakan pertemuan berkala para ahli burung di Indonesia ini memiliki peran yang sangat vital.

Baca juga: Indonesia Minta Perjanjian Plastik Global Tercapai Tanpa Penundaan

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: IUCNKonferensi Peneliti dan Pemerhati Burung di Indonesiaspesies burungterancam punah

Editor

Next Post
Gua Boki Maruru di kawasan karst Sagea yang terancam rusak akibat penambangan batu gamping. Foto Save Sagea.

Koalisi Tolak Penambangan Gamping di Kawasan Karst Sagea di Halmahera Utara

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi gerhana matahari total. Foto Dok. BMKG.Masyarakat Indonesia Bisa Saksikan Fase Gerhana Matahari Total 12 Agustus di Kanal NASA
    In News
    Minggu, 9 Agustus 2026
  • Bencana ekologis di Sumatra. Foto Walhi.Deklarasi Desk Disaster Walhi: Hentikan Narasi “Bencana Alam” untuk Menghapus Tanggung Jawab
    In Lingkungan
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Menteri LH M. Jumhur Hidayat dalam Pelatihan Sertifikasi Lingkungan Hidup bagi Hakim Peradilan Umum, Militer, dan Tata Usaha Negara Seluruh Indonesia Angkatan XXIII di Bogor, 3 Agustus 2026. Foto Dok. KLH/BPLH.Menteri Jumhur: Putusan Pengadilan Harus Pulihkan Ekosistem dan Hentikan Perusakan Alam
    In News
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Ilustrasi semangka tanpa biji. Foto Congerdesign/Pixabay.comBudidaya Buah Tanpa Biji Tetap secara Alami
    In IPTEK
    Selasa, 4 Agustus 2026
  • Tongkang pengangkut batubara di perairan Sungai Mahakam. Foto Dok Wanaloka.com.Ribuan Ton Batu Bara Tumpah di Perairan Jepara, BRIN Survei Verifikasi Pencemaran
    In News
    Selasa, 4 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media