Rabu, 9 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Ada Rambu-rambu Evakuasi Bencana Tsunami di Bandara YIA

Sabtu, 19 Maret 2022
A A
Bandara Yogyakarta International Airport (YIA). Foto wanaloka.com.
Kunjungan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati ke Bandara YIA terkait pemasangan rambu-rambu evakuasi. Foto bmkg.go.id.
Rambu evakuasi tsunami di Bandara YIA. Foto bmkg.go.id.
Rambu evakuasi tsunami di YIA. Foto bmkg.go.id.
Rambu titik kumpul evakuasi di YIA. Foto bmkg.go.id.
Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Tak hanya mendapat penolakan warga pemilik lahan yang digunakan untuk membangun bandara baru, Yogyakarta International Airport (YIA). Rencana pembangunan YIA di pinggir pantai pun mendapat peringatan sejumlah pemerhati bencana dan lingkungan, termasuk Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) waktu itu karena kawasan pantai selatan Jawa rawan tsunami apabila terjadi gempa bumi. Ombak di pantai selatan pun tinggi. Namun pembangunan bandara berkelas internasional itu jalan terus hingga kini beroperasi. Konsekuensinya, pihak Bandara YIA mesti menyiapkan mitigasi untuk mengantisipasi terjadinya gempa bumi dan tsunami.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati melakukan peninjauan progress pemasangan rambu-rambu evakuasi tsunami di YIA pada 12 Maret 2022. Seelumnya, Dwikorita meminta PT Angkasa Pura I sebagai pengelola YIA untuk memperbanyak rambu peringatan bencana dan petunjuk jalur evakuasi. Ia meminta seluruh kawasan bandara dipasang rambu, termasuk di dalam gedung terminal, maupun di luar gedung bandara.

Baca Juga: 153 Perusahaan di Medan Diduga Gunakan Air Tanah Secara Ilegal, KPK: Tegakan Aturan

“Titik kumpul evakuasi harus dicarikan lokasi yang benar-benar aman dan memadai sehingga tidak terjadi kepadatan berlebihan atau menimbulkan efek bottle neck,” pesan Dwikorita.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BMKGGempa bumigempa dan tsunamirambuYIA

Editor

Next Post
Lampu jalan menggunakan LED. Foto esdm.go.id.

Upaya Pemerintah Menekan Kerugian Lingkungan dengan Mengakhiri Penggunaan Merkuri

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media