Rabu, 3 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Ada Rambu-rambu Evakuasi Bencana Tsunami di Bandara YIA

Sabtu, 19 Maret 2022
A A
Bandara Yogyakarta International Airport (YIA). Foto wanaloka.com.
Kunjungan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati ke Bandara YIA terkait pemasangan rambu-rambu evakuasi. Foto bmkg.go.id.
Rambu evakuasi tsunami di Bandara YIA. Foto bmkg.go.id.
Rambu evakuasi tsunami di YIA. Foto bmkg.go.id.
Rambu titik kumpul evakuasi di YIA. Foto bmkg.go.id.
Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Tak hanya mendapat penolakan warga pemilik lahan yang digunakan untuk membangun bandara baru, Yogyakarta International Airport (YIA). Rencana pembangunan YIA di pinggir pantai pun mendapat peringatan sejumlah pemerhati bencana dan lingkungan, termasuk Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) waktu itu karena kawasan pantai selatan Jawa rawan tsunami apabila terjadi gempa bumi. Ombak di pantai selatan pun tinggi. Namun pembangunan bandara berkelas internasional itu jalan terus hingga kini beroperasi. Konsekuensinya, pihak Bandara YIA mesti menyiapkan mitigasi untuk mengantisipasi terjadinya gempa bumi dan tsunami.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati melakukan peninjauan progress pemasangan rambu-rambu evakuasi tsunami di YIA pada 12 Maret 2022. Seelumnya, Dwikorita meminta PT Angkasa Pura I sebagai pengelola YIA untuk memperbanyak rambu peringatan bencana dan petunjuk jalur evakuasi. Ia meminta seluruh kawasan bandara dipasang rambu, termasuk di dalam gedung terminal, maupun di luar gedung bandara.

Baca Juga: 153 Perusahaan di Medan Diduga Gunakan Air Tanah Secara Ilegal, KPK: Tegakan Aturan

“Titik kumpul evakuasi harus dicarikan lokasi yang benar-benar aman dan memadai sehingga tidak terjadi kepadatan berlebihan atau menimbulkan efek bottle neck,” pesan Dwikorita.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BMKGGempa bumigempa dan tsunamirambuYIA

Editor

Next Post
Lampu jalan menggunakan LED. Foto esdm.go.id.

Upaya Pemerintah Menekan Kerugian Lingkungan dengan Mengakhiri Penggunaan Merkuri

Discussion about this post

TERKINI

  • Varietas padi Gamagora 7 ditanam di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Foto Kagama Kaltim.Padi Gamagora 7 Diujicoba di Lahan Tadah Hujan Kalimantan Timur
    In News
    Sabtu, 30 Mei 2026
  • Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera memadamkan karhutla di Provinsi Riau, 29 Mei 2026. Foto Dok. Kemenhut.Godzilla El Nino Menguat Juni, Pemerintah Harus Hentikan Kebijakan Ekstraktif
    In News
    Jumat, 29 Mei 2026
  • Gunungan sampah di TPST Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat. Foto UPST DLH DKI Jakarta.Teknologi Ubah Gas Metana di TPA Menjadi Sumber Energi dan Menekan Emisi
    In IPTEK
    Kamis, 28 Mei 2026
  • Tim dari BMKg melakukan inpeksi sistempemantauan gempa dan tsunami di Bali, 27 Desember 2024. Foto Dok. BMKG.Pengembangan Sistem Geohazard Gempa Bumi yang Akurat dan Real Time
    In IPTEK
    Rabu, 27 Mei 2026
  • Dampak bencana ekologis di Sumatra. Foto Kementerian Kehutanan.Andalas Pastikan Ruang dan Penghidupan Bentang Alam Sumatra Kritis
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media