Rabu, 13 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Agus Maryono: Antisipasi Banjir dan Kekeringan adalah Satu Kesatuan

Upaya holistik harus dilakukan untuk menangani banjir dan kekeringan. Sebab keduanya merupakan siklus yang tak terputus.

Kamis, 31 Agustus 2023
A A
Pakar Manajemen Air UGM, Dr. Ing. Ir. Agus Maryono. Foto ugm.ac.id.

Pakar Manajemen Air UGM, Dr. Ing. Ir. Agus Maryono. Foto ugm.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Kualitas air hujan pun cukup baik, sehingga aman untuk dikonsumsi. Sebab air hujan merupakan masa depan dari sumber daya air yang digunakan untuk berbagai kebutuhan hidup manusia.

Agus terlibat aktif dalam Gerakan Memanen Hujan Indonesia (GMHI) yang telah berdiri sejak tahun 2015. Teknologi pemanen hujan yang ia kembangkan, yakni Gama Rain Filter, telah diterapkan di berbagai wilayah di Indonesia dengan hasil yang cukup menjanjikan.

“Di beberapa daerah sudah dipasang. Warga yang biasanya harus membeli air di musim kemarau sudah bisa mendapat stok air yang cukup dari hasil penampungan air hujan,” kata Agus.

Baca Juga: Moh. Yani: Lingkungan Tercemar Limbah B3 Tambang Bisa Dipulihkan Kembali

Lantas bagaimana ketika musim kemarau tiba? Menanggapi situasi di berbagai daerah yang sudah menghadapi ancaman kekeringan di depan mata, menurut Agus terdapat berbagai upaya yang bisa dilakukan. Selain juga memanfaatkan droping air bersih dari pemerintah daerah setempat, seperti yang terjadi di Kabupaten Gunungkidul.

Masyarakat bisa mencari sumber air yang mungkin masih tersedia, misalnya di sepanjang alur sungai dan di sungai bawah tanah. Serta merawat kembali sumur-sumur yang tidak terpakai untuk dibersihkan dan digali lebih dalam. Masyarakat pun tidak perlu terlalu bergantung pada droping air.

“Di Gunungkidul ada banyak sungai di bawah tanah yang saat kemarau masih menyimpan banyak air. Dengan pompa, lokasi yang banyak air bisa diambil sehingga masyarakat tidak kekurangan air,” terang Agus. [WLC02]

Sumber: UGM

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Agus MaryonoGama Rain FilterGerakan Memanen Hujan Indonesiametode pemanenan air hujanmusim kemaraumusim penghujanPakar Manajemen Air UGM

Editor

Next Post
Akademisi susun standar kajian lingkungan IKN. Foto ipb.ac.id.

Akademisi Bahas Penyusunan Standar Kajian Lingkungan di IKN

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi kualitas udara di kota besar yang memburuk. Foto Yamu_Jay/Pixabay.com.Walhi: Pantauan Kualitas Udara Lima Kota Besar Indonesia Memburuk
    In News
    Rabu, 13 Mei 2026
  • Ilustrasi tikus pembawa virus. Foto Bergadder/Pixabay.com.Mengenal Hantavirus, Penyakit Zoonosis dengan Rantai Penularan Utama dari Tikus
    In Rehat
    Rabu, 13 Mei 2026
  • Mengapati dan mendokumentasikan letusan Gunung Sakurajima di Jepang pada 2013 dari jauh. Foto Dok. Mirzam Abdurrachman.Erupsi Dukono, Pentingnya Pemahaman Risiko dan Peringatan Dini yang Mudah Dipahami
    In Rehat
    Selasa, 12 Mei 2026
  • Salah satu jenis anggrek Merapi. Foto Dok. TNG Merapi.Anggrek Merapi, Beraroma Wangi dan Mampu Bertahan Saat Erupsi
    In Rehat
    Selasa, 12 Mei 2026
  • Ilustrasi ,krisis air bersih. Foto Andres_maura_ph/Pixabay.com.Pemerintah Harus Antisipasi Krisis Sampah dan Air Bersih Dampak Godzilla El Niño 2026
    In Lingkungan
    Senin, 11 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media